Setiap daerah di Indonesia memiliki makanan khas yang belum tentu bisa dijumpai di tempat lainnya. Salah satu makanan tradisional khas yang cukup legendaris, khususnya dari daerah Cianjur, Jawa Barat adalah geco.
Makanan tradisional ini sudah ada dan berkembang di tengah masyarakat sejak puluhan tahun silam. Tidak heran, ada beberapa warung di daerah tersebut yang sudah menjual geco bagi para pelanggannya sejak lama.
Tidak hanya itu, geco juga menjadi salah satu Warisan Budaya Takbenda yang berasal dari daerah tersebut. Lantas bagaimana pembahasan lebih lanjut seputar geco, makanan tradisional khas dari Cianjur, Jawa Barat tersebut?
Geco, Makanan Tradisional Khas Cianjur Jawa Barat
Secara umum, geco merupakan hidangan yang terdiri dari berbagai bahan dalam hidangannya. Beberapa sajian yang bisa Kawan jumpai ketika mengonsumsi makanan tradisional ini di antaranya lontong, tauge, dan tahu yang disiram dengan menggunakan kuah tauco.
Penggunaan bahan-bahan ini pula yang menjadi asal usul penamaan kuliner tersebut. Sebab nama "Geco" yang disematkan pada kuliner ini merupakan singkatan dari "tauge dan tauco", merujuk pada bahan yang digunakan untuk membuatnya.
Selain di Cianjur, kuliner yang satu juga bisa dijumpai di Sukabumi. Bahkan ada juga yang menganggap jika makanan tradisional tersebut merupakan kuliner khas yang berasal dari daerah Sukabumi.
Sudah Ada sejak Puluhan Tahun Silam
Jika melihat ke belakang, keberadaan geco di tengah masyarakat Cianjur sudah ada sejak waktu lama. Dikutip dari laman RRI, kemunculan geco di Cianjur diprediksi mulai dikenal luas sejak 1948 silam.
Pada waktu itu, ada seorang pedagang kaki lima di Cianjur yang mulai memperkenalkan hidangan ini di sana. Pedagang tersebut dikenal dengan nama Haji Ahmad.
Resep yang digunakan untuk makanan ini diwariskan secara turun temurun di keluarga Haji Ahmad. Dengan resep yang sudah disempurnakan tersebut, Haji Ahmad mulai menjual dan mengenalkan geco secara luas di tengah masyarakat.
Ada juga sumber lain yang menyebutkan jika geco ditemukan lebih lama lagi. Dinukil dari laman Historia, geco dikenalkan oleh seorang pedagang bernama Noedji di Cianjur pada 1930 silam.
Pada waktu itu, Noedji mengkreasikan kuliner dengan beberapa bahan berbeda. Dari eksperimen inilah dirinya menemukan geco dan mengenalkannya ke khalayak luas.
Cara Membuat Geco
Jika Kawan tertarik untuk mencicipi geco, tapi tidak berkesempatan langsung untuk datang ke Cianjur, sebenarnya bisa mencoba membuat makanan khas ini di rumah masing-masing. Terlebih bahan-bahan yang digunakan untuk membuat geco masih bisa ditemukan dengan mudah di daerah lainnya.
Disitat dari laman Wikibuku, adapun bahan-bahan yang perlu disiapkan dan cara membuat geco khas Cianjur adalah.
Bahan Isian
- Ketupat yang sudah dipotong-potong (6 buah)
- Tauge (250 gr)
- Tahu kuning goreng (6 buah)
- Mi kuning (150 gr)
- Bawang goreng secukupnya
- Cabai rawit merah secukupnya
Bahan Kuah
- Tauco (7 sdm)
- Bawang putih (3 siung)
- Bawang merah (5 siung)
- Batang daun bawang yang sudah diiris (3 batang)
- Daun salam (2 lembar)
- Lengkuas yang dimemarkan (2 cm)
- Kecap manis (2 sdm)
- Garam (1/2 sdm)
- Gula merah (1 sdt)
- Air (1 liter)
- Cuka (1 sdt)
- Minyak goreng secukupnya
Cara Membuat
- Pertama, buat kuah tauco terlebih dahulu. Tumis bawang putih, bawang merah, daun salam, dan lengkuas. Tumis semua bahan hingga harum.
- Setelah itu, masukkan tauco, kecap manis, air, garam, dan gula merah. Aduk hingga kuah mendidih.
- Tambahkan daun bawang dan cuka ke dalam kuah. Aduk kembali kuah hingga rata.
- Berikutnya, persiapkan wadah atau piring untuk isian geco.
- Susun ketupat, tauge, mi, dan tahu kuning goreng sesuai selera masing-masing.
- Siram isian tersebut dengan kuah tauco yang sudah tersedia sebelumnya.
- Tambahkan bawang goreng dan cabai rawit untuk menambah cita rasa.
- Geco khas Cianjur sudah bisa disajikan dan dinikmati bersama.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


