Ada sebuah cerita rakyat dari Sumatera Utara yang berkisah tentang legenda asal usul pohon sagu. Menurut ceritanya, pohon sagu ini dulunya tercipta dari seorang gadis yang berkorban untuk menyelamatkan kampungnya dari paceklik.
Bagaimana kisah lengkap dari legenda asal usul pohon sagu dalam cerita rakyat Sumatera Utara tersebut?
Legenda Asal Usul Pohon Sagu, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara
Dikutip dari buku Asal Usul: Bunga Rampai Cerita Rakyat Sumatera Utara, pada zaman dahulu ada sebuah kampung yang berada di hulu Sungai Silau. Di sana hidup keluarga kecil yang memiliki dua orang putri cantik jelita.
Putri sulung keluarga ini bernama Rumbia. Sementara itu, si bungsu bernama Enau.
Setiap ada pesta adat yang digelar di kampung tersebut, Rumbia dan Enau pasti selalu hadir mengikutinya. Kedua putri ini biasanya akan didampingi oleh Serindan, putra dari raja kampung tersebut yang juga menjadi tunangan Rumbia.
Serindan dan Rumbia dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Karena kedua keluarga berasal dari kalangan terpandang, maka pesta besar dipersiapkan untuk menyambut pernikahan pasangan tersebut.
Kedua pasangan ini direncanakan akan menikah dua tahun setelah pertunangan mereka. Segala persiapan pun dilakukan untuk menyambut pesta besar tersebut.
Namun situasi paceklik tiba setahu jelang pernikahan digelar. Musim kemarau panjang menimpa kampung tersebut.
Alhasil semua padi dan tanaman masyarakat menjadi kering dan mati. Hanya pohon-pohon besar saja yang mampu bertahan dari kondisi tersebut.
Akibatnya masyarakat yang ada di sana dilanda kelaparan. Melihat hal ini, sang raja kemudian mengutus ahli nujum dan para datu untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut.
Ahli nujum dan para datu kemudian menyampaikan solusi dari penerawangan yang sudah dilakukan. Mereka berkata mesti ada seorang anak gadis yang bersemedi di gua untuk mendapatkan petunjuk.
Selain itu, gadis ini mesti dijaga oleh seorang lelaki di mulut gua. Setelah mendapatkan jawaban ini, sang raja kemudian mengumumkan kepada masyarakat dan mencari siapa yang bersedia untuk menjalankan tugas mulia tersebut.
Ketika sang raja meminta relawan yang ingin berkorban, tidak ada seorangpun yang berani untuk memenuhi tugas tersebut. Di sela keheningan, tiba-tiba Rumbia bersuara dan berkata jika dia bersedia untuk menjalankan tugas itu.
Tidak lama kemudian, Serindang juga menyahut dan berkata pada ayahnya. Dia berkata akan menjadi orang yang menjaga Rumbia di mulut gua nantinya.
Akhirnya kedua pasangan ini pergi ke gua yang ada di dekat kampung tersebut. Sesampainya di sana, Rumbia langsung bersemedi dengan khusyuknya.
Di sisi lain, Serindan siap sedia berjaga dari luar gua. Dia siap menjaga calon istrinya dari segala marabahaya yang akan menghadang.
Sebuah keajaiban terjadi begitu tengah malam tiba. Tubuh Rumbia perlahan berubah menjadi pohon besar sebangsa palem.
Melihat hal ini, semua masyarakat kemudian langsung berkumpul di sana. Mereka terkejut tidak bisa menemukan sosok Rumbia di dalam gua tersebut.
Tidak lama kemudian, muncul sebuah suara dari balik pohon tersebut. Dia berkata jika pohon ini adalah jelmaan dari Rumbia.
Rumbia kemudian berpesan jika masyarakat untuk menebang pohon ini saat sore tiba. Setelah itu, mereka mesti memotong pohon itu untuk mendapatkan pulut putih di bagian dalamnya.
Pulut putih ini nantinya mesti ditumbuk dengan halus. Nantinya pulur putih itu akan menjadi tepung sagu dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan makanan sehari-hari.
Rumbia kemudian memerintahkan semua masyarakat untuk mengambil anak pohon dan menanam di rumah mereka masing-masing. Semua masyarakat yang ada di sana kemudian menjalankan perintah tersebut.
Akhirnya masyarakat yang ada di kampung tersebut terlepas dari paceklik yang terjadi. Kelak pohon jelmaan dari Rumbia inilah yang dikenal sebagai pohon sagu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


