no na baru saja merilis lagu terbaru mereka yang berjudul rollerblade, dengan membawa genre dangdut yang digabung bersama reggaeton dan sedikit iringan gamelan. Lagu ini juga merupakan lagu pertama no na yang menggabungkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Berawal dari potongan kecil di akhir musik video work. no na juga membuat musik video di lokasi yang sama ketika mereka membuat musik video work, sehingga berkesan bahwa rollerblade merupakan lanjutan dari work. Mereka juga membawa satu set gamelan dan nona Esther membawakan pada awal musik video rollerblade. Sama seperti music videowork dimana nona Christy membawakan ceng-ceng Bali pada awal musik video work dengan ikonik.
Lirik pembuka rollerblade juga tidak kalah ikonik dari lirik lagu work. Dalam lagu work, Kawan GNFI akan mendapatkan energi untuk semangat berkegiatam dari lirik, “Get into it. Work, work”. Sementara itu pada lirik pembuka lagu rollerblade. Kawan GNFI akan dibuat untuk bergoyang dari lirik, “Ayy mari bergoyang.”
Lirik yang tidak kalah ikonik adalah “udah siap belom,” yang selalu dilontarkan oleh nona Christy akhir-akhir ini. Selain itu, lirik pada teaserrollerblade yang dinyanyikan oleh nona Baila, nona Shaz, dan nona Christy, “Jedag-jedug, tiga, dua, satu. I set the mood like who the fuck are you? Wheels on my shoes so fresh, so baru. I’m a crazy girl Senin, Selasa, Rabu. Every day of the week, sok keren, sok asik. Semua laki-laki, I’ll make them, freak, freak, freak.” Membawa kesan dangdut yang jedag-jedug ke internasional. Sehingga penggemar no na dari negara lain dapat mengetahui genre musik dangdut melalui no na.
Kedua lagu tersebut memberikan kesan yang sangat fresh untuk lagu-lagu no na akhir-akhir ini. Meskipun para penggemar no na, yaitu orchids sempat melontarkan protes karena pihak 88Rising mengeluarkan teaser pada bulan Februari, tapi penggemar atau pendengar dari no na harus menunggu selama dua bulan untuk bisa menikmati lagu rollerblade secara utuh. Penantian selama dua bulan ini tidak sia-sia karena lagu dan musik video yang diberikan juga worth it.
Strategi no na yang selalu membawa elemen Indonesia disetiap lagunya patut diapresiasi. Karena dengan membawa elemen Indonesia mereka telah melakukan soft power diplomacy melalui lagu-lagu yang dibawakan. Untungnya saja nona Esther menyebutkan dalam podcast Raditya Dika bahwa no na ingin membawa elemen budaya Indonesia pada setiap musik yang mereka bawakan.
Berawal dari musik video shoot yang dilakukan di Bali, kemudian tari Bali yang dibawakan saat menampilkan lagu falling in love. Hingga sekarang mereka bisa membawa ceng-ceng Bali dan gamelan pada musik video mereka. Serta memiliki lagu bergenre dangdut dan reggaeton dengan dua bahasa dalam lagu rollerblade.
Meskipun no na baru debut satu tahun yang lalu. Tetapi keempat gadis itu sudah berhasil memperkenalkan budaya Indonesia, termasuk genre musik dangdut. Mereka juga sudah memasuki panggung festival internasional yang dilakukan oleh 88Rising, yaitu Head in The Clouds. Dengan demikian penggemar internasional dapat menyaksikan secara langsung lagu-lagu no na dipanggung.
Semoga beberapa tahun kedepan no na semakin dikenal oleh banyak orang dan budaya Indonesia juga bisa diketahui secara global seperti budaya korea, ya Kawan GNFI! Untuk Kawan GNFI yang penasaran sama lagu rollerblade dari no na. Kawan GNFI bisa membuka Spotify dan menonton musik videonya melalui YouTube.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


