Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-174, Kebun Raya Cibodas melakukan revitalisasi taman lumut yang merupakan yang terbesar di Indonesia. Kebun raya yang berada di kawasan kaki Gunung Gede Pangrango ini telah berdiri sejak 1852 dan memiliki peran penting dalam konservasi tumbuhan, penelitian ilmiah, serta edukasi lingkungan. Melalui pembaruan fasilitas ini, pengelola menegaskan komitmen untuk menghadirkan sarana edukasi yang lebih interaktif, berbasis ilmiah, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Taman lumut tersebut pertama kali dibangun pada 2006 dengan luas sekitar 1.500 meter persegi. Revitalisasi terbaru dimulai pada September 2025 dengan fokus pada penataan ulang area taman serta peningkatan kualitas fasilitas. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat fungsi taman sebagai pusat konservasi sekaligus ruang pembelajaran mengenai keanekaragaman tumbuhan, khususnya kelompok lumut.
Keanekaragaman Lumut di Kebun Raya Cibodas
Taman lumut di Kebun Raya Cibodas merepresentasikan tiga kelas utama lumut, yaitu lumut hati (Hepaticopsida), lumut tanduk (Anthocerotopsida), dan lumut daun (Bryopsida). Dari berbagai koleksi yang ada, sebanyak 35 jenis telah teridentifikasi secara ilmiah melalui kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional dan PT Mitra Natura Raya sebagai mitra pengelola kebun raya.
Penataan taman dilakukan dengan menyesuaikan habitat asli masing-masing jenis lumut, baik pada area planter maupun kolam. Upaya ini bertujuan menjaga keberlangsungan hidup tanaman sekaligus memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai ekosistem alaminya. Selain fungsi konservasi, taman ini juga dirancang sebagai media edukasi yang menjelaskan proses evolusi tumbuhan dari kelompok non-vaskular menuju tumbuhan berpembuluh kepada pengunjung.
Pembaruan Lanskap dan Penambahan Koleksi
Revitalisasi taman lumut juga mencakup penataan ulang lanskap dengan menambahkan elemen bebatuan. Selain memperkuat aspek visual, material ini berfungsi secara ekologis karena mampu menyerap dan mempertahankan kelembapan, sehingga menciptakan kondisi mikrohabitat yang sesuai bagi pertumbuhan lumut.
Sebagian spesies yang ditampilkan berasal dari kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, hasil eksplorasi yang dilakukan oleh BRIN sebagai bagian dari upaya konservasi. Untuk memperkaya koleksi, ditambahkan pula beberapa jenis lumut dan tanaman paku air seperti Taxiphyllum barbieri, Riccia fluitans, serta Java fern (Microsorum pteropus). Tanaman-tanaman ini dikenal luas dalam dunia aquascape karena kemampuannya beradaptasi di lingkungan perairan serta memiliki nilai estetika yang tinggi.
Penanaman Pohon Langka
Selain revitalisasi taman lumut, peringatan HUT ke-174 Kebun Raya Cibodas juga diisi dengan kegiatan penanaman pohon langka, yaitu Castanopsis argentea dan Castanopsis tungurrut. Castanopsis argentea, yang dikenal dengan nama lokal saninten, merupakan spesies asli Indonesia dari famili Fagaceae dan termasuk dalam kategori terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature. Di Kebun Raya Cibodas, terdapat sekitar 40 spesimen tanaman ini yang tersebar di berbagai area.
Tanaman ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama dalam mencegah erosi melalui sistem perakarannya serta menyediakan habitat bagi berbagai satwa. Selain itu, bijinya juga dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pangan dengan cara diolah menjadi makanan ringan.
Sementara itu, Castanopsis tungurrut merupakan spesies endemik Indonesia yang juga terancam punah dan tumbuh di wilayah dataran tinggi. Koleksi tanaman ini di Kebun Raya Cibodas saat ini berjumlah sekitar 15 spesimen, dengan sebagian berasal dari hasil eksplorasi di kawasan Gunung Gede Pangrango pada 2023. Keberadaan kedua spesies ini memperkuat peran kebun raya sebagai pusat konservasi tumbuhan langka.
Penguatan Fungsi Konservasi dan Edukasi
Revitalisasi taman lumut dan penambahan koleksi tanaman langka menunjukkan upaya berkelanjutan dalam memperkuat fungsi Kebun Raya Cibodas sebagai lembaga konservasi dan edukasi. Dengan fasilitas yang diperbarui dan pendekatan berbasis ilmiah, kebun raya ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung kegiatan penelitian. Melalui pengelolaan yang terintegrasi antara konservasi, edukasi, dan wisata, Kebun Raya Cibodas terus berupaya mempertahankan perannya sebagai salah satu pusat konservasi tumbuhan penting di Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


