strategi kemendikdasmen tingkatkan literasi lewat sastra dari pembiayaan komunitas hingga kenalkan ke anak anak - News | Good News From Indonesia 2024

Strategi Kemendikdasmen Tingkatkan Literasi Lewat Sastra, dari Pembiayaan Komunitas hingga Kenalkan ke Anak-Anak

Strategi Kemendikdasmen Tingkatkan Literasi Lewat Sastra, dari Pembiayaan Komunitas hingga Kenalkan ke Anak-Anak
images info

Strategi Kemendikdasmen Tingkatkan Literasi Lewat Sastra, dari Pembiayaan Komunitas hingga Kenalkan ke Anak-Anak


Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan (Kemendik) semakin serius melibatkan sastra ke dalam sistem pendidikan Indonesia. Sastra dalam hal ini, dinilai memiliki peran yang cukup besar dalam membantu meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. Sebab, sastra mendukung kegiatan membaca masyarakat melalui cerita-cerita yang dikemas secara lebih ringan dan menarik.

Meskipun dikemas dengan ringan dan bahkan cenderung berfungsi sebagai hiburan, sastra mengandung banyak pelajaran. Ada berbagai nilai yang bisa diambil, mulai dari moralitas hingga nilai agama.

Sastra telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu kala. Cerita-cerita rakyat atau dongeng yang kerap diceritakan, misalnya Sangkuriang, Candi Prambanan, Timun Mas merupakan bagian dari sastra, dalam hal ini sastra lisan. Oleh karena itu, pemerintah melihat sastra menjadi bagian tradisi masyarakat yang tumbuh dari lama, sehingga perlu untuk diangkat kembali.

baca juga

Bantuan dari Kemendikdasmen untuk Komunitas Sastra

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah membuat dua strategi penting dalam mengangkat sastra ke tengah-tengah masyarakat. Salah satunya ialah pemberian bantuan kepada komunitas sastra.

Kemendikdasmen menyalurkan bantuan kepada 97 komunitas sastra dan 340 komunitas literasi. Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan: Penguatan Komunitas Sastra ini bertujuan untuk memfasilitasi serta mendorong perkembangan komunitas sastra di masyarakat.

Harapannya, komunitas sastra yang mendapat bantuan bisa lebih memaksimalkan perannya sebagai sarana pembelajaran sastra, bahkan dapat menjangkau lebih banyak audiens dengan bantuan tersebut.

baca juga

"Nah, bantuan pemerintah ini adalah sebagai bentuk insentif kepada mereka yang sudah secara terus menerus bergerak di dalam pengembangan," tutur Endang Aminudin Aziz, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikdasmen.

Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan: Penguatan Komunitas Sastra merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap sastra. Dengan semakin banyaknya apresiasi yang diberikan oleh berbagai pihak, diharapkan jumlah, mutu, serta penyebaran atau publikasi karya sastra melalui media digital juga semakin digalakkan.

Sebagai informasi, tahun ini, ada lebih dari 700 komunitas sastra di Indonesia yang turut terlibat dalam seleksi ini. Hasilnya, sebanyak 97 komunitas berhasil terpilih. Masing-masing dari komunitas tersebut menerima bantuan pendanaan maksimal Rp150 juta.

baca juga

"Tahun 2024, untuk komunitas sastra jumlah pendaftarnya 745. Sementara yang mendapatkan bantuan fasilitasi yang nilainya 150 juta maksimalnya, sebanyak 97 komunitas sastra," jelas Imam Budi Utomo, Kepala Pusat Pengembangan Bahasa dan Sastra di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Selasa (10/12/2024).

Selain penyaluran bantuan bagi komunitas literasi dan sastra, Badan Bahasa Kemdikdasmen juga memberikan apresiasi kepada 121 sastrawan yang sudah berkarya selama 40-50 tahun.

"Jadi intinya, ini adalah pagelaran milik bersama antara komunitas sastra dan komunitas literasi," imbuh Aminudin.

baca juga

Rencana Pengenalan Sastra ke Anak Sejak Dini

Pemerintah juga tengah mengodok metode pengenalan sastra yang tepat bagi anak sejak dini. Dalam hal ini, Badan Bahasa mengganteng sastrawan hingga ahli kurikulum. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Endang Aminudin Aziz dalam diskusi kelompok terpumpun (DKT) bertajuk "Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya untuk Indonesia Emas Tahun 2045." 

Menurut Aminudin, kehadiran sastra pada masa kanak-kanak dapat mendorong dan meningkatkan semangat membaca pada anak.

"Semakin cepat diperkenalkan anak itu dengan kesukaan membaca, maka semakin cepat juga anak akan meningkatkan karya-karya sesuai dengan tingkat kecakapan literasi," jelasnya.

Apalagi, literasi bukan hanya sekadar membaca. Literasi merupakan kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, memahami, hingga menganalisis suatu informasi.

Dengan sastra, seseorang akan didorong untuk memahami kata-kata yang dihadirkan melalui majas serta diajak untuk berimajinasi. Tidak hanya pemahaman, sastra juga dapat mendorong kreativitas anak.

baca juga

 

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.