Presiden Prabowo melakukan reshuffle kabinet di lima kementerian Kabinet Merah Putih, Senin (8/9/2025). Selain perombakan jabatan menteri, Prabowo juga melantik dua pejabat baru untuk kementerian baru di kesempatan yang sama.
Pergantian ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 86/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.
Dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden RI, reshuffle dilakukan di Kemenko Politik dan Keamanan, Kementerian Keuangan, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Koperasi, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Selain itu, pemerintah juga menyepakati pembentukan Kementerian Haji dan Umrah.
Dari nama-nama yang dilantik, ada salah satu tokoh keagamaan terkemuka Jawa Timur yang masuk dalam jajaran menteri baru Kabinet Merah Putih. Adalah Mochammad Irfan Yusuf, Kepala Badan Penyelenggara Haji yang kini diangkat sebagai Menteri Haji.
Siapa Irfan yang Diangkat Jadi Menteri Haji?
Gus Irfan, demikian ia dipanggil, adalah cucu KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Pria kelahiran Jombang ini meraih gelar sarjana dan magisternya di Universitas Brawijaya. Ia meraih gelar Dr. (Doktor) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang pada Februari 2025.
Jauh sebelum berkecimpung di dunia politik, sebagai cucu seorang ulama termashyur, Gus Irfan sudah aktif berkecimpung di dunia pesantren sejak lama. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Pondok Pesantren Tebuireng Jombang yang merupakan warisan keluarganya.
Menteri Haji dan Umrah pertama itu pernah menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU). Lembaga ini bergerak untuk mewadahi dan memberdayakan ekonomi warga NU.
Sebagai santri tulen, Gus Irfan juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Farros Tebuireng sejak 2006. Selain sebagai santri, ia pernah menjadi seorang akademisi di Akademisi Keperawatan Widyagama Malang pada 2013-2016.
Karier politiknya dimulai saat ia bergabung dengan Partai Gerindra milik Prabowo. Bahkan, ia juga sempat menjajal posisi Juru Bicara Prabowo-Sandiaga Uno di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2018 silam.
Sebagai kader partai yang aktif di bidang keagamaan, Gus Irfan ditunjuk sebagai Ketua Umum Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira)—organisasi sayap Partai Gerindra yang berfungsi untuk menjaring aspirasi masyarakat Muslim Indonesia.
Pada Pemilu legislatif 2024, Gus Irfan yang maju di daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur VIII diangkat menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029. Ia dilantik pada 1 Oktober 2024 dan menjabat hingga 22 Oktober 2024.
Ia kemudian mundur karena ditunjuk Prabowo untuk mengurusi urusan haji dan umrah yang saat itu masih di bawah naungan Badan Penyelenggara Haji dan Umrah. Ia menjabat sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji. Kini, badan tersebut telah berubah menjadi tingkat kementerian yang diberi nama Kementerian Haji dan Umrah.
Tugas Kementerian Haji dan Umrah
Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan respons pemerintah untuk memperkuat tata kelola layanan jemaah haji dan umrah Indonesia untuk menunaikan ibadahnya di Tanah Suci. Sebagai negara dengan mayoritas umat Muslim dan selalu diberikan kuota haji yang sangat besar dari pemerintah Arab Saudi, Indonesia menghadapi berbagai tantangan pengelolaan serius.
Tantangan-tantangan tersebut juga menjadi evaluasi besar bagi pemerintah Indonesia agar dapat menghadirkan pelayanan haji dan umrah yang moncer bagi jemaah. Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah ini menandai berakhirnya tugas dan kewenangan Kementerian Agama yang selama ini bertugas melayani ibadah haji.
Tak sendiri, Gus Irfan didampingi oleh Dahnil Azhar Simanjutak yang juga dilantik Prabowo sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah. Gus Irfan dan Dahnil sebelumnya sudah bekerja bersama di Badan Penyelenggara Haji, dengan Dahnil sebagai Wakil Kepala.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


