Pada fase usia muda, pemuda umumnya berada dalam proses pencarian arah, pemahaman diri, serta eksplorasi berbagai pengalaman yang membentuk cara pandang dan karakter. Setiap pengalaman dalam proses tersebut menjadi sarana pembelajaran, setiap tantangan menghadirkan pemahaman baru, dan setiap interaksi membuka ruang untuk pertumbuhan diri.
Hal ini tercermin dalam perjalanan Nafisa Permata Shani, atau Sasa, yang berperan sebagai Local Volunteer dalam program Green Leaders, di mana ia menjalani proses pengembangan diri sekaligus keterlibatan dalam isu lingkungan dan kolaborasi lintas budaya.
Ketertarikan Sasa untuk bergabung sebagai Local Volunteer berangkat dari keinginannya untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris serta memperluas jejaring dengan individu dari berbagai negara. Ia memandang kesempatan ini sebagai sarana untuk keluar dari pola lingkungan yang familiar dan membuka diri terhadap pengalaman yang lebih beragam.
Sebelum terlibat langsung, Sasa memperkirakan bahwa peran tersebut akan cukup menantang, terutama karena tingginya intensitas interaksi dengan Exchange Participant dari berbagai latar belakang budaya. Namun dalam praktiknya, pengalaman tersebut tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkaya wawasan, terutama dalam aspek komunikasi, kerja sama, dan penyesuaian lintas budaya.
Salah satu momen yang paling membekas bagi Sasa adalah saat ia mengajar siswa sekolah dasar di SDS Niaga Ekasari. Ini merupakan pengalaman pertamanya terlibat dalam kegiatan mengajar anak-anak SD secara langsung. Meskipun sempat merasa canggung di awal, ia kemudian mampu beradaptasi dan menikmati proses tersebut. Respons siswa yang aktif dan antusias membuat pengalaman itu menjadi salah satu pengalaman paling berkesan baginya.
Selama rangkaian kegiatan Green Leaders, Sasa memahami bahwa peran Local Volunteer tidak hanya sebatas mendampingi kegiatan, tetapi juga memastikan keterlibatan Exchange Participant tetap terjaga dalam setiap proses. Ia melihat pentingnya peran LV dalam membangun komunikasi yang efektif serta mendorong partisipasi aktif dalam kerja tim.
Program ini juga membawa perubahan cara pandang Sasa terhadap isu lingkungan. Melalui sesi pembelajaran dan kunjungan lapangan, termasuk ke PT Polindo Utama, ia menyadari bahwa kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan dampak yang lebih besar dari yang sebelumnya ia pikirkan. Hal ini mengubah persepsinya terhadap tindakan kecil yang ternyata memiliki kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan.

Dari sisi pengembangan diri, Sasa mengalami peningkatan dalam kemampuan berbicara Bahasa Inggris serta problem solving. Ia menjadi lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan lebih sigap dalam mengambil keputusan ketika menghadapi situasi yang dinamis dalam tim.
Salah satu pengalaman yang cukup membentuk dirinya terjadi ketika ia menghadapi minimnya kontribusi dari beberapa Exchange Participant dalam kelompok. Dalam situasi tersebut, ia mengambil inisiatif untuk melakukan pendekatan komunikasi guna memahami hambatan yang ada. Walaupun tidak semua respons sesuai harapan, pengalaman tersebut menguatkan pemahamannya tentang pentingnya inisiatif, komunikasi terbuka, dan tanggung jawab dalam kerja kolaboratif.
Selain itu, Sasa juga menghadapi tantangan dalam komunikasi lintas budaya, terutama terkait perbedaan aksen dan keterbatasan kosakata. Namun seiring berjalannya waktu, ia mampu menyesuaikan diri melalui interaksi yang lebih aktif serta memanfaatkan alat bantu penerjemah untuk mendukung pemahaman.
Pengalaman tersebut turut memperkuat pemahaman Sasa mengenai nilai kepemimpinan. Ia menyadari bahwa peran pemimpin tidak hanya sebatas memberi arahan, tetapi juga mencakup kemampuan untuk mendengarkan, memotivasi, serta mengambil keputusan secara tepat dalam situasi yang kompleks.
Secara keseluruhan, program Green Leaders memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan diri Sasa, baik dari sisi keterampilan maupun cara berpikir. Ia menjadi pribadi yang lebih percaya diri, lebih terbuka terhadap relasi baru, serta lebih peka terhadap isu lingkungan di sekitarnya.
Ketika diminta merangkum seluruh pengalamannya dalam satu kata, Sasa memilih kata “Amazing”, karena menurutnya pengalaman ini tidak hanya memberikan pembelajaran, tetapi juga menghadirkan perjalanan yang berkesan, relasi yang suportif, serta pengalaman yang akan terus diingat dalam perjalanan hidupnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


