Sektor industri alas kaki nasional terus menunjukkan langkah yang semakin mantap di kancah internasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Perindustrian, industri ini bersama sektor kulit mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 8,31% secara tahunan (year on year) pada triwulan II tahun 2025. Performa gemilang tersebut diperkuat oleh arus investasi yang menembus angka Rp18 triliun sepanjang Januari hingga September 2025 sehingga menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap basis manufaktur tanah air.
Prestasi ini berhasil menempatkan Indonesia di peringkat keenam dunia sebagai negara eksportir alas kaki utama. Tren positif tersebut tecermin dari kinerja ekspor yang tumbuh sebesar 11,89% pada periode Januari hingga Agustus 2025. Capaian ini menjadi bukti bahwa kualitas produk alas kaki buatan dalam negeri semakin diakui secara global.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, menyampaikan bahwa kontribusi besar ini tidak terlepas dari peran aktif sentra-sentra IKM yang menaungi banyak pelaku usaha.
“Kinerja ekspor industri alas kaki Indonesia juga menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan 11,89% pada periode Januari hingga Agustus 2025, serta menempatkan Indonesia di peringkat keenam dunia sebagai negara eksportir alas kaki,” sebut Reni.
Potensi Besar di Balik Modernisasi Sentra IKM
Meskipun menghadapi dinamika pasar yang cepat, sentra industri alas kaki nasional, misalnya seperti yang berada di Ciomas, Bogor, terus beradaptasi guna memperkuat kondisi internal usaha. Para perajin juga terdorong untuk melakukan peremajaan mesin serta peralatan melalui program restrukturisasi agar kapasitas produksi meningkat secara optimal.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa industri ini memiliki ruang tumbuh yang sangat luas untuk terus berkontribusi bagi ekonomi nasional.
Sementara itu, fokus pengembangan saat ini diarahkan pada penguatan inovasi produk dan literasi manajemen agar pelaku usaha lokal dapat semakin kompetitif menghadapi produk impor.
Membuka Ruang Inovasi bagi Generasi Muda
Salah satu optimisme terbesar muncul dari peluang regenerasi perajin.
Saat ini, keterlibatan generasi muda sangat didorong untuk membawa pengetahuan baru dan adaptasi teknologi ke dalam sentra-sentra produksi tradisional. Kehadiran desainer muda diharapkan mampu menciptakan pola-pola alas kaki terkini yang sesuai dengan selera pasar global yang dinamis.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menjelaskan bahwa pembinaan yang melibatkan mentor dari perguruan tinggi dan pakar desain terus diperkuat.
“Pembinaan ini bertujuan agar perajin semakin familiar dengan pemasaran digital, memiliki pemahaman mengenai desain dan pola alas kaki terkini untuk mendorong inovasi produk,” ujar Budi.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


