Di Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, berdiri Gunung Ruang dengan ketinggian sekitar 725 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dua tahun setelah erupsi besar pada April 2024, kawasan ini perlahan mulai dikenal bukan hanya sebagai wilayah gunung api aktif. Namun, juga sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman wisata alam, edukasi kebencanaan, dan pembelajaran tentang dinamika alam secara langsung.
Gunung Ruang berada di kawasan kepulauan yang khas. Dari gunung ini, Kawan GNFI bisa melihat perpaduan laut biru, gugusan pulau kecil, dan vegetasi tropis yang masih cukup alami. Lanskap seperti ini membuat perjalanan ke Gunung Ruang terasa berbeda dibanding destinasi lain, karena alamnya masih sangat “hidup” dan dekat dengan proses geologi yang nyata.
Pendakian ke Gunung Ruang relatif tidak terlalu panjang, tetapi tetap memberikan pengalaman eksplorasi yang menarik.
Sepanjang jalur, Kawan GNFI akan melewati berbagai perubahan lanskap, mulai dari area pesisir hingga titik-titik yang memperlihatkan karakter vulkanik khas gunung api. Justru dari perubahan inilah, perjalanan terasa lebih bermakna.
Salah satu daya tarik utama Gunung Ruang adalah jejak erupsi tahun 2024 yang masih bisa dilihat sampai sekarang. Erupsi tersebut menyebabkan perubahan cukup besar pada wilayah sekitar, termasuk evakuasi warga, gangguan aktivitas transportasi, dan penataan ulang beberapa kawasan permukiman.
Di beberapa titik, masih dapat ditemui area bekas permukiman yang terdampak erupsi. Dua desa yang sebelumnya berada di zona rawan kini sudah direlokasi ke tempat yang lebih aman.
Area lama tersebut kini menjadi ruang terbuka yang menyimpan jejak kehidupan sekaligus cerita tentang bagaimana masyarakat beradaptasi dengan kondisi alam yang berubah.
Selain jejak sejarahnya, Gunung Ruang juga menawarkan pemandangan alam yang luas dan terbuka. Dari beberapa titik ketinggian, Kawan GNFI bisa melihat hamparan laut lepas dan pulau-pulau di sekitarnya yang membentuk lanskap khas kepulauan Sulawesi Utara.
Suasana tenang, angin laut, dan panorama alami menjadi daya tarik tersendiri bagi yang ingin menikmati alam tanpa terlalu banyak gangguan modern.
Lebih dari sekadar tempat wisata, Gunung Ruang juga bisa dilihat sebagai ruang belajar alam terbuka. Jejak erupsi yang masih terlihat memberikan gambaran nyata tentang bagaimana gunung api bekerja, bagaimana lanskap bisa berubah dalam waktu singkat, dan bagaimana manusia menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Ini menjadikan Gunung Ruang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kaya secara edukatif.
Bagi Kawan GNFI yang tertarik pada wisata berbasis pengalaman, Gunung Ruang menawarkan kombinasi yang jarang ditemukan: alam yang indah, sejarah bencana yang nyata, dan pelajaran tentang kebumian yang bisa diamati langsung di lapangan.
Setiap langkah perjalanan bukan hanya soal menikmati pemandangan, tetapi juga memahami cerita di baliknya.
Namun, penting untuk diingat bahwa Gunung Ruang adalah gunung api aktif. Artinya, aktivitas vulkanik masih mungkin terjadi kapan saja, meskipun tidak selalu bisa diprediksi. Karena itu, setiap kunjungan perlu dilakukan dengan kesadaran penuh terhadap kondisi alam.
Kawan GNFI disarankan untuk selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang terkait status gunung api, serta mematuhi arahan keselamatan di lapangan. Hal-hal sederhana seperti memperhatikan jalur aman, memahami titik evakuasi, dan tidak mengabaikan peringatan resmi menjadi bagian penting dari perjalanan yang bertanggung jawab.
Pada akhirnya, Gunung Ruang bukan hanya soal keindahan atau sejarah erupsi. Kawasan ini adalah contoh nyata bagaimana alam, manusia, dan perubahan berjalan berdampingan. Di satu sisi ada potensi keindahan dan pengalaman wisata yang menarik, di sisi lain ada risiko yang harus selalu disadari.
Dengan pemahaman yang tepat, kunjungan ke Gunung Ruang bisa menjadi pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membuka wawasan tentang bagaimana hidup berdampingan dengan alam yang dinamis. Karena di wilayah seperti ini, menikmati alam juga berarti memahami cara menghormatinya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

