limolasan memahami esensi universitas kuno asram bramacari - News | Good News From Indonesia 2026

Limolasan: Memahami Esensi Universitas Kuno Asram Bramacari

Limolasan: Memahami Esensi Universitas Kuno Asram Bramacari
images info

‎Dalam Limolasan, sejarah tak hadir sebagai teks beku. Tapi narasi yang hidup dan mengalir seperti sungai Bengawan, tak pernah berhenti menyusun diskursus pengetahuan. Kali ini, Limolasan membahas Asram Bramacari, universitas kuno yang pernah ada di Blora dan Bojonegoro.

Tas ransel dan tumbler tergeletak di bawah teduh pepohonan. Di pinggirnya, para peserta duduk melingkar. Tanpa podium, tanpa mikrofon. Hanya tikar dan buku-buku lusuh yang tersimpan di dalam kepala, sebagai bahan percakapan tentang pengetahuan masa silam yang nyaris terlupakan. Itulah suasana Limolasan, forum ilmiah partikelir mempertemukan para periset dari provinsi Jateng dan Jatim.

Forum Limolasan biasanya memang dilaksanakan pada malam purnama pertengahan (15-16) Hijriah. Namun, membuka tahun 2026 ini, Limolasan dilaksanakan pada sore hari, pertengahan (15-16) Masehi. Sebab, bebarengan Jumat terakhir Rajab dan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW — momen identik gerbang pengharapan dan risalah ilmu pengetahuan.

‎Forum diskusi kecil penuh makna itu, berlangsung di Gunung Jali Tebon, bukit kapur tepi Bengawan, pembatas antara Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Selain titik antar provinsi, Gunung Jali merupakan tempat bersejarah yang diukir abadi sebagai tanah inkubasi peradaban, kawah penyelaras ilmu pengetahuan dari zaman ke zaman.

Zawiyah Gunung Jali menjadi simbol halusnya transisi ajaran lama ke ajaran baru. Gus Dur menyebutnya prototype toleransi. Sejarah mencatat, di kawasan ini tak pernah ada pertumpahan darah atas nama agama. Bahkan lebih dikenal sebagai tempat di mana Islam datang membawa keselamatan, melalui rahmat dan ajaran welas asih.

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.