Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa begitu kental dalam gelaran Halal Bihalal Santri/Alumni dan Haul Masyayikh Madrasah Diniyah Mafatihul Huda Padakaton. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Madrasah Hidayatul Mubtadiin, Desa Cifduwet, ini menjadi momentum penting dalam mempererat kembali tali silaturahim antaralumni lintas angkatan.
Kawan GNFI, kegiatan halalbihalal pada tahun ini hadir dengan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Jika sebelumnya acara serupa dilaksanakan secara terpisah oleh masing-masing angkatan, kini seluruh alumni dan santri bersepakat untuk menyelenggarakannya secara bersama.
Perubahan ini dilatarbelakangi oleh keinginan dari para asatidz untuk menciptakan kegiatan yang lebih efektif, efisien, serta mampu menjangkau seluruh alumni dalam satu wadah kebersamaan.
Selama ini, pelaksanaan halalbihalal yang terpisah dinilai kurang mampu mempererat hubungan secara menyeluruh. Selain itu, kegiatan yang dilakukan secara mandiri oleh masing-masing angkatan juga memerlukan biaya, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit.
Oleh karena itu, penyelenggaraan terpadu lintas angkatan menjadi solusi yang dipilih demi menghadirkan kebersamaan yang lebih luas dan bermakna.
Tidak hanya menjadi ajang temu kangen, acara ini juga dirangkai dengan haul masyayikh sebagai bentuk penghormatan kepada para guru dan sesepuh Madrasah Diniyah Mafatihul Huda Padakaton yang telah wafat.
Momentum tersebut menjadi pengingat bagi para santri dan alumni akan jasa besar para masyayikh dalam mendidik, membimbing, serta menanamkan nilai-nilai keislaman yang hingga kini terus diamalkan.
Dengan mengusung tema “Menguatkan Ikatan Santri/Alumni dalam Bingkai Halal Bihalal dan Haul Masyayikh: Silaturahim sebagai Jalan Keberkahan dalam Memperkokoh Ukhuwah serta Melanjutkan Khidmah sebagai Santri”, harapannya mampu meneguhkan kembali semangat kebersamaan dan pengabdian para alumni terhadap almamaternya.
Rangkaian acara dimulai dengan lantunan shalawat hadrah yang dibawakan oleh grup Nahdlatul Muhibbin. Iringan shalawat tersebut berhasil menciptakan suasana religius yang khidmat sekaligus menumbuhkan rasa rindu kepada Rasulullah.
Selanjutnya, acara dibuka oleh dua pembawa acara, yakni Rekan Daffa dan Rekan Dimas, yang memandu jalannya kegiatan menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Arab dan bahasa Indonesia.
Kawan GNFI, setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat Nabi yang dibawakan oleh Ustadz Rohmat, perwakilan alumni dari Desa Ciduwet.
Lantunan ayat suci tersebut menambah kekhusyukan suasana dan mengajak seluruh hadirin untuk kembali mengingat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Sambutan Ketua Panita HBH Santri/Alumni dan Haul Masyayikh Madrasah Diniyyah Mafatihul Huda Padakaton 2026
Memasuki sesi sambutan, Ketua Panitia, Zulfa Mustofa, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berparisipasi.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Desa Ciduwet Imam Rois S.Pd.I Ia menyampaikan bahwa aktivitas seperti ini memiliki nilai positif dalam memperkuat hubungan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Perwakilan alumni, Munawar, turut memberikan sambutan yang penuh makna. Ia mengenang masa-masa saat menimba ilmu di madrasah serta menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keilmuan, akhlak, dan adab yang telah diajarkan oleh para guru.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh di madrasah tidak hanya menjadi bekal pengetahuan, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan.
Sementara itu, Kepala Madrasah Diniyah Mafatihul Huda Padakaton, Kyai Haji Aminuddin Ilyyas menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya halalbihalal lintas angkatan ini. Ia berharap agar terus dilaksanakan secara rutin sebagai sarana mempererat hubungan antara madrasah dengan para alumninya, sekaligus memperkenalkan eksistensi madrasah kepada masyarakat luas.
Rangkaian sambutan ditutup oleh Ketua Yayasan Mafatihul Huda Padakaton, Romo Kyai Abdul Kholik, yang sekaligus memimpin doa tahlil untuk para masyayikh yang telah wafat. Doa tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan rasa terima kasih atas jasa para guru yang telah mendedikasikan hidupnya dalam dunia pendidikan.
Memasuki acara inti, tausiyah disampaikan oleh Drs. KH. Akhyas Mukhtar dari Brebes. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk memaknai Idulfitri sebagai momentum kembali kepada fitrah, yaitu kondisi suci setelah menjalani ibadah Ramadan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahim sebagai salah satu kunci utama dalam memperoleh keberkahan hidup.
Kawan GNFI, acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Romo Kyai Haji Ahmad Jauhari. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti sesi musafahah dan ramah tamah.
Dalam suasana penuh haru dan kebahagiaan, para santri dan alumni saling bersalaman, mempererat kembali hubungan yang mungkin sempat terpisah oleh jarak dan waktu.
Aktivitas berlangsung dengan lancar tanpa hambatan yang berarti. Lebih dari sekadar agenda tahunan, halalbihalal dan haul masyayikh ini menjadi simbol kuatnya ikatan emosional antara santri, alumni, dan para guru.
Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada guru, serta semangat untuk terus berkhidmah sebagai santri kembali diteguhkan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


