Jakarta punya banyak cara untuk merayakan Lebaran. Tapi kalau Kawan mau merasakan lebaran yang paling autentik, paling meriah, dan paling kental nuansa budayanya, Lebaran Betawi jawabannya. Kabar baiknya, tahun ini Lebaran Betawi bakal hadir lagi.
Lebaran Betawi 2026 digelar pada 10 hingga 12 April 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Salah satu ruang terbuka paling ikonik di ibu kota. Tiga hari penuh. Gratis. Jadi kalau Kawan lagi ada di Jakarta di pekan kedua April ini, tandai dulu di kalender.
Apa itu Lebaran Betawi?
Buat yang belum pernah datang, mungkin masih ada yang bertanya-tanya ini festival apa? Kok namanya "Lebaran" tapi bukan Idul Fitri?
Begini. Lebaran Betawi adalah festival budaya tahunan yang menampilkan ragam kesenian, kuliner, dan tradisi khas Betawi, sekaligus menjadi ajang silaturahmi lintas komunitas di ibu kota. Jadi ini semacam reuni besar, bukan cuma buat warga Betawi, tapi buat siapa saja yang mau ikut merayakan dan mengenal budaya asli Jakarta lebih dekat.
Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, mengatakan bahwa acara ini bukan sekadar perayaan biasa. Ini momentum untuk memperkuat persatuan dan melestarikan nilai budaya Betawi sebagai identitas Jakarta. Dalam bahasa yang lebih sederhana, ini adalah cara Jakarta bilang, "Hei, kita punya warisan budaya yang keren banget, dan kita bangga sama itu."
Siapa yang Menyelenggarakannya?
Lebaran Betawi diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta bersama Bamus Betawi dan Majelis Kaum Betawi. Tahun 2026 ini adalah penyelenggaraan ke-18, dengan konsep yang terus diperbarui agar tetap segar dan relevan.
Acara ini berlangsung hampir dua dekade, lho.
Itu bukan waktu yang sebentar, dan itu juga bukti bahwa acara ini memang selalu berhasil membuat orang mau datang lagi tahun depan.
Ketua Umum Bamus Betawi, Riano P. Ahmad, bahkan mengundang warga dengan cara yang paling Betawi banget, alias pakai pantun. "Dari Buaran ke Ciawi, jangan lupa datang ke Lebaran Betawi," katanya.
Ada Apa Saja di Sana?
Nah, ini dia bagian yang paling ditunggu-tunggu. Selama tiga hari, Kawan bisa menikmati banyak hal.
Hari pertama, Jumat (10/4), dibuka dengan suasana yang lebih khidmat: doa bersama, pengajian, dan tausiah. Cocok buat Kawan yang mau membuka hari dengan ketenangan sebelum masuk ke sesi-sesi yang lebih ramai.
Lalu di hari kedua, Sabtu (11/4), giliran kesenian Betawi yang tampil, ada ondel-ondel, silat, sampai lenong Betawi. Kalau Kawan belum pernah nonton lenong secara langsung, ini kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.
Dan di hari terakhir, Minggu (12/4), acaranya makin semarak dengan senam pagi bareng, karnaval budaya, prosesi hantaran, dan tentu saja, kuliner khas Betawi yang buat lapar. Kerak telor, soto Betawi, bir pletok... siap-siap kalap, ya.
Oh iya, ada juga bazar UMKM lokal yang menghadirkan produk-produk unggulan warga Betawi.Jadi selain kenyang secara budaya, kamu juga bisa pulang bawa oleh-oleh.
Kenapa Harus Datang?
Karena ini bukan sekadar tontonan. Fauzi Bowo, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, mengingatkan bahwa tradisi ini adalah penjaga ikatan kekeluargaan, persaudaraan, dan persatuan. Dan ketika Kawan datang, Kawan ikut jadi bagian dari itu semua.
Panitia menargetkan 20.000 pengunjung hadir selama tiga hari festival, termasuk wisatawan mancanegara. Jadi bisa dibayangkan betapa hidupnya Lapangan Banteng nanti.
Mari datang, nikmati, dan ajak siapa saja. Lebaran Betawi bukan milik orang Betawi saja tetapi milik semua orang yang cinta Jakarta.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


