Legenda Khombu dan Walobho adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari Papua. Legenda ini berkisah tentang dua orang sejoli yang bertemu dari sebuah kejadian yang tidak terduga.
Berikut kisah lengkap dari legenda Khombu dan Walobho.
Legenda Khombu dan Walobho, Cerita Rakyat dari Papua
Dikutip dari artikel Agnes A. Mambieuw, "Khombu dan Walobho" dalam buku Kumpulan Cerita Rakyat Papua (Pemenang Sayembara), di sebuah kampung yang ada di Danau Sentani, hiduplah seorang ibu bersama anaknya yang bernama Khombu. Keluarga kecil ini hidup dalam taraf kemiskinan.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sang ibu rela bekerja apa saja. Berbagai hal dia lakukan, mulai dari menangkap ikan di danau hingga berkebun agar bisa terus menyambung hidup.
Khombu pun selalu membantu ibunya dengan baik. Dia terus berusaha untuk mengurangi beban sang ibu.
Keluarga kecil ini memiliki sebuah kebun yang ada di kaki Gunung Cycloop. Sehari-hari mereka mesti menempuh jarak yang cukup jauh untuk mencapai kebun tersebut.
Seiring berjalannya waktu, Khombu mulai tumbuh dewasa. Muncul keinginan untuk Khombu agar bisa menikah dan memiliki keluarga sendiri.
Namun kondisi Khombu tidak mendukung niatnya tersebut. Khombu kerap kali dijauhi oleh masyarakat karena kondisi fisiknya yang jelek.
Padahal Khombu selalu ikut andil membantu jika ada masyarakat yang membutuhkan. Namun niat baiknya itu tidak berbalas demikian.
Pada suatu hari, Khombu dan sang ibu pergi ke kebun mereka seperti biasa. Akan tetapi ada sebuah kejadian aneh yang tidak pernah mereka temui sebelumnya.
Kebun yang mereka tinggali sebelumnya tiba-tiba bersih seketika. Tidak hanya itu, banyak bibit tanaman baru yang sudah tertanam di sana.
Hal ini tentu membuat Khombu dan ibunya heran. Siapa orang yang rela membersihkan kebun mereka yang jauh dari pemukiman.
Kejadian serupa terus berulang beberapa hari kemudian. Hingga akhirnya suatu hari sang ibu meminta Khombu untuk tinggal dan menjaga kebun mereka.
Pada saat malam tiba, Khombu berkeliling area kebun tersebut. Tiba-tiba Khombu melihat cahaya terang dari balik pohon yang ada di kebun.
Tidak lama kemudian, muncul seorang wanita cantik dari balik cahaya itu. Wanita ini kemudian membersihkan kebun serta menanami berbagai macam tumbuhan di sana.
Khombu tentu tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Khombu pun bergegas kembali ke rumah dan menceritakan apa yang baru dia lihat pada sang ibu.
Sang ibu kemudian mengatur siasat dengan Khombu. Dia berkata jika Khombu mesti menancapkan potongan kayu kecil ke kepala wanita cantik tersebut.
Keesokan harinya, Khombu kembali berjaga di kebunnya. Begitu wanita cantik ini muncul, Khombu langsung menancapkan potongan kayu kecil tersebut seperti saran sang ibu.
Wanita cantik yang bernama Walobho ini tentu terkejut. Dia kemudian berkata tidak bisa kembali ke alamnya karena tertancap kayu dari Khombu.
Akhirnya Walobho dibawa pulang ke rumah oleh Khombu. Tidak lama kemudian, kedua sejoli ini kemudian menikah.
Ajaibnya setelah menikah dengan Walobho, Khombu menjelma menjadi pemuda yang tampan dan rupawan. Keluarga mereka juga terlepas dari kemiskinan dan dilimpahi berbagai keberkahan.
Dari pernikahannya ini, Khombu dan Walobho dikaruniai dua orang putri. Kedua putrinya ini juga mewarisi kecantikan yang dimiliki oleh sang ibu.
Pada suatu hari, kedua putri Khombu tengah asik membelai rambut ibu mereka. Ketika sedang membelai ini, tiba-tiba mereka melihat potongan kayu kecil yang tertancap di kepala Walobho.
Tanpa bertanya, sang putri langsung mencabut potongan kayu itu. Tiba-tiba Walobho hilang begitu saja di hadapan mereka.
Kedua putri Khombu hanya bisa menangis melihat hal itu. Khombu yang menyadari hal ini juga bisa terpana karena tahu Walobho sudah kembali ke alamnya.
Khombu dan kedua putrinya hanya bisa menyesali apa yang baru saja terjadi. Meskipun demikian, keberkahan Walobho untuk keluarga tersebut terus saja mengalir hingga akhir hayatnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


