Zaman Paleolitikum adalah era batu tua dalam periodisasi sejarah praaksara yang menjadi fondasi awal kehidupan manusia di bumi. Periode ini ditandai oleh pemanfaatan teknologi batuan kasar yang sangat sederhana serta ketergantungan mutlak manusia purba terhadap pasokan alam di sekitarnya.
Kawan GNFI, memahami rekam jejak praaksara memberikan kita perspektif mengenai proses evolusi manusia purba. Untuk mengenal apa zaman paleolitikum, ciri-ciri, hingga apa saja peninggalan zaman paelolitikum di Indonesia. Yuk! Simak informasinya berikut ini.
Baca juga: Homo Erectus Bumiayu, Penemuan Fosil Manusia Purba Tertua di Jawa
Kapan Zaman Paleolitikum Berlangsung?

Ilustrasi Zaman Paleolitikum | Sumber: Archeology News
Zaman batu tua berdasarkan hasil kebudayaan yang disadur dari beberapa sumber menyebutkan terjadi pada 50.000 hingga 10.000 Sebelum Masehi. Dikutip dari laman Inca University, zaman paleolitikum adalah bahasa Yunani yang berarti Paleo/Palios "tua" dan Lithos yang memiliki makna batuan.
Paleolitikum adalah zaman pembabakan prasejarah pertama kali, ketika semua alat dan senjata ganya menggunakan alat batu pada sekitar 2,5 juta tahun yang lalu hingga akhir Pleistosen sekitar 10.000 tahun yang lalu.
Pada zaman ini, manusia purba menggunakan alat-alat dari batu kasar yang belum dihaluskan untuk berburu atau memotong kayu. Manusia purba di zaman Paleolitikum hidupnya masih sangat sederhana dan sepenuhnya bergantung pada alam. Serta bertempat tinggal berpindah-pindah atau nomaden.
Baca juga: Menyusuri Jejak Manusia Purba di Desa Sangiran yang Diakui UNESCO
Apa Ciri-Ciri Zaman Paleolitikum?
Mengacu dari artike Perkembangan Kebudayaan Batu Tuda dan Batu Madya dari Kementerian Pendidikan, zaman paelolitikum memeliki beberapa ciri-ciri yaitu:
- Menggunakan alat-alat dari batu kasar untuk bertahan hidup
- Batu yang digunakan masih sangat kasar dan sederhana
- Kehidupan zaman paleolitikum dengan kelompok kecil dan nomaden (berpindah-pindah), mengikuti perburuan hewan
- Hidupnya bergantung pada alam serta berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering)
- Belum mengenal aksara

Sumber: Gurugeografi.id
Manusia Purba pada Zaman Paleolitikum
Berikut ini adalah jenis manusia purba yang hidup pada zaman paleolitikum, diantaranya:
- Pithecanthropus Erectus (Manusia Kera Berjalan Tegak)
- Meganthropus palaeojavanicus (Manusia purba tertua yang berbadan besar dan berasal dari Jawa),
- Homo Erectus (Manusia yang berdiri tegak)
- Homo Soloensis
- Homo Wajakensis
- Homo Floresien
Apa Peninggalan Kebudayaan Zaman Paleolitikum?
Peninggalan kebudayaan Zaman Paleolitikum lainnya banyak ditemukan di Pacitan dan Ngandong, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Mengacu dari laman resmi SMAN 13 Semarang, Von Koenigswald pada tahun 1935 berhasil menemukan benda-benda yang diperkirakan sebagai peninggalan zaman batu tua di wilayah Pacitan, Progo, Gombong (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat), dan di Lahat (Sumatera Utara). Berikut peninggalan zaman paleolitikum dari kebudayaan Pacitan:
Kapak genggam
Kapak genggam pada masa ini digunakan sebagai alat pemotong dan tidak memiliki tangkai.
Kapak perimbas
Kapak perimbas adalah jenis kapak yang digunakan untuk memahat tulang, merimbas kayu, serta senjata untuk berburu. Kapak jenis ini diduga merupakan peninggalan budaya dari Pithecantropus
Alat serpih (Flakes)
Alat-alat serpihan yang terbuat dari pecahan batuan kecil yang sangat tajam yang difungsikan sebagai pisau. Alat serpih ini digunakan sebagai alat pemotong daging atau menguliti binatang hasil buruan.
Alat dari Tulang
Alat dari tulang ini dibentuk dari pecahan atau serpihan tulang binatang yang bisa dibentuk menjadi tombak atau belati untuk berburu hewan.
Alat zaman paleolitikum tak ditemukan di Pacitan dan Ngawi saja, berdasarkan beberapa sumber juga menyebutkan bahwa peninggalan zaman Paleolitikum ini ada yang ditemukan di Blora, Jawa Tengah.
Pada tahun 2014 lalu, dikutip dari website Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Purbalingga melaporkan penemuannya kepada Balai Arkaelogi Yogyakarta terkait adanya penemuan sejumlah batu yang diperkirakan menjadi peninggalan dari masa Paleotikum di kawasan pegunungan Lumbung, Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga.
Situs Paelolitikum di Indonesia

Situs Sangiran, Peninggalan Paleolitikum. | Sumber: Visit Jateng
Terdapat 4 situs Paleolitikum di Indonesia beserta peninggalanya diantaranya, yang bisa Kawan GNFI kunjungi:
1.Situs Sangiran, Jawa Tengah
Menurut Kementerian Kebudayaan, situs Sangiran di Jawa Tengah ini menyimpan lebih dari 100 fosil Homo Erectus dan Homo Erectus yang masih memiliki wajah. Tak hanya fosil Homo Erectus, situs ini juga memiliki berbagai peninggalan alat batu zaman Paleolitikum serta fosil fauna pada masa itu. Olehkarena itu, situs Sangiran ditetapkan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO .
2. Situs Ngandong, Pacitan, Jawa Timur
Dikutip dari laman resmi ITB University, situs ini ditemukan pada tahun 1931 oleh peneliti asal Belanda bernama Ter Haar saat mmetakan aliran sungai Bengawan Solo. Pada situs ini ditemukan 14 fosil manusian purba Homo Soloensis dan fosil fauna seperti gajah purba, kerbau, dan banteng.
3. Situs Awang Bangkal
Kawan GNFI, jejak peradaban manusia purba di luar Pulau Jawa terekam jelas di Situs Awang Bangkal, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Sebagai salah satu situs Zaman Batu Tua (Paleolitikum) tertua di Kalimantan tenggara, kawasan ini menyimpan artefak penting yang sejajar dengan peninggalan Kebudayaan Pacitan. Keberadaan perkakas purba seperti kapak perimbas (chopper), kapak penetak, alat serut, hingga serpih (flakes) menjadi bukti.
4. Museum Semedo Jawa Tengah
Situs Semedo merupakan kawasan cagar budaya dan prasejarah penting yang berlokasi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Dikutip dari Kementerian Kebudayaa RI, lokasi ini menaungi Museum Situs Semedo dengan koleksi lebih dari 3.100 artefak dan fosil purba. Situs ini terkenal akan temuan langka praaksara, seperti fragmen fosil Homo erectus dan spesies gajah purba kerdil (Stegodon pygmy semedoensis).
Referensi:
https://iha.kemenbud.go.id/portfolio/museum-manusia-purba-sangiran/
https://iha.kemenbud.go.id/portfolio/museum-semedo/
BRIN Indonesia: https://www.youtube.com/watch?v=0GGQ-QivgBQ&t=16s
https://whc.unesco.org/en/list/593/
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5753280/zaman-paleolitikum-manusia-hidup-nomaden-dan-menggunakan-batu
https://sma13smg.sch.id/materi/periodisasi-masa-praaksasra-berdasarkan-hasil-kebudayaan/#:~:text=Hasil%20Kebudayaan%20Paleolithikum&text=Pada%20tahun%201935%20Von%20Koenigswald,dan%20Lahat%20(Sumatera%20Utara).
https://dinporapar.purbalinggakab.go.id/ditemukan-batu-artefak-peninggalan-zaman-paleolitikum/
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


