Sejarah batik Mega Mendung bermula dari akulturasi antara budaya dan ornamen Tionghoa. Batik ini terkenal karena memiliki motif yang unik dan khas, yakni bergambarkan awan yang berarak dengan nuansa warna yang cerah.
Batik Mega Mendung merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Kecantikannya masih senantiasa lestari dan bahkan menjadi salah satu identitas kultural Indonesia.
Artikel ini akan membantu Kawan GNFI memahami sejarah batik Mega Mendung yang berasal dari Cirebon, asal-usul dan mengapa batik itu diberi nama "Mega Mendung", dan mengapa batik cantik itu dilukis dengan warna biru. Yuk, simak sampai habis dan temukan jawabannya!
Sejarah dan Asal-Usul Batik Mega Mendung

Sejarah Batik Mega Mendung, Si Cantik Asal Cirebon yang Jadi Identitas Kultural Indonesia | Freepik @Rawpixel.com
Sejarah batik Mega Mendung dimulai dari adanya pengaruh kebudayaan Tiongkok yang masuk ke daerah Cirebon melalui jalur perdagangan. Namun, kedatangan masyarakat Tiongkok ini tak hanya sekadar untuk berdagang, melainkan juga untuk menyebarkan berbagai kesenian dari negeri tersebut serta menambah wawasan bagi masyarakat pribumi.
Adapun kesenian yang dibawa yakni mulai dari pembuatan piring, keramik, porselen, dan pembuatan motif kain sutra. Sehingga cara penggambaran motif batik di daerah Jawa juga bersanding dengan pola-pola dan elemen dari negeri Cina, seperti bentuk-bentuk naga (liong), banji, dan burung hong atau phoenix. Pola-pola dan elemen ini diketahui berasal dari zaman Dinasti Ming dan Ching.
Motif batik Mega Mendung berasal dari Cirebon dan disebutkan pertama kali muncul pada abad ke-16 yang masuk melalui pernikahan Sunan Gunung Jati dengan Ratu Ong Tien. Nama Mega Mendung sendiri berasal dari kata “Mega” yang berarti awan dan “Mendung” yang bermakna cuaca yang sejuk.
Para pengrajin batik di Cirebon kemudian membuat motif awan sebagai motif pada kain batik yang sampai saat ini dikenal dengan nama motif batik Mega Mendung. Motif awan pada kain batik tersebut diketahui terinspirasi dari simbolisme awan dalam budaya Tiongkok yang memiliki arti sebagai lambang keberuntungan dan harapan.
Motif ini kemudian diadaptasi dan diperkaya lagi dengan nilai-nilai budaya lokal. Hal ini menunjukkan adanya akulturasi antara kebudayaan Tiongkok dan masyarakat pribumi pada kala itu.
Seiring berjalannya waktu, batik Mega Mendung ini menjadi sebuah representasi dari kekayaan budaya serta nilai-nilai spiritual masyarakat Cirebon. Batik ini juga dipercaya sebagai simbol keberuntungan dan perlindungan serta dapat membawa berkah dan kebaikan bagi orang yang memakainya.
Tak jarang, batik Mega Mendung dijadikan sebagai hadiah dalam acara penting seperti pernikahan, pertunangan, hingga perayaan penting lainnya.
Mengapa Dijuluki 'Mega Mendung'?

Asal-Usul Batik Mega Mendung Cirebon dan Filosofi Mengapa Dinamai 'Mega Mendung'? | Wikimedia Commons @Gunarta
Seperti yang sudah disinggung, nama Mega Mendung berasal dari dua kata, yakni "Mega" dan "Mendung". Kata “Mega” dapat diartikan sebagai awan, sementara kata “Mendung” berarti cuaca yang sejuk.
Dikutip dari laman resmi Kemenag Jawa Barat, motif batik Mega Mendung memiliki makna filosofis yang mendalam dan berkaitan dengan pesan kehidupan.
Lukisan awan pada corak Mega Mendung menyimbolkan sifat manusia yang mulia budinya, rendah hati, dan tidak menyebarkan rasa sakit kepada siapa pun. Selain itu, motifnya yang berlapis-lapis dinilai melambangkan sifat sabar, tingkatan ilmu, dan perjalanan hidup manusia yang terus berkembang seiring berjalannya waktu.
Ki Waryono Kartadibrata, seorang budayawan asal Cirebon, juga menjelaskan bahwa batik Mega Mendung melalui corak-coraknya mengajarkan filosofi bahwa manusia harus hidup dengan membawa manfaat dan berlaku adil kepada sesama, bagaikan awan yang membawa berkah hujan bagi beragam makhluk hidup tanpa membeda-bedakan tanah tempatnya jatuh.
Mengapa Batik Mega Mendung Berwarna Biru?

Sejarah Batik Mega Mendung dari Cirebon dan Mengapa Warnanya Biru | Freepik
Selain kaya akan sejarah, batik Mega Mendung juga memiliki makna dan filosofi di baliknya. Motif pada kain batik Mega Mendung memiliki ciri khas pada pola awan yang melingkar dan memiliki warna-warna yang cerah seperti biru, hijau, hingga merah.
Warna biru pada kain batik ini merupakan lambang ketenangan, keindahan, dan keabadian. Adapun warna putih juga menyimbolkan kemurnian dan kesucian. Sehingga warna-warna ini dapat diartikan sebagai kombinasi warna yang menciptakan suasana tenang dan harmonis, serta mencerminkan keindahan alam.
Tak hanya itu, menurut Hokky Situngkir dalam Kode-kode Nusantara, motif pada kain batik Mega Mendung menggambarkan awan-awan tebal di cuaca yang mendung. Hal ini disebutkan merupakan lambang pemberian harapan akan turunnya hujan untuk menyuburkan pertanian.
Dalam budaya Tionghoa sendiri, motif awan ini memiliki makna nirwana sebagai dunia yang besar, abadi, dan bebas. Ini juga dapat diartikan sebagai makna konsep ketuhanan. Sementara itu, bagi kaum Sufi atau orang-orang yang mendalami ilmu tasawuf, motif awan direpresentasikan sebagai konsep yang luas dan bebas.
Sekian artikel seputar sejarah batik Mega Mendung, mengapa dinamai demikian, hingga penjelasan mengapa motif Mega Mendung kerap dilukis berwarna biru.
Semoga artikel ini memperdalam pemahaman Kawan seputar sejarah batik Mega Mendung dan info serba-serbi lain tentang salah satu identitas budaya Indonesia ini!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


