teknologi brin mampu ubah limbah pangan mbg jadi sumber daya bernilai tinggi - News | Good News From Indonesia 2026

Teknologi BRIN Mampu Ubah Limbah Pangan MBG Jadi Sumber Daya Bernilai Tinggi

Teknologi BRIN Mampu Ubah Limbah Pangan MBG Jadi Sumber Daya Bernilai Tinggi
images info

Teknologi BRIN Mampu Ubah Limbah Pangan MBG Jadi Sumber Daya Bernilai Tinggi


Persoalan limbah pangan di Indonesia masih jadi pekerjaan besar. Setiap tahun, jumlahnya diperkirakan mencapai 23 hingga 48 juta ton, sebagian besar berasal dari aktivitas rumah tangga. Dalam konteks Program Makan Bergizi Gratis (MBG), volume limbah ini berpotensi meningkat jika tidak dikelola dengan baik.

Di tengah tantangan itu, BRIN menghadirkan solusi yang tidak hanya menekan dampak lingkungan, tetapi juga membuka nilai baru. Lewat pemanfaatan teknologi, limbah pangan tidak lagi dipandang sebagai sisa, melainkan sebagai sumber daya bernilai tinggi.

Teknologi BRIN Ubah Limbah Pangan MBG Jadi Energi dan Produk Bernilai

Gagasan utama yang didorong adalah ekonomi sirkular. Dalam konsep ini, limbah tidak berhenti sebagai akhir dari konsumsi, melainkan kembali masuk ke siklus pemanfaatan.

Prinsip seperti reduce, reuse, recycle, dan recover menjadi dasar pengelolaan. Dengan pendekatan ini, setiap sisa makanan memiliki peluang untuk diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat, baik dalam bentuk energi maupun produk turunan lainnya.

Pendekatan ini penting, terutama untuk memastikan bahwa program seperti MBG tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Teknologi Modern yang Mengubah Limbah Jadi Energi

Untuk skala yang lebih besar, BRIN mengenalkan sejumlah teknologi yang mampu mengolah limbah pangan menjadi energi.

Teknologi seperti pirolisis dan gasifikasi bekerja dengan memanaskan limbah dalam kondisi tertentu hingga menghasilkan bahan bakar gas atau energi. Sementara itu, pencernaan anaerobik memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk menghasilkan biogas dari limbah organik.

Ada pula hidrotermal karbonisasi, yang mampu mengubah limbah menjadi material seperti biochar, yang dapat dimanfaatkan kembali, termasuk untuk kebutuhan energi dan pertanian.

Melalui teknologi ini, limbah pangan dapat dikonversi menjadi energi listrik, bahan bakar, hingga produk bernilai ekonomi, sehingga tidak lagi berakhir di tempat pembuangan.

Teknologi Sederhana yang Bisa Diterapkan di Skala Kecil

Di sisi lain, pengolahan limbah tidak selalu harus bergantung pada teknologi besar. Untuk skala rumah tangga atau komunitas, metode sederhana tetap memiliki peran penting.

Pengolahan melalui komposting misalnya, dapat menghasilkan pupuk organik yang berguna untuk pertanian. Penggunaan bioaktivator membantu mempercepat proses penguraian limbah.

Selain itu, pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) menjadi salah satu solusi yang semakin dikenal. Larva ini mampu mengolah limbah organik menjadi pakan ternak sekaligus menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.

Pendekatan ini dinilai lebih fleksibel dan dapat diterapkan dengan sumber daya yang lebih terbatas.

Pemilihan Teknologi Harus Disesuaikan dengan Kebutuhan dan Kapasitas

Di balik berbagai pilihan teknologi tersebut, ada satu hal yang menjadi penekanan utama yakni tidak semua metode cocok untuk setiap kondisi.

Pemilihan teknologi harus mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari skala pengolahan, jenis limbah, biaya, hingga ketersediaan sumber daya. Setiap metode memiliki karakteristik dan tingkat efektivitas yang berbeda.

Karena itu, pendekatan yang tepat bukan soal memilih teknologi paling canggih, tetapi memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kawan, upaya ini menunjukkan bahwa limbah pangan bukan sekadar persoalan sisa konsumsi. Dengan pengelolaan yang tepat, ia bisa menjadi sumber energi, pupuk, hingga nilai ekonomi baru.

Langkah yang dilakukan BRIN memberi gambaran bahwa solusi atas persoalan lingkungan bisa berjalan beriringan dengan peluang pemanfaatan sumber daya. Dari sisa makanan, lahir potensi yang sebelumnya mungkin tidak terpikirkan. Bagaimana menurut, Kawan?

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Raras Wenny lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Raras Wenny.

RW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.