tradisi tahun baru islam di sulawesi beli ember dan gayung untuk cari berkah - News | Good News From Indonesia 2024

Tradisi Tahun Baru Islam di Sulawesi, Beli Ember dan Gayung untuk Cari Berkah

Tradisi Tahun Baru Islam di Sulawesi, Beli Ember dan Gayung untuk Cari Berkah
images info

Tradisi Tahun Baru Islam di Sulawesi, Beli Ember dan Gayung untuk Cari Berkah


Menyambut Tahun Baru Islam, warga Kota Baubau, Sulawesi Tenggara membanjiri pasar tradisional di daerahnya masing-masing. Mereka akan membeli beberapa peralatan dapur seperti ember, gayung, baskom dan pisau.

Dimuat dari Kompas, warga percaya membeli peralatan dapur ketika 1 Muharram bisa membuka pintu rezeki sebanyak-banyaknya. Sehingga mereka biasanya akan memborong peralatan rumah tersebut.

“Ini kebiasaan 1 Muharram belanja baskom, ember dan timba. Tujuannya untuk menambah pintu rezeki di tahun depan agar bisa lebih lancar lagi,” kata seorang warga Baubau.

baca juga

Tidak hanya di Sulteng, di Makassar, Sulawesi Selatan tradisi membeli barang ketika 1 Muharram juga tetap dilestarikan. Bahkan seorang warga Kabupaten Bone rela pergi ke Makassar untuk membeli peralatan rumah ini.

“Mau dibawa pulang ke Bone. Tiap tahun kalau tiba 10 Muharram belanja ragam alat rumah tangga, biar berkah. Tidak perlu banyak, yang penting belanja karena sudah tradisi,” ujar Nasrah Tang yang dimuat Merdeka.

Tradisi tiap tahun

Suwarno, pengelola salah satu toko alat rumah tangga di jl Pengayoman, Makassar menjelaskan tradisi ini selalu dirayakan setiap tahun. Sehingga pihaknya sudah jauh-jauh hari mempersiapkan alat rumah tangga yang banyak.

“Apalagi 10 Muharram ini jatuhnya pas hari libur, pengunjung pun tambah ramai. Rata-rata peningkatan jumlah pengunjung dibandingkan hari-hari normal itu sampai 25-30 persen,” tutur Suwarno.

baca juga

Suwarno tidak hanya mempersiapkan dagangan alat rumah tangga lebih banyak, tetapi juga mempersiapkan pelayanan dan pengamanan. Biasanya hanya 15-16 kasir, khusus 10 Muharram ditambah menjadi 20 kasir.

Apalagi, lanjutnya jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang sejak tokohnya dibuka pukul 09.45 WITA. Para pengunjung biasanya menunggu di depan toko sejak pagi. Dia juga akan menutup toko pada malam hari tergantung kondisi pengunjung.

Raup puluhan juta

Sama seperti Suwarno, kasir toko swalayan bernama Wati menyebut saat Tahun Baru Islam sejumlah warga datang membeli peralatan dapur. Dia pun mengaku cukup kewalahan karena permintaan barang yang begitu banyak.

“Terkadang ada yang beli hanya gayung saja, atau ember saja. Ini tradisi setiap tahun dilakukan selama 10 hari,” ucap Wati.

baca juga

Wati menyebut hasil penjualan peralatan dapur selama Tahun Baru Islam ini toko swalayan yang dijaganya bisa meraup keuntungan hingga Rp15 juta per hari. Sehingga bisa memberi keuntungan yang cukup besar.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.