Stadion Lebak Bulus, salah satu tempat yang sekiranya memiliki memori mendalam bagi masyarakat Jakarta, khususnya bagi para penggemar Persija. Stadion yang secara fisik sudah tidak bisa ditemui lagi saat ini sempat menjadi "rumah" bagi klub yang memiliki julukan Macan Kemayoran tersebut beberapa dekade silam.
Bahkan Stadion Lebak Bulus dikenal memiliki aura dan atmosfer yang berbeda bagi setiap tim tamu yang berlaga di sana. Jarak tribun penonton yang dekat ke lapangan memberikan suasana serta tekanan tersendiri pada laga yang dimainkan di stadion tersebut.
Meskipun sempat menjadi rumah bagi Persija Jakarta beberapa tahun silam, keberadaan Stadion Lebak Bulus saat ini hanya tinggal cerita. Sebab stadion ini sudah dibongkar beberapa tahun lalu dan berganti wajah menjadi lokasi Depo MRT yang beroperasi hingga sekarang.
Bagaimana riwayat Stadion Lebak Bulus yang awalnya menjadi kandang Persija Jakarta hingga berganti menjadi lokasi Depo MRT?
Stadion Lebak Bulus, Rumah Persija Jakarta Dulunya
Seperti namanya, Stadion Lebak Bulus merupakan salah satu stadion yang dulunya berdiri di Jakarta, tepatnya di daerah Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan. Stadion yang dulunya bisa menampung 12.500 orang ini pertama kali diresmikan pada 1987 silam.
Stadion Lebak Bulus sempat menjadi salah satu stadion bertaraf internasional yang ada di Jakarta, selain Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tidak heran stadion ini sempat menggelar beberapa helatan internasional, seperti Kualifikasi Piala Asia U-16 pada 2008 silam.
Selain itu, Stadion Lebak Bulus dulunya juga sempat menjadi kandang bagi salah satu tim besar dari Jakarta, yakni Persija. Dinukil dari laman Bola.com, Macan Kemayoran diketahui mulai menjadikan Stadion Lebak Bulus sebagai kandang mereka pada akhir 1990-an silam.
Stadion Lebak Bulus juga menjadi saksi perjalanan Persija di kompetisi liga Indonesia pada periode tersebut. Beberapa legenda Persija juga pernah memainkan pertandingan di stadion ini, seperti Ismed Sofyan, Aliyudin, hingga Bambang Pamungkas.
Sebenarnya Persija bukanlah satu-satunya tim yang pernah menjadikan Stadion Lebak Bulus sebagai rumah mereka. Sebelum Persija, Pelita Jaya diketahui lebih dahulu menjadikan Stadion Lebak Bulus sebagai kandang ketika berlaga saat menjadi tuan rumah.
Namun pada 2000, Pelita Jaya tidak lagi menjadikan Stadion Lebak Bulus menjadi kandang mereka. Apalagi tim tersebut berganti tempat dan bertransformasi menjadi Pelita Solo.
Selain Persija dan Pelita Jaya, Persitara Jakarta Utara diketahui juga sempat memainkan laga kandang di Stadion Lebak Bulus tersebut.
Tanpa Lintasan Atletik
Salah satu keunikan dari Stadion Lebak Bulus adalah ketiadaan lintasan atletik yang mengelilingi lapangan yang ada di dalamnya. Biasanya beberapa stadion besar yang ada di Indonesia dilengkapi dengan lintasan atletik di sisi luarnya.
Ketiadaan lintasan atletik ini membuat jarak antara tribun penonton dengan lapangan menjadi lebih dekat jika dibandingkan dengan stadion pada umumnya. Kedekatan jarak antara tribun inilah yang sering kali memberikan kesan "angker" bagi setiap tim tamu yang memainkan laga di stadion tersebut.
Beralih Menjadi Depo MRT
Kebersamaan Stadion Lebak Bulus dengan Persija Jakarta tidak berlangsung lama. Pada akhir 2007, Macan Kemayoran tidak lagi menjadikan stadion tersebut sebagai kandang mereka.
Keterbatasan kapasitas penonton menjadi salah satu penyebab hal ini terjadi. Kapasitas Stadion Lebak Bulus yang bisa menampung 12 ribuan penonton ternyata tidak berimbang dengan animo suporter yang hendak menyaksikan laga.
Beberapa tahun setelahnya, muncul wacana bahwa Stadion Lebak Bulus akan dihancurkan untuk pembangunan Depo MRT di sana. Rencana ini kemudian terealisasi pada 2015 dan secara resmi menjadi akhir dari riwayat Stadion Lebak Bulus.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


