6 kunci sukses surakarta jadi kota paling maju dari penataan kabel hingga solo technopark - News | Good News From Indonesia 2026

6 Kunci Sukses Surakarta Jadi Kota Paling Maju: Dari Penataan Kabel hingga Solo Technopark

6 Kunci Sukses Surakarta Jadi Kota Paling Maju: Dari Penataan Kabel hingga Solo Technopark
images info

6 Kunci Sukses Surakarta Jadi Kota Paling Maju: Dari Penataan Kabel hingga Solo Technopark


Kawan GNFI di Surakarta akan bahagia, karena di Jawa Tengah pada pertengahan April 2026. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis hasil Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025–2026. Hasilnya? Solo, atau Kota Surakarta, keluar sebagai kota dengan skor tertinggi sebesar 4,43. Dengan nilai tersebut, Solo dinobatkan sebagai kota paling maju di Indonesia.

Prestasi ini sekaligus menegaskan dominasi Jawa Tengah, di mana tiga kota (Surakarta, Semarang, dan Magelang) masuk dalam daftar teratas. Inilah rahasia di balik sukses Solo.

1. Penataan Kabel Bawah Tanah: Wajah Baru yang Lebih Rapi

Bisa dikatakan, ini adalah akar dari semuanya. Penilaian IDSD sangat dipengaruhi oleh sektor institusi. Bagi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah, keberhasilan Solo ditopang oleh lingkungan pendukung yang kondusif, terutama efektivitas birokrasi dan regulasi yang mempermudah dunia usaha.

Salah satu bukti paling nyata adalah ketika DPRD Solo mengusulkan Raperda tentang penataan infrastruktur pasif telekomunikasi pada tahun 2025. Melihat kabel fiber optik yang semrawut, mereka berencana menanamnya dalam ducting bawah tanah.

Ini adalah proyek berbiaya besar, tapi demi estetika kota, demi main layangan anak-anak yang nyaman, hal ini penting. Dengan adanya jaringan bawah tanah, semua kabel fiber optik tertata rapi, dan Pemkot Solo akan mendapatkan tambahan retribusi dari provider. Ini bukan hanya soal merapikan pemandangan, tapi juga soal menciptakan lingkungan bisnis yang sehat.

2. Regulasi Pro-Bisnis: Menyederhanakan Birokrasi

Langkah Solo tidak berhenti sampai di situ. Regulasi pro-bisnis menjadi fondasi utama. Mereka berhasil menjalankan 17 program prioritasyang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya tarik investasi. Program-program ini mencakup revitalisasi kawasan budaya, pengembangan destinasi wisata, hingga pembangunan infrastruktur strategis.

Ini adalah bukti bagaimana sebuah kota besar bisa bertransformasi dengan menggabungkan kekuatan regulasi dan inovasi. Dari yang sebelumnya semrawut, Solo kini berbenah menjadi kota yang ramah investasi.

baca juga

3. Infrastruktur Cerdas: Rel Layang Joglo, Solusi Kemacetan

Siapa yang tidak kenal kemacetan di Simpang Joglo, Solo? Untuk mengurai masalah klasik itu, dibangunlah proyek Rel Layang Joglo. Proyek strategis nasional dengan anggaran sekitar Rp1,2 triliun ini mulai beroperasi pada 1 November 2024. Kehadiran rel layang dan underpass ini diharapkan menjadi ikon baru dan solusi permanen atas kemacetan.

Dengan infrastruktur yang lebih baik, Surakarta tidak hanya menjadi kota yang nyaman dilalui, tetapi juga semakin menarik bagi investor dan wisatawan. Kemajuan ini turut menyumbang pada peningkatan nilai indeks daya saing.

4. Solo Technopark: Pusat Inovasi dan Kolaborasi Global

Di sisi lain, Solo juga melangkah ke masa depan. Solo Technopark(STP) menjelma menjadi pusat kegiatan teknologi. Pada Maret 2026, STP bersama perusahaan asal Belanda, Helden Inc, menggelar "AI Automation Hackathon". Acara ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan jembatan bagi talenta muda Solo untuk terhubung langsung dengan industri internasional, membuka peluang magang dan karier global.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyampaikan penghargaan yang sangat tinggi. Digitalisasi dan globalisasi, ujarnya, memerlukan tingkat kemampuan yang telah menjadi standar internasional. Ini menunjukkan secara jelas bahwa Solo tidak hanya menjaga warisan sejarahnya, tetapi juga menciptakan masa depannya.

5. Kualitas SDM dan Smart City

Keberhasilan Solo juga ditopang oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan masyarakat. Hal ini menjadi fondasi penting dalam mendorong produktivitas dan daya saing daerah.

Ditambah dengan pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik yang berjalan masif, menciptakan efisiensi sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Kolaborasi dengan PT Telkom dalam pengembangan Solo Smart City, khususnya smart governance, menjadi contoh nyata bagaimana digitalisasi birokrasi memudahkan warga.

baca juga

6. Kolaborasi: Kunci Sukses dari Wali Kota hingga Warga

Di balik semua program dan infrastruktur, ada faktor paling penting: kolaborasi. Respati Ardi, Wali Kota Surakarta, dengan penuh rasa syukur menerima capaian ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut adalah hasil kolaborasi yang terus menerus terjalin antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah kota.

Program-program prioritasnya berhasil dijalankan. Kini, fokus mulai bergeser pada keberlanjutan, dengan program seperti Rumah Siap Kerja dan UMKM Center menjadi prioritas baru untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.