candi sapto menelusuri candi penjaga gunung kelud - News | Good News From Indonesia 2026

Candi Sapto: Menelusuri Candi Penjaga Gunung Kelud

Candi Sapto: Menelusuri Candi Penjaga Gunung Kelud
images info

Candi Sapto: Menelusuri Candi Penjaga Gunung Kelud


Wilayah kota Malang selama ini memiliki ciri khas sebagai kota wisata. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa Malang menyimpan daya tarik tersendiri. Kota ini sangat cocok bagi Kawan GNFI yang ingin menghabiskan waktu untuk berlibur.

Cuaca sejuk dan alamnya yang indah menjadikan kota ini menjadi tujuan wisata bagi masyarakat Jawa Timur. Tak hanya itu, Malang juga menyimpan berbagai jejak sejarah dan peninggalan leluhur masa lampau, salah satunya adalah Candi Sapto.

Berkenalan dengan Candi Sapto

Papan nama Candi Sapto © Dokumentasi Pribadi

Candi Sapto adalah sebuah situs peninggalan sejarah yang bercirikan agama Budha. Situs ini terletak di Malang bagian barat laut, lebih tepatnya di Desa Bayem, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Kompleks situs Candi Sapto berada di kawasan penghijauan milik Perhutani RPH Ngantang. Candi ini berdiri di lahan seluas kurang lebih 500 meter persegi. Lokasi Candi Sapto berada di kaki Gunung Selokurung dan jauh dari wilayah pemukiman. Candi ini sangat cocok untuk Kawan GNFI yang ingin mencari ketenangan.

Candi Sapto didirikan pada tahun 1330 Saka atau 1408 Masehi. Hal ini dapat dilihat di batu penanda waktu yang ditulis dengan menggunakan aksara Kawi. Tahun ini menunjukkan bahwa candi ini dibangun pada masa Kerajaan Majapahit.

Penanda Waktu Bertuliskan 1330 Saka © Dokumentasi Pribadi

Tetapi Kawan GNFI jangan membayangkan kalau situs ini berupa bangunan besar nan megah. Peninggalan yang tersisa dari Candi Sapto hanya berupa susunan batu bata kuno dengan lima arca Buddha yang disusun membentuk setengah lingkaran.

baca juga

Misteri Arca Candi Sapto

Kalau kita teliti pada nama Candi Sapto, candi ini seharusnya memiliki tujuh buah arca di dalamnya. Karena Sapto dalam bahasa Sansekerta berarti tujuh. Namun nyatanya Kawan GNFI hanya akan menemukan lima buah arca Buddha. Kelima arca tersebut tidak dalam bentuk yang sempurna. Kepala dari setiap arca terpenggal. Masih belum diketahui apa motif dan siapa pelaku yang menghancurkan kepala dari arca tersebut.

Arca di Candi Sapto membentuk formasi tathagata. Formasi ini umum ditemukan di situs-situs sejarah yang bercorak Buddhisme Mahayana. Tathagata adalah konfigurasi arca Budha berjumlah ganjil. Di bagian tengah, biasanya terletak satu Arca Dhyani Buddha yang bercirikan arca yang sederhana tanpa atribut dan ornamen. Di sekitar arca ini biasanya terletak Arca Bodhisattva yang membentuk setengah lingkaran. Archa Bodhisattva memiliki ciri khas penuh dengan ornamen dan hiasan, menandakan Buddha yang hadir di bumi.

Lima Arca Buddha dalam Formasi Tathagata© Dokumentasi Pribadi

Arca-arca Budha di Candi Sapto disusun dalam bentuk setengah lingkaran dengan menghadap ke arah barat, mengarah ke Gunung Kelud. Dalam tradisi Buddhisme Mahayana, tathagata dipuja untuk membebaskan manusia dari penderitaan

Fungsi Candi Sapto

Banyak spekulasi yang beredar terkait fungsi keberadaan Candi Sapto. Berdasarkan cerita masyarakat lokal, Candi Sapto dipercaya sebagai tetengger atau penanda bahwa terdapat petinggi Majapahit yang pernah singgah di wilayah sekitar candi. Selain itu, ada pula kisah tentang Kerajaan Pandegiling. Kerajaan tersebut diyakini adalah sebuah kerajaan gaib yang hanya bisa ditemukan oleh orang-orang khusus.

Jika kita melihat formasi tathagata yang ada di Candi Sapto, candi ini besar kemungkinan didirikan sebagai penjaga gunung Kelud. Gunung Kelud sendiri diyakini sebagai gunung yang suci dan harus dijaga agar tidak murka. Hal ini mungkin berkaitan dengan upaya menanggulangi dan mencegah dampak erupsi Gunung Kelud agar tidak membahayakan masyarakat sekitar.

Gunung Kelud sendiri masih aktif hingga sekarang. Erupsi terakhir gunung Kelud yang paling dahsyat terjadi pada tahun 2014 dengan abu vulkaniknya menutupi pulau Jawa.

baca juga

Berkunjung ke Candi Sapto

Sayangnya, lokasi Candi Sapto sebenarnya cukup jauh dari pusat Kota Malang. Kawan GNFI harus berkendara dengan jarak kurang lebih 70 km atau 2 jam perjalanan. Tetapi jangan khawatir, ada beberapa lokasi wisata yang terletak di antara pusat kota Malang dengan Candi Sapto. Anda bisa beristirahat di sekitar Kota Batu dengan beragam tempat wisatanya. Kawan juga bisa berhenti dan menikmati keindahan Waduk Selorejo di sela-sela perjalanan Anda ke Candi Sapto.

Berkunjung ke tempat-tempat sejarah artinya ikut melestarikan dan mengingat peninggalan sejarah warisan leluhur kita. Jadi Kawan GNFI, tertarik untuk berkunjung ke Candi Sapto? Bagikan pengalaman kawan berkunjung ya!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.