Kabar baik untuk seluruh umat Katolik di Indonesia! Media resmi milik Takhta Suci vatikan, Vatican News, akhirnya memasukkan bahasa Indonesia ke dalam salah satu bahasa resmi di Vatican News.
Hal ini menjadi kabar sukacita bagi umat Katolik Tanah Air, karena seluruh pemberitaan resmi dari Takhta Suci dapat dinikmati dalam bahasa Indonesia. Dalam rilis resmi yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri RI, penandatanganan kerja sama penggunaan bahasa Indonesia di Vatican News itu dilakukan pada 25 Maret 2025 di Vatikan.
Kerja sama ini ditandatangani oleh Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, dan Prefek Dikasteri Komunikasi Takhta Suci, Dr. Paolo Ruffini. Masuknya bahasa Indonesia ke dalam daftar bahasa resmi di Vatican News membawa harapan besar agar seluruh komunikasi dari Vatikan dapat membawa kabar sukacita bagi seluruh umat dan warga Indonesia.
Apa Itu Vatican News?
Vatican News adalah portal berita resmi Takta Suci yang berfungsi sebagai jembatan informasi tentang Gereja Katolik global, aktivitas paus, sampai isu-isu terkini. Bersama dengan media resmi Vatikan lainnya; Vatican Radio, L’Osservatore Romano, dan Vatican Media, Vatican News dibuat untuk merespons misi gereja yang lebih baik dalam budaya kontemporer.
Lebih lanjut, Vatican News dibentuk pada 27 Juni 2015. Pembentukan portal ini merupakan inisiatif Paus Fransiskus, di mana ia mendirikan Sekretariat Komunikasi yang bertujuan untuk menyatukan dan mengoptimalkan komunikasi Vatikan.
Menariknya, Vatican News bukan hanya sekadar portal berita yang menampilkan artikel berformat teks saja. Melalui situs resminya di vaticannews.va, berita-berita di dalamnya juga dikemas dalam bentuk audio, video, sampai gambar di ranah multibahasam multibudaya, multisaluran, multimedia, dan multiperangkat.
Kawan GNFI, informasi-informasi yang disajikan di portal ini bisa dimuat dalam lebih dari 50 bahasa, seperti bahasa Inggris, Ceko, Armenia, Hindi, Italia, Korea, Arab, dan sebagainya. Dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman antara Indonesia dan Vatikan, bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa ke-57 di Vatican News.
Sejarah Panjang Pengajuan Bahasa Indonesia ke Vatican News

Penandatanganan MoU penggunaan bahasa Indonesia di Vatican News | Kemlu RI
Masuknya bahasa Indonesia ke dalam daftar bahasa resmi Vatican News menunjukkan betapa hangatnya hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Takhta Suci. Vatikan juga merupakan negara yang sangat berjasa untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. Bahkan, Takhta Suci menjadi negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia kala itu.
Kawan GNFI, perjalanan untuk meresmikan penggunaan bahasa Indonesia di media resmi Vatikan tidaklah mudah. Disadur dari infopublik.id yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, inisiatif penggunaan bahasa persatuan bangs aini lahir dari AM Putut Prabantoro, founder Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) bersa,a Lucius Gora Kunjana di tahun 2022.
PWKI memandang bahasa sebagai jembatan. Bahasa Indonesia diyakini layak untuk hadir di panggung dunia, khususnya di Vatikan.
Menariknya, dengan jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar, banyak masyarakat yang berziarah ke Vatikan. Tak hanya itu, banyak biarawan dan biarawati yang juga pergi ke Takhta Suci. Bahkan, di momen Yubelium 2025, Indonesia menempati posisi ke-2 sebagai negara dengan jumlah peziarah terbanyak ke Vatikan.
Bulan Juni 2022, PWKI akhirnya resmi mengajukan usulan penggunaan bahasa Indonesia ke Dubes RI untuk Vatikan saat itu, Laurentius Amrih Jinangkung. Inilah titik awal dari semuanya.
Dubes Laurentius meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Vatikan untuk melanjutkan komunikasi dengan Dikasteri Komunikasi. Kemudian di bulan November di tahun yang sama, PWKI melakukan audiensi dengan Paus Fransiskus sembari memaparkan tujuan penggunaan bahasa Indonesia di Vatican News. Di sini, Paus Fransiskus menegaskan peran luar biasa Indonesia sebagai negara “sumber” biarawan dan biarawati dunia.
Pasca-audiensi, PWKI kembali ke Indonesia. Pekerjaan ini kemudian diteruskan oleh Konferensi Waligereja Indonesia.
Tahun 2024, pertemuan kembali digelar di Vatikan dan difasilitasi KBRI. Di sini, Dikasteri memastikan bahwa penggunaan bahasa Indonesia hanya bisa dilakukan melalui Nota Kesepahaman resmi antara KWI dan Vatikan.
Setelah proses diplomasi yang begitu panjang, kini umat Katolik di Indonesia bisa mengakses pemberitaan resmi Takhta Suci dalam bahasa Indonesia, sehingga memunculkan rasa keterikatan yang mendalam antara Gereja dengan umat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


