sinergitas mahasiswa kkn tematik ugm bersama pemerintah desa fajar indah merevitalisasi ob - News | Good News From Indonesia 2024

Sinergitas Mahasiswa KKN Tematik UGM Bersama Pemerintah Desa Fajar Indah

Sinergitas Mahasiswa KKN Tematik UGM Bersama Pemerintah Desa Fajar Indah
images info

Sinergitas Mahasiswa KKN Tematik UGM Bersama Pemerintah Desa Fajar Indah


KKN Tematik di Kawasan Batu Betumpang ini mengambil tema Pengembangan Potensi Wisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. Dengan adanya tema besar tersebut, diharapkan mahasiswa KKN mampu membantu daerah untuk menggali dan mengembangkan potensi wisata di ketiga desa, yaitu Desa Fajar Indah, Desa Sumber Jaya Permai, dan Desa Panca Tunggal.

Program ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat lokal melalui pendekatan partisipatif, yang tidak hanya berfokus pada pengembangan fisik infrastruktur wisata. Namun, juga pada peningkatan kapasitas dan keterampilan masyarakat dalam mengelola potensi wisata yang ada.

“Kami mencoba bekerja sama dengan Pemerintah Desa Fajar Indah untuk merevitalisasi objek wisata Bendungan Bidadari yang selama tiga tahun tidak terurus. Kami akan membantu mengonsep masterplan dan roadmap awal untuk merevitalisasi bendungan secara total,” kata salah satu mahasiswa KKN Tematik di Desa Fajar Indah.

baca juga

Revitalisasi ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan serta memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat. Dengan masterplan dan roadmap yang komprehensif, diharapkan Bendungan Bidadari bisa menjadi ikon wisata baru yang mampu mendongkrak perekonomian desa.

Selain itu, mahasiswa juga melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi wisata lainnya di Desa Fajar Indah.

“Terdapat banyak potensi wisata yang ada di Desa Fajar Indah dan membutuhkan perhatian khusus untuk dikembangkan, seperti wisata alam perkebunan, wisata air, olahan singkong, hingga budaya,” tambahnya.

Melalui berbagai kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan memanfaatkan potensi yang dimiliki desanya. Para mahasiswa juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai salah satu aset utama dalam pengembangan pariwisata.

Mereka mengadakan lokakarya tentang konservasi lingkungan, pengelolaan sampah, dan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.

Pj Kepala Desa Fajar Indah, Hamzah, menyambut baik iktikad para mahasiswa untuk merevitalisasi Bendungan Bidadari melalui masterplan dan roadmap. Pasalnya, sampai saat ini Desa Fajar Indah masih belum memiliki ikon yang menjadi ciri khas daerah untuk dikenalkan.

“Kami berharap dengan adanya KKN Tematik ini mampu membantu masyarakat Desa Fajar Indah mengembangkan potensi-potensi yang ada di desanya, khususnya di sektor pariwisata,” ungkap Hamzah.

baca juga

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini memberikan inspirasi dan semangat baru bagi masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan desa mereka. Hamzah percaya bahwa dengan sinergi antara masyarakat dan mahasiswa, potensi-potensi yang selama ini tersembunyi bisa digali dan dikembangkan secara maksimal.

KKN Tematik ini tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan potensi wisata, tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan-pelatihan dan workshop yang diberikan. Misalnya, pelatihan pembuatan produk olahan sumber daya lokal dan pemasaran digital yang diadakan di ketiga desa.

Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan keterampilan mereka dan memperluas pasar untuk produk-produk lokal. Mahasiswa juga membantu mempromosikan produk-produk lokal melalui media sosial dan platform digital lainnya, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.

Dengan berbagai kegiatan yang dilakukan, diharapkan KKN Tematik di Kawasan Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar, ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan potensi wisata dan pemberdayaan masyarakat di ketiga desa tersebut. Mahasiswa dan masyarakat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, yaitu menjadikan desa-desa tersebut sebagai destinasi wisata yang menarik dan memberdayakan.

Program ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengembangkan potensi wisata berbasis pemberdayaan masyarakat, sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pembangunan daerah secara keseluruhan.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

PB
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.