Dari Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tumbuh berbagai inisiatif lokal yang digerakkan oleh pemuda desa. Salah satunya datang dari Belgi Alhuda, figur muda yang konsisten terlibat dalam kerja-kerja sosial, kepemudaan, seni, dan ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Aktivitas yang dijalankannya menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari tingkat desa, melalui kolaborasi dan keberlanjutan.
Berangkat dari Kepedulian Sosial dan Pemuda Desa

Pelantikan Karang Taruna Desa Ciburayut | Sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda
Belgi Alhuda dikenal aktif dalam kegiatan kepemudaan sejak dipercaya menjadi Ketua Karang Taruna Desa Ciburayut pada tahun 2025 setelah sebelumnya menduduki posisi sebagai ketua bidang seni budaya dan olahraga pada periode sebelumnya. Melalui organisasi ini, ia terlibat langsung dalam penguatan peran pemuda desa, mulai dari kegiatan sosial kemasyarakatan, pendidikan nonformal, hingga pengembangan potensi kewirausahaan.
Perannya tidak hanya terbatas di tingkat desa. Belgi juga pernah memimpin Komunitas Tagar Motekart serta pernah menjabat sebagai Ketua Forum UMKM dan IKM Kecamatan Cigombong. Melalui forum-forum tersebut, ia terlibat dalam pendampingan pelaku usaha kecil, penguatan jejaring antar pelaku ekonomi lokal, serta pengembangan potensi berbasis sumber daya wilayah.
Membuka Jejaring dan Relasi Hingga Ekosistem Kreatif

Belgi Alhuda pada saat mengikuti Bimtek Inkubasi bersama Disbudpar Kabupaten Bogor dan Kabekraf | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda
Keseriusannya dalam mengembangkan potensi, dirinya membuka jejaring dalam ekosistem kreatif bersama Perkumpulan Sektor Ekonomi Kreatif (Perspektif) dan menjadi Anggota Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor (Kabekraf), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor.
Membuka Akses Pendidikan Non Formal

Belgi Alhuda (Kanan) pada saat membagikan ijasah kepada siswa | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda
Salah satu fokus yang terus diupayakan adalah perluasan akses pendidikan bagi pemuda yang tidak melanjutkan pendidikan formal. Belgi berkolaborasi dengan PKBM Ibnu Rusy dalam pembukaan kelas jauh di Kecamatan Cigombong.
Program pendidikan non formal ini memberi ruang belajar alternatif bagi pemuda bagi mereka yang berusia produktif untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, serta kesiapan menghadapi dunia kerja dan usaha. Pendekatan ini menempatkan pendidikan sebagai alat pemberdayaan, bukan semata jalur akademik formal.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau disingkat PKBM yang membuka kelompok belajar di wilayah Kecamatan Cigombong dan telah meluluskan tidak kurang dari 150 siswa untuk paket A, B dan C sejak digelar 2022-2023 lalu.
Merawat Budaya Lokal di Tengah Perubahan

Menghidupkan kembali permainan tradisional | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda
Di tengah perubahan sosial dan budaya yang cepat, upaya pelestarian budaya lokal juga menjadi bagian dari perhatian. Belgi terlibat dalam kegiatan pengenalan kembali permainan tradisional Sunda (kaulinan barudak) sebagai sarana edukasi karakter dan penguatan identitas budaya anak dan pemuda.
Kegiatan ini kerap dikemas dalam bentuk edukasi luar ruang dan outbound, menggabungkan pembelajaran, kebersamaan, serta nilai-nilai kearifan lokal agar tetap relevan dengan kehidupan generasi muda masa kini.
Belgi Art Gallery: Seni, Lingkungan, dan Ekonomi Kreatif

Belgi Alhuda pada saat mengikuti pameran Ekonomi Kreatif | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda
Komitmen terhadap isu lingkungan dan ekonomi kreatif diwujudkan melalui pendirian Belgi Art Gallery, sebuah ruang kreatif berbasis komunitas yang memanfaatkan limbah kayu industri sebagai bahan baku utama.
Limbah kayu yang sebelumnya tidak bernilai diolah menjadi produk seni dan fungsional, seperti karya pyrography (seni bakar kayu), furnitur skala kecil, serta produk kriya lainnya. Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang keterampilan dan usaha bagi pemuda sekitar.
Karya-karya dari Belgi Art Gallery telah dipamerkan dalam berbagai agenda ekonomi kreatif, termasuk kegiatan Gebyar IKM UMKM Pakansari, Hari Jadi Bogor, KabogorFest 2025 dan peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) tingkat Kabupaten Bogor dan masih banyak lagi yang diikutinya serta tidak lupa pameran di tingkat Nasional yang digelar di Jakarta Creative Expo.
Selama menekuni kerajinan tangan yang diberi nama Belgi Art, usahanya telah mendapatkan apresiasi dari berbagai ajang festival dan lomba. Karyanya pernah masuk nominasi 10 besar dalam ajang pedjuang djiwa tangguh tingkat nasional dan 10 besar dalam festival UMKM Milenial Kabupaten Bogor yang digelar oleh HIPMI Kabupaten Bogor.
Ruang Belajar Alternatif bagi Pemuda

Kunjungan sekolah SMA ke Belgi Art | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda
Lebih dari sekadar galeri, Belgi Art Gallery berkembang sebagai ruang belajar alternatif. Pelajar dari berbagai sekolah SMP maupun SMA kerap mengunjungi galerinya hingga mahasiswa dari wilayah Bogor dan Jakarta.
Sebut saja di antaranya Mahasiswa Universitas Pakuan, Universitas Djuanda, Universitas Sahid Jakarta dan Universitas Meecubuana serta Universitas 17 Agustus dan pemuda kerap mengikuti kunjungan edukatif dan pelatihan pengolahan limbah kayu untuk mempelajari proses kreatif, dasar kewirausahaan, serta pentingnya kesadaran lingkungan.
Advokasi Seni dan Film Lokal

Belgi Alhuda bersama Tim pada saat memenangkan lomba festival film kabupaten Bogor | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda
Ketertarikan Belgi pada seni juga diwujudkan melalui keterlibatannya dalam produksi film pendek berjudul “Mulih Ka Jati, Mulang Ka Asal”. Film ini mengangkat tema budaya, lingkungan, serta relasi manusia dengan akar identitasnya.
Karya tersebut ditayangkan dalam Festival Film Kabupaten Bogor 2025 dan menjadi medium refleksi sosial tentang pentingnya menjaga nilai, alam, dan jati diri di tengah perubahan zaman.
Dalam keikutsertaannya, film dokumenter garapan sineas muda Cigombong tersebut mendapatkan apresiasi dengan terpilihnya sebagai juara 1 terbaik sekabupaten Bogor.
Pengakuan atas Kerja Kolektif

Sertifikat Penghargaan | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda
Atas konsistensi dalam lingkup kepemudaan dan sosial, Karang Taruna Desa Ciburayut di bawah kepemimpinan Belgi Alhuda meraih sejumlah penghargaan tingkat daerah dan nasional, di antaranya:
1. Peringkat Kedua Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Tahun 2021
2. Peringkat Ketiga Karang Taruna Beriman Award Tingkat Kabupaten Bogor Tahun 2025
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kolaborasi dan semangat gotong royong yang dibangun bersama pemuda dan masyarakat desa.
Terlibat dalam Pengembangan Musik Etnik Tradisional Kabupaten Bogor

Belgi Alhuda bersama kelompok musik tradisional Pharaswara Etnika | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda
Kecintaannya pada Seni budaya, tidak lupa dirinya dedikasikan dalam komunitas musik Pharaswara Etnika yang dibuat bersama Kawan. Kelompok musiknya mengusung konsep musik etnik tradisional kolaborasi modern sebagai bagian dari merawat seni budaya dan tradisi dengan memadukan unsur modern agar relevan di era sekarang.
Perubahan dari Tingkat Lokal
Pengalaman Belgi Alhuda menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu lahir dari ruang besar atau pusat kota. Melalui seni, budaya, pendidikan, sosial, kepemudaan, dan kepedulian lingkungan, serta ekonomi kreatif dapat menjadikan potensi lokal dan inisiatif lokal yang dapat tumbuh menjadi gerakan yang berkembang dan berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


