mengapa film na willa begitu spesial - News | Good News From Indonesia 2026

Mengapa Film Na Willa Begitu Spesial?

Mengapa Film Na Willa Begitu Spesial?
images info

Mengapa Film Na Willa Begitu Spesial?


Na Willa hadir bersama sederet film lainnya untuk mewarnai libur Lebaran tahun 2026 ini. Tapi apa yang membuatnya begitu spesial?

Penayangan film keluarga pada momen Lebaran adalah hal lazim di Indonesia. Namun bisa dibilang, Na Willa adalah film yang paling banyak dibicarakan pada masa libur Lebaran ini.

Na Willa adalah film terbaru persembahan Visinema Studios yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026. Film tersebut bercerita tentang kehidupan seorang anak bernama Willa di sebuah gang di Surabaya pada era 1960-an.

Na Willa diangkat dari novel berjudul sama yang ditulis Reda Gaudiamo. Di tangan sutradara Ryan Adriandhy, Na Willa kemudian bertransformasi menjadi film layar lebar.

Membuat film dengan mengangkat ceritanya dari novel mungkin biasa. Tapi Na Willa bisa dibilang spesial. Hal ini diakui oleh sutradara kawakan Riri Riza.

“Menurutku, novel Na Willa adalah buku yang khusus, istimewa. Tapi ketika Ryan memfilmkannya, dia menjadi sebuah film yang bukan hanya istimewa dalam artian cara berceritanya, tetapi juga kedekatannya dengan perasaan,” kata Riri.

Sebagai sutradara, Riri sendiri juga punya pengalaman membuat film yang ceritanya diangkat dari novel. Ia juga beberapa kali menggarap film untuk anak-anak seperti Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi.

Riri tentu tahu betul bahwa menghadirkan film untuk anak-anak adalah hal penting. Maka dari itu, ia menyambut baik kehadiran Na Willa di bioskop negeri ini.

“Jadi, saya merasa bangga bahwa akhirnya kita punya lagi sebuah film anak-anak yang formulanya pas, tepat, dan sangat menyenangkan untuk ditonton,” tambah Riri.

Jika dari kacamata sineas Na Willa dianggap spesial karena dekat dengan perasaan dan formulanya mantap, pandangan lain disampaikan oleh pembawa acara (host) dan aktor Reza Chandika. Menurutnya, menonton film Na Willa terasa seperti diajak untuk melihat kembali kehidupan anak-anak.

“Sebagai anak kampung OG (asli), enggak ngerti kenapa deres banget nih air mata kita dari awal sampai ending film, ehehe capek juga jadi orang gede. Rest area terbaik untuk umuran kita-kita,” kata Reza Chandika.

Na Willa

baca juga

Musik Na Willa Tak Kalah Spesial

Setiap adegan yang dijahit dan dirangkai oleh Ryan Adriandhy selaku sutradara bukanlah satu-satunya hal spesial dari Na Willa karena ada pula hal spesial lain: musiknya.

Na Willa punya lagu dan adegan musikal yang begitu ikonik. Lagu berjudul “Sikilku Iso Muni” yang ditulis oleh trio Laleilmanino sukses membuat penonton bersenandung hingga meninggalkan bioskop dengan bahagia.

"Bagi kami lagu “Sikilku Iso Muni” ingin memberikan pelajaran pada teman-teman, bahwa kehilangan bukanlah akhir, tetapi merupakan sebuah perjalanan baru,” ujar Nino dari Laleilmanino yang menggarap lagu tersebut.

“Sikilku Iso Muni” dinyanyikan oleh Luisa Adreena dan Azamy Syauqi dengan diiringi oleh Laleilmanino. Lagu tersebut menonjolkan suasana ceria dan riang meski di belakangnya ada adegan yang dalam logika orang dewasa bisa dibilang tragis dan gelap.

Dalam Na Willa, "Sikilku Iso Muni" dinyanyikan pada bagian cerita saat teman Willa, Dul, tertabrak kereta api hingga kakinya diamputasi dan harus menggunakan kaki palsu dari kayu. Alih-alih sedih, Dul justru tetap ceria dan mengekspresikannya dengan bernyanyi.

Judul "Sikilku Iso Muni" sendiri bukan dipilih tanpa alasan. Ternyata, inspirasinya berasal dari salah satu dialog yang ada dalam novel Na Willa.

“Saat membaca novelnya, ada satu bab ketika Na Willa menjenguk Dul. Bu Reda menuliskan dengan sangat indah sekali. Tulisannya, ‘Dul dengan bangga bilang bahwa sikilku iso muni (kakiku bisa berbunyi). Lalu aku dan Dul menyanyi berdua, dan Mak dari pinggir memperhatikanku dengan mata basah,’” ujar Ryan Adriandhy.

baca juga

 

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.