kisah burung gagak berbulu merak cerita rakyat dari yogyakarta - News | Good News From Indonesia 2026

Kisah Burung Gagak Berbulu Merak, Cerita Rakyat dari Yogyakarta

Kisah Burung Gagak Berbulu Merak, Cerita Rakyat dari Yogyakarta
images info

Kisah Burung Gagak Berbulu Merak, Cerita Rakyat dari Yogyakarta


Kisah burung gagak berbulu merak adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Yogyakarta. Legenda ini berkisah tentang seekor gagak yang memasang bulu burung merak agar disegani oleh para gagak lainnya.

Namun sayang harapan yang dia inginkan tidak jadi kenyataan. Usahanya memasangi bulu burung merak justru menjadi jalan menuju akhir ajal dari burung gagak tersebut.

Bagaimana kisah lengkap dari cerita rakyat Yogyakarta tersebut? Simak kisah burung gagak berbulu merak ini dalam artikel berikut.

Kisah Burung Gagak Berbulu Merak, Cerita Rakyat dari Yogyakarta

Dinukil dari buku Antologi Cerita Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta, pada suatu hari seekor burung gagak terbang dan masuk ke area Keraton Mataram. Di sana dia melihat sebuah sangkar besar dengan seekor burung merak di dalamnya.

Burung gagak ini terpesona melihat keindahan bulu burung merak. Dia pun meminta burung merak untuk meminjami bulunya.

Permintaan ini tentu ditolak oleh burung merak. Apalagi dia merasa bulu yang dimiliki oleh burung gagak sama indahnya.

baca juga

Burung gagak kemudian berkata jika dia ingin berbeda dari yang lainnya. Dengan demikian, burung-burung gagak lain akan segan dan sungkan dengan keberadaannya.

Mendengar jawaban burung gagak, burung merak menjadi terheran-heran. Dia berkata bukan penampilanlah yang membuat orang lain akan segan padanya.

Akan tetapi perilaku baik antarsesama yang nantinya akan membuat seseorang disegani. Burung gagak hanya bisa merenung mendengar jawaban burung merak tersebut.

Dia sadar jika selama ini memang tidak pernah berbuat baik dengan sesama. Bahkan dia cenderung congkak dan pongah ketika bertemu dengan burung gagak lainnya.

Mendapatkan penolakan dari burung merak, burung gagak pun terbang dari sana. Meskipun demikian, dia tetap tidak menyerah untuk mendapatkan bulu burung merak tersebut.

Tidak lama terbang di udara burung gagak melihat seekor rase dari kejauhan. Rase tersebut terlihat membaha beberapa bulu burung merak bersamanya.

Burung gagak kemudian terbang turun dan mendekat. Dia bertanya mau ke mana rase dengan bulu burung merak tersebut.

Rase berkata jika dia hendak membawa bulu burung merak ini pada anak-anaknya. Dia yakin anak-anaknya akan senang melihat bulu burung merak tersebut.

Burung merak kemudian mencari akal agar rase mau memberikan bulu-bulu itu padanya. Dia pun berkata jika rase mau memberikan bulu merak padanya, maka dirinya boleh mengambil berutunya.

Rase tentu tidak percaya dengan tawaran burung gagak. Namun burung gagak memastikan bahwa penawarannya ini benar adanya.

Tanpa pikir panjang, rase langsung menerima tawaran itu. Dia langsung menggigit berutu burung gagak dan mencabutinya.

baca juga

Burung gagak terlihat kesakitan akibat hal itu. Namun dia berhasil mendapatkan bulu burung merak yang dia idam-idamkan.

Selepas itu, burung gagak melumuri badannya dengan getah nangka. Satu per satu bulu burung merak dia pasangi di tubuhnya.

Burung gagak kemudian kembali ke sarangnya. Dia yakin gagak-gagak lain akan kagum dan segan padanya.

Namun realita yang terjadi justru sebaliknya. Begitu tiba di sarang, tidak ada satupun gagak yang mengenalinya.

Bahkan semua memandang heran padanya. Ketika berusaha menjelaskan tentang dirinya, tidak ada satu ekorpun gagak lain yang percaya dengan keberadaannya.

Akhirnya semua gagak yang ada di sana mematuki burung gagak tersebut. Mereka tidak ingin ada penyusup yang masuk ke sarang mereka.

Bukannya rasa segan yang didapat, burung gagak tersebut justru menemui ajal atas perilakunya sendiri.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.