mengenal ragam tradisi dan kesenian di kebumen dari ebleg hingga merdi bumi - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Ragam Tradisi dan Kesenian di Kebumen: Dari Ebleg hingga Merdi Bumi

Mengenal Ragam Tradisi dan Kesenian di Kebumen: Dari Ebleg hingga Merdi Bumi
images info

Mengenal Ragam Tradisi dan Kesenian di Kebumen: Dari Ebleg hingga Merdi Bumi


Selain terkenal dengan panorama alam yang menarik, Kebumen juga menyimpan kekayaan budaya yang sarat akan makna histori, nilai spiritualitas, serta kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakatnya. Berbagai kesenian dan tradisi disini tidak hilang ditelan zaman, mereka tetap menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur dengan menjaga warisan turun-temurun.

Untuk menelusuri lebih dalam, berikut ragam tradisi dan kesenian yang ada di Kebumen.

1. Ebleg

Salah satu kearifan lokal yang menjadi identitas budaya di Kebumen, Jawa Tengah yaitu Ebleg. Sebuah tarian yang menggunakan properti kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu serta mengandung unsur mistis, moral, filosofi nusantara, sejarah, dan patriotisme.

Ebleg menjadi hiburan masyarakat dan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang menyaksikannya. Kesenian ini biasa dipentaskan pada acara tahunan seperti, menyambut bulan Sura, syukuran panen, dan HUT RI.

2. Cepetan Alas

Kesenian tradisonal asli Kebumen, Jawa Tengah. Tarian ini populer di daerah utara Kebumen seperti Karanggayam, Pengaringan, Peniron, Watulalang, hingga Aditirto. Lahirnya tari Cepetan Alas sebagai pemberontakan terhadap penjajah yang pada masa itu membuka lahan baru yang mengakibatkan petani di Kebumen Utara mengalami penderitaan. Mulai dari wabah penyakit, kekeringan, hingga kelaparan.

Berasal dari kata “Cepet” yang bermakna makhluk halus dan kata “Alas” yang berarti hutan. Jadi, secara penamaan menggambarkan mahkluk halus yang keluar dari hutan. Dengan adanya Cepetan Alas bertujuan untuk menakuti para penjajah, sebab anggota menggunakan topeng berkarakter wajah menyeramkan lalu, memakai konstum berwarna gelap.

3. Suran

Sebuah tradisi yang dilakukan setiap bulan Muharam pada hari Jumat Kliwon untuk menghormati leluhur, meminta perlindungan, serta kesejahteraan kepada Allah SWT. Sebelum tradisi dimulai, akan didahului dengan berziarah ke makam Syekh Ibrahim Asmorokondo pada malam kamis. Sementara di masjid dikumandangkan syair pujian oleh pemuda. Sedangkan, laki-laki dewasa membaca ayat suci Al-Quran.

baca juga

4. Jamjaneng

Pertunjukan yang digelar pada acara keagamaan, seperti sunatan, Maulid Nabi, pernikahan, dan syukuran sedekah bumi. Jamjaneng ini berisi syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam pentasnya, diiringi terbang dan jidor sebagai instrumen juga melibatkan gerakan tubuh yang selaras antar anggotanya serta mengutamakan kekompakan.

5. Larungan

Setiap tahunnya, masyarakat Kebumen melakukan ritual sedekah laut dengan melarung kembang tujuh rupa, tujuh buah bawang, ayam, bebek, pakaian berwarna hijau, serta kambing kendit. Ini merupakan wujud rasa syukur atas rezeki yang Tuhan berikan. Juga mereka percaya dengan dilaksanakannya ritual ini, hasil tangkapan ikan melimpah ruah.

6. Menoreng

Desa Watuwalang, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah memiliki seni teater rakyat yang eksis hingga saat ini. Dalam pentasnya, mengangkat sejarah Islam.

Pertunjukan Menoreng memakai wayang sebagai media cerita, yang menjadi unik pada dialognya menggunakan bahasa Jawa dialek ngapak yang diiringi alat musik tradisional, serta diselingi tembang dan suluk.

7. Megengan

Menjelang bulan Ramadan, masyarakat Kebumen mempunyai kebiasaan yang bernama Megengan. Warisan leluhur ini dilakukan untuk menyambut dan mempersiapkan diri sebelum menjalani ibadah puasa.

Kegiatan dilaksanakan pada malam pertama Ramadan, setelah salat isya dan tarawih berjamaah. Acara dibuka dengan doa bersama dilanjut makan tumpeng.

Hal ini digelar sebagai bentuk rasa syukur sebab masih diberi umur panjang dan kesehatan. Sehingga dapat dipertemukan dengan bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

8. Gerobagan

Dilaksanakan hanya pada perayaan Idulfitri saja. Tradisi unik ini dilakukan oleh masyarakat kecamatan Bulupesantren, Kebumen, Jawa Tengah. Warga akan pergi ke pantai sebagai tempat rekreasi dengan menggunakan gerobag yang ditarik seekor kuda.

Dalam tradisi ini, masyarakat menghias gerobag dengan janur agar terlihat menarik dan meriah.

baca juga

9. Merdi Bumi

Budaya warisan leluhur ini rutin digelar setiap tahunnya setelah masa panen pertama ketika padi mulai terisi penuh. Ajang ini merupakan ungkapan syukur masyarakat atas nikmat hasil bumi yang melimpah dari Allah SWT.

Dalam kegiatan ini, warga memperebutkan gunungan yang berisi hasil pertanian dan perkebunan. Sebelum diperebutkan, gunungan tersebut akan didoakan terlebih dahulu oleh ketua adat bersama dalang yang nantinya akan memainkan wayang pada malam harinya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RF
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.