Blok M adalah salah satu kawasan yang sering dikunjungi anak muda di Jakarta. Area yang terletak di jantung Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ini pernah menjadi magnet hiburan terbesar di ibu kota pada era 1980-an hingga 1990-an.
Malnya berdiri megah, anak-anak muda memadati trotoarnya, dan deretan restoran di kawasan Melawai tak pernah sepi dari pengunjung.
Namun, adanya krisis ekonomi akhir 1990-an, menjamurnya pusat perbelanjaan modern di berbagai sudut Jakarta, hingga hantaman pandemi COVID-19 membuat kawasan ini perlahan kehilangan nyawanya.
Segalanya mulai bergeser ketika MRT Jakarta resmi beroperasi pada Maret 2019, dengan Stasiun Blok M BCA berdiri tepat di jantung kawasan. Terhubung langsung ke Blok M Plaza melalui skywalk ber-AC, kehadiran stasiun ini memangkas hambatan terbesar yang selama bertahun-tahun menghalangi orang untuk datang, yaitu kemacetan dan sulitnya parkir.
Kini, Kawan tidak perlu lagi bermacet-macetan dari Sudirman atau Thamrin. Cukup naik MRT dan tiba di Blok M dalam hitungan menit.
Namun MRT tidak bekerja sendirian. TransJakarta memainkan peran yang sama pentingnya. Terminal Blok M kini menjelma menjadi titik integrasi antarmoda yang sesungguhnya. Tersedia 22 rute pengumpan TransJakarta dari dan menuju Blok M, mencakup 14 rute dalam kota serta rute lintas batas ke Tangerang, Bogor, Depok, dan Bekasi. Semua itu bisa dinikmati warga dari berbagai penjuru Jabodetabek hanya dengan tarif Rp3.500.
Wujud paling nyata dari revitalisasi ini adalah transformasi Mal Blok M menjadi Blok M Hub. Kawan mungkin masih ingat bagaimana lorong bawah tanah terminal ini dulu terasa seperti terowongan yang terlupakan, gelap, pengap, dan nyaris mati sejak pandemi melanda.
Revitalisasi kawasan ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta, dan diresmikan oleh Gubernur Pramono Anung pada Mei 2025.
Blok M Hub dirancang bukan hanya sebagai terminal atau mal biasa, melainkan sebagai titik pertemuan antara transportasi, gaya hidup, dan sejarah kota.
Kawasan ini kembali bergeliat setelah beberapa pedagang UMKM dari Distrik Blok M pindah pada akhir Agustus 2025, menyusul kenaikan harga sewa yang dinilai tidak wajar di lokasi lama mereka.
Gubernur Pramono merespons cepat dengan menggratiskan sewa kios selama dua bulan pertama bagi para pedagang yang berelokasi.
Taman Literasi Martha Christina Tiahahu
Di antara riuhnya kuliner dan tempat menarik nan kreatif di Blok M, ada satu sudut yang menawarkan suasana berbeda, yakni Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. Berlokasi tepat di sisi Stasiun MRT Blok M BCA dan terhubung langsung dengan kawasan M Bloc Space, taman ini diresmikan pada 2022 dan dinamai untuk menghormati Martha Christina Tiahahu, pahlawan nasional perempuan asal Maluku.
Yang membuat taman ini istimewa adalah konsepnya yang inklusif dan tak mengenal waktu. Taman Literasi buka 24 jam penuh, menjadikannya salah satu ruang publik paling demokratis di Jakarta, terbuka untuk siapa saja, kapan saja, tanpa tiket masuk.
Keberadaan taman ini juga terbukti memperkuat peran Blok M sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD)yang tidak hanya fungsional secara transportasi, tetapi juga kaya secara sosial dan budaya.
Ini adalah bukti bahwa investasi pada infrastruktur publik yang tepat sasaran, transportasi massal yang terintegrasi, ruang terbuka yang inklusif, dan dukungan bagi masyarakat berbagai lapisan untuk berkumpul itulah yang mampu menggerakkan roda kehidupan sosial dan ekonomi sebuah daerah.
Bagi Kawan GNFI yang belum sempat berkunjung, mungkin sudah saatnya meluangkan waktu untuk menyambangi kawasan ini.
Siapa tahu, di lorong-lorong estetiknya yang kini penuh warna, Kawan pun akan menemukan inspirasi baru sekaligus bukti nyata bahwa kota ini sedang tumbuh bersama warganya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


