yang komplit dan gratis cuma di sini percetakan braille kemensos dukung akses literasi - News | Good News From Indonesia 2026

Yang Komplit dan Gratis, Cuma di Sini! Percetakan Braille Kemensos Dukung Akses Literasi

Yang Komplit dan Gratis, Cuma di Sini! Percetakan Braille Kemensos Dukung Akses Literasi
images info

Yang Komplit dan Gratis, Cuma di Sini! Percetakan Braille Kemensos Dukung Akses Literasi


Pernahkah Kawan memperhatikan Gedung Sentra Wyata Guna saat melewati Jalan Pajajaran, Bandung? Atau jangan-jangan Kawan malah baru dengar nama tersebut?

Sentra Wyata Guna di Bandung adalah lembaga rehabilitasi sosial di bawah Kementerian Sosial yang berfokus pada pelayanan disabilitas netra dan kelompok rentan lainnya.

Pusat ini menyediakan layanan komprehensif, meliputi terapi fisik, terapi wicara, pelatihan braille, sertifikasi pijat tradisional, serta bantuan alat bantu adaptif (kursi roda dan tongkat).

Selain itu, pusat ini juga menyediakan Layanan Percetakan Braille Wyata Guna, percetakan Literasi Braille milik Kementerian Sosial. Setiap hari, percetakan ini mencetak buku-buku yang berisi titik-titik guna mendukung akses literasi bagi Kawan yang buta.

Buku yang diproduksi di sini disebut lebih komplit dibandingkan tempat lain. Bahkan, buku-buku tersebut didistribusikan secara gratis.

“Yang komplit, yang gratis di sini satu-satunya,” kata Yunna Nursyalamah, pengalih huruf braille.

Meski demikian, percetakan ini tidak asal cetak. Ada daftar buku yang dianggap wajib sehingga beberapa buku harus didahulukan.

“Yang wajib itu Alquran, Al-Kitab. Kemudian buku pengetahuan umum, buku keterampilan, buku keagamaan,” kata Yunna.

Yang menarik, buku pengetahuan umum itu mencakup banyak jenjang, dari SD sampai universitas. Artinya, percetakan ini ikut menopang pendidikan formal.

baca juga

Kenapa Satu Alquran Bisa Jadi 30 Jilid?

Jika Kawan terbiasa melihat Al-Qur’an dalam satu buku berjilid tebal, buku dengan sistem braille punya mekanisme yang berbeda.

Satu set Al-Qur’an braille terdiri dari 30 buku. Artinya, setiap satu juz dicetak menjadi satu jilid tersendiri.

Hal ini terjadi karena sistem braille menggunakan titik-titik timbul yang membutuhkan ruang lebih besar dibanding huruf biasa. Akibatnya, satu halaman braille jauh lebih tebal dan tidak bisa memuat terlalu banyak teks dalam satu buku.

Jadi, wajar kalau satu set bisa memenuhi satu rak kecil. Dalam setahun, sekitar 1.500 buku harus diproduksi hanya untuk Al-Qur’an saja.

baca juga

Salah Satu Titik Saja Bisa Mengubah Makna

Proses percetakan Al-Qur’an di sini pun tidak sesederhana tinggal cetak.

Sebelum masuk mesin, naskah harus melalui tahap alih huruf braille. Teks biasa diubah menjadi kombinasi titik-titik timbul. Proses ini tidak bisa asal, bahkan butuh ketelitian tinggi. Satu titik saja keliru artinya juga bisa ikut berubah.

Karena itu, setiap naskah harus melewati proses penyuntingan yang ketat. Setelah dicetak, hasilnya masih diperiksa ulang. Baru kemudian dijilid.

Dalam sehari, percetakan ini memproduksi sekitar 30 buku.

baca juga

Majalah yang Isinya Bukan Tentang Mereka, tapi dari Mereka

Selain buku, Sentra Wyata Guna juga cetak majalah bernama Gema Braille. Terbitnya dua bulan sekali.

Isinya bukan sekadar informasi umum, tapi juga tulisan dari penyandang disabilitas netra.

“Dapat hasil inti bacaannya itu dari para disabilitas netra ataupun dari teman-teman yang menyampaikan inspirasinya lewat tulisan,” kata Yunna.

Tulisan-tulisan itu dikumpulkan, lalu dikurasi lewat pembahasan di redaksi. Biasanya, tulisan yang dipilih adalah tulisan yang sesuai tema.

baca juga

Ada yang Menyumbang Suara

Literasi di tempat ini tidak berhenti di buku. Ada juga audio book. Yang menarik, pengisi suaranya bukan tenaga profesional berbayar.

“Di dalamnya ada ibu-ibu yang bersedekah suara,” ujar Yunna.

Mereka membaca dengan serius, bahkan beberapa disebut punya bakat.

Hasil dari rekaman dibagikan gratis ke penerima manfaat. Dulu lewat kaset dan CD; sekarang lewat flashdisk.

Anak-anak di SLB disebut cukup antusias mendengarkannya.

Nah, bagi Kawan yang tertarik, Sentra Wyata Guna menyediakan layanan langganan buku ataupun majalah. Majalah dikirim tiap dua bulan. Kalau ada buku baru, ikut dikirim.

“Untuk teman-teman disabilitas di Indonesia yang telah berlangganan dikirim secara otomatis,” kata Yunna.

Penerimanya mulai dari individu, SLB, sampai kampus. Percetakan ini juga melayani permintaan khusus, misalnya dari pemerintah daerah, swasta, atau individu yang ingin bukunya dialih huruf ke braille.

Caranya cukup mengirim surat permohonan. Layanan ini juga tetap gratis.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.