Indonesia memiliki empat perusahaan startup yang go international sampai ke Jepang. Tak tanggung-tanggung, keempatnya ambil bagian dalam ajang bergengsi SusHi Tech Tokyo 2026 di Jepang.
Startup yang dimaksud yakni Bell Society, Gapai, Ijo, dan Spun. Dalam SusHi Tech Tokyo 2026 (Sustainable High Technology Tokyo) yang merupakan konferensi inovasi dan startup internasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Metropolitan Tokyo, startup-startup tersebut akan bertemu dengan investor dan pemangku kepentingan untuk memecahkan tantangan masyarakat masa kini melalui teknologi yang berkelanjutan.
SusHi Tech Tokyo 2026 dijadwalkan digelar pada 27–29 April 2026. Partisipasi startup-startup tersebut di sana tak lepas dari dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI melalui program BEKUP Global Scale-Up 2026. Berkolaborasi dengan KUMPUL.id, program tersebut mengusung misi untuk memperluas pasar startup Indonesia ke kancah internasional.
BEKUP Global Scale-Up 2026. dimulai sejak Februari 2026 ini diikuti oleh 125 pendaftar dari seluruh Indonesia. Melalui proses seleksi,terpilih Top 10 startup terbaik yang kemudian dikurasi lebih lanjut menjadi Top 4 startup dengan melibatkan kurator ahli dari Jepang seperti Creww Inn dan TechShake guna memastikan bahwa inovasi yang dibawa betul-betul selaras dengan kebutuhan pasar industri global.
"Sekarang ini ada empat startup yang telah terpilih untuk mengikuti benchmarking, lalu juga bisnis matching, dan juga mencari peluang yang lebih besar di acara SusHi Tech di Tokyo minggu depan," ujar pendiri KUMPUL.id, Faye Wongso, kepada awak media di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Kehadiran empat startup terpilih dari Indonesia dalam SusHi Tech Tokyo 2026 turut membawa harapan besar. Ajang tersebut merupakan konferensi inovasi dan startup global terbesar di Asia.
"Tentu harapannya nanti di sana mereka bisa mendapatkan akses pasar yang lebih luas, atau bahkan mendapatkan bisnis partner atau investasi untuk pengembangan usaha mereka," kata Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya.

Profil 4 Startup Indonesia di SusHi Tech Tokyo 2026
Bell Society
Bell Society adalah startup di bidang biomaterial terbarukan yang didirikan oleh sejumlah alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Bell Society saat ini fokus kepada pengembangan material terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Salah satu produk yang telah dihasilkan oleh Bell Society adalah material dari limbah kulit kopi. Produk tersebut sudah digunakan oleh merek fesyen ternama seperti Gio Cardin. Atas inovasi cemerlangnya, Bell Society pernah menyabet sejumlah penghargaan, di antaranya Good Design Indonesia dari IDDC Kemendag, juga G-Mark dari Jepang, serta gelar juara Swiss Innovation Challenge.
Gapai
Gapai adalah startup employment technology yang menyediakan wadah bagi tenaga kerja Indonesia untuk mencari peluang karier di luar negeri. Dengan Gapai, masyarakat dapat mengikuti proses rekrutmen, pelatihan, hingga pengurusan administrasi.
Didirikan oleh Radityo Susilo bersama dengan Adji Pramono, Gapai berusaha untuk memaksimalkan potensi besar Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja global. Apalagi, banyak negara mulai kekurangan jumlah tenaga kerja akibat penurunan populasi. Gapai juga diketahui telah meraih pendanaan tahap awal sebesar US$1 juta atau sekitar Rp16 miliar melalui Wavemaker Partners dan Antler.
Ijo
Bergerak di bidang bioteknologi rumput laut, Ijo menjadi startup yang memfokuskan diri kepada penyediaan solusi untuk masalah lingkungan, khususnya pencemaran plastik dan perubahan iklim. Produknya meliputi bioplastik, kemasan makanan, juga biostimulan untuk pertanian regeneratif. Semuanya dibuat dari rumput laut serta seluruh produk Ijo ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Ijo berdiri sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan kemasan saat aktivitas belanja daring ramai dilakukan masyarakat pada masa pandemi. Faktanya, kemasan-kemasan yang digunakan untuk belanja daring tersebut sebagian besarnya berjenis plastik sekali pakai yang tidak ramah lingkungan.
Spun
Startup Spun bergerak di bidang travel technology melalui layanan pendukung perjalanan. Spun menyediakan jasa penyederhanaan proses pengurusan visa untuk membuat perjalanan lintas negara menjadi lebih mudah dan terjangkau.
Dalam menjalankan layanan tersebut, Spun mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membangun infrastruktur pengurusan visa yang efisien agar dapat mempermudah perjalanan lintas negara bagi para penggunanya.


