Kilang avtur dari jelantah kini menjadi inovasi dan rencana baru pada industri penerbangan Indonesia. Melalui pengembangan unit Green Refinery, Indonesia berhasil mengolah minyak goreng bekas menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang memenuhi standar internasional.
Anda perlu mengetahui bahwa langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen nasional dalam mencapai Net Zero Emission.
Bila berhasil memanfaatkan potensi limbah domestik, SAF produksi Pertamina tidak hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga memberikan solusi sirkular ekonomi bagi pengelolaan limbah minyak nabati di tanah air bila dapat dimanfaatkan dengan baik.
Kilang Avtur dari Jelantah Indonesia

Avtur Jelantah Inovasi Pertamina | Sumber Universitas Airlangga
Pusat inovasi ini bertumpu pada Green Refinery Cilacap yang dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional. Fasilitas ini menggunakan teknologi Hydroprocessed Esters and Fatty Acids (HEFA) untuk memproses Refined Bleached Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO) dan minyak jelantah menjadi bahan bakar jet ramah lingkungan.
Inovasi ini sangat krusial mengingat industri penerbangan menyumbang emisi karbon yang signifikan. SAF produksi Pertamina diklaim mampu mereduksi emisi gas rumah kaca hingga 80% dibandingkan dengan avtur konvensional.
Kawan GNFI, bila dimanfaatkan dengan baik keberhasilan ini membuktikan bahwa kemandirian energi dapat dicapai melalui riset mendalam dan pemanfaatan sumber daya lokal yang melimpah.
Penerbangan Komersial Pelita Air Gunakan Avtur Ramah Lingkungan
Implementasi nyata dari inovasi ini disaksikan dunia pertama kali pada penerbangan komersial Pelita Air rute Jakarta–Bali yang lepas landas dari Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (20/8/2025).
Penerbangan bersejarah ini menggunakan campuran SAF yang dihasilkan dari kilang dalam negeri, menandai era baru transportasi udara yang lebih bersih di Nusantara.
Keberhasilan penerbangan rute Jakarta-Bali tersebut menjadi validasi teknis bahwa kilang avtur dari jelantah mampu menghasilkan produk yang aman dan kompatibel dengan mesin pesawat modern tanpa memerlukan modifikasi tambahan.
Pengembangan kilang avtur dari jelantah adalah bukti nyata sinergi antara teknologi dan keberlanjutan lingkungan. Dengan dukungan SAF produksi Pertamina, Indonesia bisa terlepas dari ketergantungan bahan bakar fosil ataupun impor bahan bakar dari luar negeri.
Mari kita kawal terus inovasi hijau ini demi langit Indonesia yang lebih bersih untuk generasi mendatang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


