Banyak orang yang ikut global volunteer berangkat dengan satu alasan yang sama yaitu ingin memiliki pengalaman baru yang berbeda dari biasanya, tapi hal yang sering nggak mereka sadari adalah bahwa pulang dari global volunteer ternyata mengubah banyak hal dalam diri mereka, dan bukan bermaksud melebih-lebihkan karena memang begitulah kenyataan yang terjadi.
Tanpa disadari, global volunteer adalah salah satu tempat terbaik untuk kamu berkembang baik secara soft skill maupun hard skill, bukan karena ada pelatihan formal di dalamnya, tapi karena situasi nyata yang kamu hadapi di sana secara langsung memaksamu untuk tumbuh dan menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Ketika kamu berada di lingkungan yang bahasa dan budayanya sama sekali berbeda, secara tidak langsung kamu mulai belajar berkomunikasi dengan cara yang lebih jelas, lebih sabar, dan lebih kreatif dari biasanya. Keterbatasan bahasa yang kadang menghambat bukan jadi penghalang, justru itu yang menjadi batu loncatan untuk mendorongmu terus berkembang.
Kamu mulai belajar membaca situasi, memahami gestur, dan menemukan cara untuk tetap terhubung dengan orang-orang di sekitarmu, karena tinggal dan bekerja di lingkungan asing memang nggak selalu berjalan semulus yang kamu bayangkan sebelumnya.
Terkadang pasti ada momen di mana kamu merasa bingung, nggak nyaman, bahkan frustasi karena hal-hal yang jauh di luar kendalimu, tapi justru di titik itulah kemampuan adaptasi mulai dibentuk secara nyata. Kamu belajar untuk tidak mudah goyah ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, tetap tenang di tengah ketidakpastian, dan terus mencari jalan keluar tanpa menunggu orang lain mengambil langkah pertama.
Setiap ketidaknyamanan yang kamu rasakan bukan lagi jadi hambatan, melainkan bagian dari proses yang memang harus kamu lewati untuk bisa tumbuh, dan dampak dari proses itu jauh lebih besar dari yang kamu kira dalam kehidupan nyata kedepannya.
Di dalam projectglobal volunteer kamu dituntut untuk aktif dan nggak bisa sekadar jadi penonton, karena kamu akan bekerja bareng tim yang latar belakang, bahasa, dan cara berpikirnya sangat beragam, dan disitulah kemampuan kepemimpinan dan keberanian benar-benar diuji.
Kamu belajar beradaptasi dengan orang-orang yang memiliki perspektif yang berbeda, mengambil keputusan di tengah perbedaan pendapat, dan menjaga semangat tim tetap hidup ketika tantangan datang bertubi-tubi. Lebih dari itu, kamu juga belajar bahwa memimpin bukan soal mendominasi, tapi soal mendengarkan, menghargai, dan menggerakkan orang lain lewat kepercayaan yang dibangun bersama, dan karakter seperti itu hanya bisa tumbuh dari pengalaman nyata, bukan dari teori yang kamu baca.
Ketika kamu terlibat dalam project yang berlandaskan SDG atau Sustainable Development Goals, kamu secara nggak langsung juga dilatih untuk melihat sebuah masalah dari sudut pandang yang jauh lebih besar dari sebelumnya, kamu mulai mempertanyakan dampak jangka panjang dari setiap tindakan yang kamu ambil, memikirkan keberlanjutan dari apa yang sedang dikerjakan, dan menyadari bahwa apa yang kamu lakukan di sana bukan sekadar menyelesaikan tugas semata, tapi benar-benar berkontribusi pada sesuatu yang bermakna bagi dunia.
Kamu juga mulai menyadari bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten oleh orang-orang yang benar-benar peduli, dan kamu adalah salah satunya. Pola pikir seperti inilah yang akhirnya membedakan kamu dari versi dirimu sebelum mengikuti global volunteer, dan itulah yang membuat pengalaman ini jauh lebih dari sekadar kegiatan volunteer biasa.
Dari penjelasan di atas, kita tahu bahwa global volunteer bukan hanya soal pengalaman, tapi juga tentang membuka potensi besar yang mungkin belum pernah kamu sadari ada dalam dirimu. Kalau kamu tertarik untuk mulai perjalanan itu, kamu bisa cari tahu lebih lanjut dengan mengunjungi Instagram AIESEC in USU di @youthleader.usu. Temukan bagaimana global volunteer bisa membawamu menjadi versi terbaik dari dirimu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


