Permainan domino, yang sering disebut gaple di Indonesia, kini resmi naik kelas menjadi olahraga nasional. Hal ini ditandai dengan deklarasi Pengurus Besar Olahraga Domino Indonesia (ORADO) pada 7 Januari 2026.
Transformasi ini mengubah domino dari sekadar hiburan rakyat menjadi cabang olahraga yang terstruktur, profesional, dan bermartabat. Bagi pecinta permaianan domino, ini adalah langkah besar yang membuka peluang kompetisi nasional hingga internasional.
Melansir dari RRI.co.id, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menekankan pentingnya pengelolaan serius untuk domino. "Domino harus berkembang sebagai olahraga nasional yang menjunjung sportivitas dan prestasi," ujarnya saat menghadiri acara deklarasi di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.
Pernyataan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memajukan olahraga tradisional menjadi bagian integral dari ekosistem olahraga Indonesia.
Sejarah Permainan Domino di Indonesia
Untuk memahami bagaimana domino bisa naik kelas seperti sekarang, mari Kawan GNFI, kita telusuri sejarahnya.
Domino pertama kali muncul di Tiongkok pada abad ke-12, berasal dari permainan seperti "pai gow" yang dimainkan dengan ubin bertitik. Permainan ini kemudian menyebar ke Eropa pada akhir abad ke-18, menjadi populer di Prancis dan negara-negara lain sejak abad ke-19.
Di Indonesia, domino masuk sekitar abad ke-17 hingga ke-18, dibawa oleh pedagang dan penjajah Eropa. Awalnya, permainan ini populer di kalangan bangsawan Eropa, tapi di tanah air, ia beradaptasi menjadi hiburan rakyat yang akrab di masyarakat.
Di Indonesia, domino dikenal sebagai "gaple", istilah yang berasal dari bahasa lokal dan mencerminkan adaptasi budaya. Permainan ini sering dimainkan di warung kopi, pos ronda, atau acara keluarga, menjadi simbol kebersamaan dan strategi sederhana.
Menurut catatan sejarah, domino di Indonesia berkembang pesat pada era kolonial Belanda, di mana ia menjadi permainan favorit di kalangan masyarakat pedesaan dan perkotaan. Bahkan, politisi seperti Andi Mallarangeng pernah menulis buku tentang gaple, mengungkap sejarah dan triknya, yang menunjukkan betapa dalamnya akar budaya permainan ini di sini.
Nama "domino" sendiri berasal dari bahasa Latin "dominus" yang berarti tuan rumah, tapi di Indonesia, ia lebih dikenal sebagai gaple yang santai dan kompetitif. Seiring waktu, komunitas domino tersebar di 32 provinsi tanpa organisasi pusat. Namun, popularitasnya tak pernah pudar, sering dijadikan ajang sosialisasi dan bahkan kompetisi lokal.
Sejarah ini menunjukkan bagaimana domino bukan hanya permainan, tapi bagian dari warisan budaya Indonesia yang kini siap go internasional.
Deklarasi Nasional ORADO

Pengurus Provinsi (Pengprov) ORADO dari 38 daerah usai seremoni deklrasi pengurus di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (7/1/2026) (Foto: RRI/Asniar Litiloly)
Deklarasi ORADO menjadi tonggak penting dalam sejarah domino Indonesia. Organisasi ini berkomitmen sebagai wadah pembinaan atlet, penyelenggara kompetisi berjenjang, dan penjaga standar aturan serta etika permainan.
Ketua Umum ORADO, Yooky Tjahrial, menyebut ini sebagai awal penataan domino sebagai cabang olahraga profesional. "Melalui kampanye #DominoNaikKelas, kami ingin menjaring atlet yang siap bersaing di level nasional dan internasional," kata Yooky dikutip dari RRI.co.id.
Kejuaraan nasional domino direncanakan digelar tahun ini dengan mekanisme berjenjang dari tingkat daerah. Ini akan memastikan partisipasi luas dari berbagai wilayah. Saat ini, ORADO telah memiliki 38 pengurus provinsi dan lebih dari 300 pengurus daerah di tingkat kabupaten serta kota.
Struktur ini diharapkan mampu memetakan potensi atlet secara merata, dari Aceh hingga Papua. Sebelumnya, komunitas domino beroperasi secara mandiri, tapi kini semuanya bersatu di bawah satu payung nasional.
Transformasi domino menjadi olahraga nasional membawa banyak manfaat. Selain meningkatkan sportivitas, ia bisa menjadi alat pembinaan karakter, strategi, dan kerjasama. Di era digital, kompetisi domino bisa diintegrasikan dengan platform online, menarik generasi muda yang lebih familiar dengan game digital.
Pada akhirnya deklarasi ORADO adalah bukti bahwa tradisi bisa beradaptasi dengan zaman. Dari permainan rakyat yang sederhana, domino kini naik kelas menjadi olahraga nasional yang prestisius.
Bagi Kawan GNFI yang hobi main domino, ini saatnya bergabung dan ikut serta dalam perubahan ini. Mari dukung #DominoNaikKelas untuk masa depan olahraga Indonesia yang lebih beragam dan inklusif
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


