Berbicara soal minyak bumi, pikiran kita mungkin langsung tertuju pada hamparan padang pasir di Arab Saudi atau sumur-sumur raksasa di Amerika Serikat.
Namun, jika Kawan melihat data realitas perdagangan energi kita sebagaimana diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS), ceritanya sedikit berbeda. Pemasok utama minyak bumi dan hasil-hasilnya ke Indonesia justru berasal dari tetangga terdekat kita di Asia Tenggara.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis, Singapura masih memegang kendali sebagai negara asal impor minyak terbesar bagi Indonesia.
Sepanjang tahun 2024, berat bersih minyak yang didatangkan dari Negeri Singa mencapai 15,8 juta ton. Jika diuangkan, nilai CIF (Cost, Insurance, and Freight) impor tersebut menyentuh angka fantastis, yakni USD11,7 miliar.
Tetangga Dekat Jadi Andalan Utama
Mengapa Singapura?
Jawabannya bukan karena mereka memiliki sumur minyak yang melimpah, melainkan karena peran mereka sebagai pusat kilang dan hub perdagangan minyak terbesar di kawasan ini.
Tak hanya Singapura, Malaysia juga menempati posisi kedua dengan volume impor sebesar 6,5 juta ton atau senilai USD4,7 miliar pada 2024.
Besarnya jumlah impor pada negara tetangga ini menunjukkan betapa pentingnya jalur perdagangan di Asia Tenggara bagi ketahanan energi nasional.
Sebagai perbandingan, Arab Saudi yang sering dianggap sebagai gudang minyak dunia berada di posisi ketiga dengan pasokan sebesar 5,2 juta ton.
Meskipun volumenya cukup besar, perannya masih di bawah dominasi Singapura yang secara logistik jauh lebih efisien.
Amerika Serikat dan Tiongkok Mulai Merangkak Naik
Satu hal yang menarik untuk dicermati adalah tren peningkatan impor dari Amerika Serikat.
Dalam beberapa tahun terakhir, volume pasokan dari Negeri Paman Sam terus menunjukkan grafik menanjak. Pada 2017, kita hanya mengimpor sekitar 827 ribu ton, namun di tahun 2024 angka tersebut melesat hingga 4,6 juta ton.
Selain Amerika, Tiongkok juga mulai menunjukkan taringnya dalam menyuplai produk minyak ke Indonesia.
Impor dari Tiongkok melonjak dari 834 ribu ton di tahun 2023 menjadi 1,4 juta ton pada tahun 2024.
Pergeseran ini memperlihatkan bahwa Indonesia mulai mendiversifikasi sumber energinya untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah dinamika harga minyak dunia yang fluktuatif.
Menjaga Nafas Energi Nasional
Secara keseluruhan, total impor minyak bumi Indonesia pada tahun 2024 mencapai 53,7 juta ton dengan total nilai mencapai USD36,2 miliar.
Angka ini terus merangkak naik seiring dengan meningkatnya kebutuhan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di dalam negeri.
Dominasi Singapura dan Malaysia dalam peta impor ini menjadi pengingat bahwa stabilitas kawasan Asia Tenggara memiliki dampak langsung pada ketersediaan bahan bakar di SPBU kita.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


