menelusuri jejak hijau di kotagede lewat jogja heritage green tour - News | Good News From Indonesia 2026

Menelusuri Jejak Hijau di Kotagede Lewat Jogja Heritage Green Tour

Menelusuri Jejak Hijau di Kotagede Lewat Jogja Heritage Green Tour
images info

Menelusuri Jejak Hijau di Kotagede Lewat Jogja Heritage Green Tour


Satu lagi kegiatan berlangsung di Yogyakarta. Pada Minggu (1/3) sore, kawasan bersejarah di Kotagede Yogyakarta menjadi lokasi penyelenggaraan Jogja Heritage Green Tour, sebuah program yang diinisiasi oleh Sebumi.

Kegiatan ini disebut dirancang untuk memberi pengalaman berinteraksi dengan komunitas lokal di Yogyakarta, sekaligus menghidupkan kembali warisan kuliner dan nilai sejarah dengan pendekatan yang lebih "green" dan berkelanjutan.

Menyusuri Warisan Sejarah dengan Berjalan Kaki

Suasana Jogja Heritage Green Tour di Kotagede, Minggu (1/3) | Foto: Keriliwi
info gambar

Suasana Jogja Heritage Green Tour di Kotagede, Minggu (1/3) | Foto: Keriliwi


Peserta tur menyusuri Kotagede yang dikenal sebagai bekas ibu kota Kesultanan Mataram Islam sejak abad ke-16. Dahulu, kawasan ini merupakan hutan Alas Mentaok, wilayah yang namanya diambil dari pohon mentaok yang banyak tumbuh di sana.

Kini, jejak sejarah tersebut masih dapat ditemukan melalui bangunan dan tata ruang yang tetap dijaga masyarakat.

Salah satu titik awal kunjungan adalah kompleks Masjid Gedhe Kotagede. Di area ini, peserta mengamati deretan pohon sawo kecik yang mengelilingi masjid. Di bagian depan, terdapat kolam kecil yang dahulu difungsikan untuk mencuci kaki sebelum masuk, mengingat masyarakat masa lalu banyak berjalan tanpa alas kaki.

Tur kemudian berlanjut ke area makam raja-raja Mataram Islam dan sendang yang berada di sekitar kompleks. Peserta juga diajak singgah di spot yang dikenal sebagai Between Two Gates, lorong sempit yang menjadi salah satu titik wisata terkenal khas Kotagede.

Gali Nilai Keberlanjutan dari Peninggalan Leluhur

Suasana Jogja Heritage Green Tour di Kotagede, Minggu (1/3) | Foto: GNFI/Pierre Rainer
info gambar

Suasana Jogja Heritage Green Tour di Kotagede, Minggu (1/3) | Foto: GNFI/Pierre Rainer


Nugroho Santoso dari Sebumi yang turut menjadi pemandu tur, menjelaskan alasan penggunaan konsep "green" dalam kegiatan ini.

"Karena kadang kita tidak sadar bahwasanya leluhur kita atau nenek moyang kita itu sudah meninggalkan nilai-nilai keberlanjutan dalam peninggalan-peninggalannya mereka. Misalkan dari bangunan atau tanaman, itu kan menunjukkan sisi-sisi hijau bagaimana masyarakat zaman dulu itu sudah menerapkan aspek-aspek tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” papar sosok yang akrab dikenal sebagai Mas Santos ini.

Ia menambahkan, metode tur dengan berjalan kaki dipilih agar peserta lebih peka terhadap detail lingkungan sekitar.

“Nah dalam jalan kaki ini kita belajar bareng, sisi-sisi apa yang bisa kita gali, terutama karena hari ini kita berada di Kotagede, ya kita gali aspek-aspek hijau apa yang ada di Kotagede ini,” kata Nugroho.

Harapan Akan Wisata Berkelanjutan

Suasana Jogja Heritage Green Tour di Kotagede, Minggu (1/3) | Foto: GNFI/Pierre Rainer
info gambar

Suasana Jogja Heritage Green Tour di Kotagede, Minggu (1/3) | Foto: GNFI/Pierre Rainer


Ke depan, Nugroho berharap konsep wisata yang lebih ramah lingkungan dapat semakin berkembang, termasuk di Yogyakarta.

“Harapannya semakin menyebar luas, karena kita tahu mass tourism itu menghasilkan sampah yang tidak sedikit. Termasuk juga salah satu penghasil sampah terbanyak di Indonesia,” tutupnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Pierre Rainer lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Pierre Rainer.

PR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.