miyangga hantu air yang menghuni sungai cijalu dan bendungan selis di cilacap jawa tengah - News | Good News From Indonesia 2026

Miyangga, Hantu Air yang Menghuni Sungai Cijalu dan Bendungan Selis di Cilacap Jawa Tengah

Miyangga, Hantu Air yang Menghuni Sungai Cijalu dan Bendungan Selis di Cilacap Jawa Tengah
images info

Miyangga, Hantu Air yang Menghuni Sungai Cijalu dan Bendungan Selis di Cilacap Jawa Tengah


Berbagai daerah di Indonesia memiliki cerita dan legenda terkait hantu-hantu yang mendiami suatu wilayah tertentu di sana. Salah satu kisah terkait hantu, khususnya yang berasal dari daerah Cilacap, Jawa Tengah adalah miyangga.

Dalam cerita yang berkembang di tengah masyarakat, hantu miyangga dipercaya sebagai sosok yang mendiami Sungai Cijalur dan Bendungan Selis yang ada di sana. Sering kali hantu ini menampakkan wujud dan menghantui masyarakat yang mendiami daerah tersebut.

Cerita terkait hantu miyangga ini juga diwariskan secara turun temurun dari generasi sebelumnya. Hal ini membuat keberadaan mitos terkait hantu air tersebut masih terus terjaga hingga saat sekarang.

Meskipun demikian, cerita di balik keberadaan hantu miyangga ternyata tidak hanya sekadar untuk menakuti-nakuti saja. Ada juga pesan tersirat di balik cerita rakyat yang berkembang terkait hantu air tersebut.

Berikut kisah di balik keberadaan hantu miyangga di Sungai Cijalu dan Bendungan Selis serta fungsi keberadaannya di tengah masyarakat.

baca juga

Miyangga, Hantu Air yang Mendiami Sungai Cijalu dan Bendungan Selis

Dinukil dari artikel Alhasanah Zahro dan Dyan Rizal Anugrah, "Mitos Hantu Miyangga di Sungai Cijalu dan Bendungan Selis Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap" dalam Jurnal Arif, hantu miyangga merupakan salah satu mitos yang berkembang di tengah masyarakat Cilacap. Mitos ini secara khusus berkembang di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Menurut mitos yang berkembang, miyangga merupakan hantu air yang dipercaya menjadi penghuni di sepanjang aliran Sungai Cijalu. Selain itu, hantu ini juga diyakini mendiami Bendungan Selis yang ada di daerah tersebut.

Selain disebut sebagai miyangga, hantu air ini juga dikenal dengan beberapa nama berbeda di tengah masyarakat. Penyebutan miyangga ada yang dikenal dalam bahasa Sunda dan Jawa.

Dalam bahasa Sunda, hantu miyangga sering disebut sebagai orok atau bayi. Sementara itu, hantu air ini dalam bahasa Jawa dikenal dengan sebutan hantu gulung samak yang berarti hantu gulung tikar.

Memiliki Bentuk yang Berbeda-beda

Tidak hanya namanya yang beragam, hantu miyangga juga diyakini memiliki bentuk yang berbeda-beda. Masyarakat yang ada di Desa Jenang diketahui pernah melihat hantu miyangga ini dalam bentuk yang beragam.

Secara umum, miyangga diyakini merupakan hantu air yang memiliki bentuk seperti perempuan berambut panjang. Rambut panjang dari hantu ini nantinya akan bergerak seolah hanyut terbawa air.

Namun ada juga masyarakat yang meyakini jika hantu miyangga muncul dalam bentuk berbeda. Misalnya, hantu air ini dipercaya juga memiliki bentuk seperti tikar, boneka, hingga anak bayi.

Hantu air ini dipercaya muncul di tepian aliran Sungai Cijalu dan Bendungan Selis. Namun hantu miyangga tidak muncul setiap saat begitu saja.

Biasanya hantu miyangga akan muncul saat air pasang tiba. Jika hantu ini terlihat, maka dia diyakini akan memangsa manusia dengan cara melilit rambutnya ke tubuh mangsa yang sudah ditargetkan.

baca juga

Pengatur Norma dan Perilaku Sosial Masyarakat

Narasi terkait keberadaan hantu miyangga ini diwariskan secara turun temurun, khususnya di daerah Desa Jenang, Cilacap. Hal ini membuat keberadaan terkait mitos hantu miyangga ini terus beredar di tengah masyarakat.

Meskipun demikian, keberadaan mitos ini tidak hanya bermaksud untuk menakuti-nakuti masyarakat saja. Ternyata ada maksud lain di balik keberadaan cerita terkait mitos tersebut.

Adanya mitos hantu miyangga ini secara tidak langsung mengatur sikap dan perilaku manusia terkait norma yang ada, khususnya yang berkaitan dengan alam. Dengan adanya mitos ini, masyarakat akan menjaga sikap mereka sebagai bentuk penghormatan serta melindungi keberadaan alam yang ada di sekitar daerah tempat mereka tinggal.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.