mencari putroe phang dan laksamana demi tegaknya qanun syariat islam di aceh - News | Good News From Indonesia 2026

Mencari Putroe Phang dan Laksamana: Demi Tegaknya Qanun Syariat Islam di Aceh

Mencari Putroe Phang dan Laksamana: Demi Tegaknya Qanun Syariat Islam di Aceh
images info

Oleh: Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc

Profesor bidang teknologi pascapanen, Dosen Prodi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Email: [email protected]

“Adat bak Poteumeureuhom, hukom bak Syiah Kuala, qanun nibak Putroe Phang, reusam bak Laksamana”
Falsafah di atas adalah falsafah dasar di zaman keemasan Aceh. Ada 4 bentuk tata laksana pemerintahan yang meliputi adat, hukum, qanun, dan reusam. Keempat elemen ini saling berhubungan positif atau searah satu sama lainnya. Adat adalah segala keputusan sultan yang terkait dengan gagasan kebudayaan meliputi nilai-nilai budaya dan norma-norma kelembagaan. Hukum merujuk kepada Hukum Islam yang menjadi pedoman hidup orang Aceh. Qanun adalah peraturan perundang-undangan yang disusun untuk tata laksana kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang bersendikan pada Hukum Islam. Adapun reusam adalah peraturan tradisi pada suatu tempat sebagai bentuk adab atau tata krama atau etika, yang biasanya disebut hukum tidak tertulis tetapi diwariskan turun temurun.

Lalu mari kita melihat tokoh yang disematkan kepada keempat elemen tersebut. Pertama, siapakah Poeteumereuhom? Beliau adalah penguasa atau kepala pemerintahan yang di Aceh disebut Sultan atau Sultanah. Siapakah Syiah Kuala? Beliau adalah seorang tokoh ulama yang paling menentukan pada masa kejayaan Aceh, memegang posisi sebagai penasehat Sultan/Sultanah. Siapakah Putroe Phang? Beliau adalah sosok wanita yang berperanan ganda sebagai permaisuri dan penasehat Sultan Iskandar Muda. Peran penting beliau yang dikenang adalah sebagai inisiator pembentukan dewan legislatif pada masa itu yang kemudian menjalankan fungsi menetapkan berbagai Qanun untuk tata tertib kehidupan bernegara. Siapakah Laksamana? Laksamana adalah pemimpin pasukan atau tentara yang menjaga keamanan negara dari gangguan luar maupun dalam, dan memastikan tegaknya segala peraturan pemerintahan demi memastikan kestabilan dan keamanan negara.

Maka tentu kita tidak heran sih, kenapa Aceh bisa mencapai puncak kejayaan di masa lalu. Keempat level kepemimpinan yang sangat strategis, terbangun dengan indah dan harmonis sebagai satu kesatuan utuh. Hasilnya adalah kejayaan bangsa dan kerajaan Aceh, yang kenangannya bahkan tersimpan dengan nyata, salah satunya di Bronbeek Museum Belanda. Museum ini tersebut terletak di kota Arnhem. Setelah membeli tiket, anda langsung akan melihat sebuah meriam dari Aceh di pintu masuknya, bernama Meriam Lada Sicupak. Lalu ada juga baju asli Teuku Umar di museum Tropen Amsterdam, serta keris Teuku Umar di museum Volkenkunde Leiden.

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.