Ekonomi dunia hari ini bukan lagi sekadar soal komoditas atau industri manufaktur. Kita telah masuk ke dalam era experience economy, di mana orang tidak lagi membeli barang, melainkan membeli transformasi dan kualitas hidup. Fenomena ini terlihat jelas pada sektor kesehatan. Selama puluhan tahun, kita terbiasa melihat kelas menengah kita rela mengantre di berbagai negara di luar negeriĀ untuk mendapatkan layanan estetika. Kita seolah tak bisa berbuat apapun danĀ membiarkan triliunan rupiah devisa "terbang" ke luar negeri setiap tahunnya karena isu kepercayaan dan standar pelayanan di Indonesia.
Namun, lanskap itu kini sedang dirombak total. InJourney Hospitality melalui The Sanur melakukan langkah yang sangat berani dan taktis. Mereka memahami bahwa Bali tidak boleh lagi hanya mengandalkan matahari dan pantai. Bali harus naik kelas menjadi pusat solusi kesehatan global.
Transformasi Sanur Menjadi Magnet Kesehatan Global
Hadirnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur merupakan sebuah tonggak sejarah. Inilah destinasi pariwisata kesehatan terintegrasi pertama di Indonesia yang berstandar internasional. Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan kawasan ini sebagai pemain strategis. Melalui KEK Sanur, InJourney Hospitality menghadirkan pengalaman istimewa yang memadukan pelayanan medis kelas dunia dengan keindahan pariwisata Bali.
Potensi industri pariwisata kesehatan di Asia Tenggara mencapai Rp 800 triliun per tahun. Dengan kehadiran The Sanur, kita berpotensi menahan laju devisa yang keluar hingga Rp 86 triliun. Lebih dari itu, kawasan ini diproyeksikan menambah devisa negara sebesar Rp 19 triliun. Inilah yang saya sebut sebagai diversifikasi ekonomi yang bernilai tambah tinggi.
The Solitaire: Kurasi Talenta Global di Jantung Bali
Layanan unggulan yang menjadi buah bibir adalah The Solitaire. Di bawah pengelolaan mitra strategis, klinik bedah estetika ini melakukan kurasi terhadap pakar pakar terbaik dari Korea, Brasil, hingga Turki. Nama nama besar seperti Banobagi Plastic Surgery dari Korea dan pakar bedah pilihan selebriti dunia, Dr. Marco Faria Correa, kini tersedia di Bali. Kehadiran fasilitas ini memperkuat visi besar yang diusung oleh InJourney Hospitality dalam menjadikan The Sanur sebagai international health and wellness destination.

The Solitaire menghadirkan spektrum layanan yang sangat komprehensif dalam satu atap. Mereka menawarkan Cosmetic Surgery dan Body Contouring yang memberikan transformasi fisik dengan standar keamanan rumah sakit internasional. Selain itu, tersedia pula solusi estetika mulai dari Hair Transplantation hingga Cosmetic Dentistry untuk menciptakan senyuman yang sempurna. Layanan yang bersifat sangat personal seperti Intimate Rejuvenation juga hadir dengan jaminan privasi tinggi. Tak ketinggalan, mereka menyentuh masa depan medis melalui Regenerative Medicine dan Longevity yang berfokus pada peremajaan sel serta umur panjang.
Kemandirian Medis dan Indonesian Hospitality
Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional untuk memperkuat kemandirian layanan kesehatan kita. Ini adalah soal daya saing. Kita mengintegrasikan keahlian medis global dengan kehangatan pelayanan khas Indonesia. Pasien mendapatkan perawatan terbaik dengan kenyamanan fasilitas hotel bintang lima.

The Sanur membuktikan bahwa Indonesia mampu menjadi pusat health and wellness dunia. Kita tidak lagi hanya menjadi penonton dalam industri kesehatan global. Dengan hadirnya layanan Plastic & Surgery berkelas dunia ini, InJourney Hospitality telah memposisikan Indonesia sebagai destinasi utama yang kompetitif dan berorientasi jangka panjang.
Bali kini punya wajah baru. Bukan sekadar tempat berlibur, melainkan pusat transformasi diri yang berkelas dunia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


