Di media sosial sekarang, konten soal isu lingkungan bukan hal yang asing lagi, mulai dari banjir yang semakin sering terjadi, TPA yang meluap, hingga pantai yang penuh dengan sampah plastik sudah jadi pemandangan yang biasa kita scroll setiap harinya.
Namun ironisnya, semakin sering kita melihatnya justru semakin kita terbiasa dan merasa itu bukan urusan kita. Padahal semua yang terjadi itu bukan kebetulan, melainkan dampak nyata dari krisis sampah yang sudah berlangsung lama dan terus memburuk, dan kita sebagai generasi yang akan paling merasakan dampaknya justru adalah pihak yang paling punya tanggung jawab sekaligus potensi terbesar untuk mengubah kondisi tersebut.
Dunia saat ini menghasilkan sampah dalam jumlah yang terus meningkat seiring gaya hidup konsumtif yang semakin tidak terkontrol, dan kita semua tanpa sadar ikut andil di dalamnya. Setiap hari kita membeli sesuatu, menggunakannya, lalu membuangnya begitu saja tanpa pernah benar-benar memikirkan kemana sampah itu berakhir dan apa yang terjadi setelahnya.
Yang perlu kita sadari adalah bahwa setiap sampah yang kita hasilkan itu tidak akan pernah “hilang” begitu saja, ia hanya berpindah tempat dan meninggalkan dampak buruk pada lingkungan. Krisis sampah ini jauh lebih dalam dan lebih kompleks dari sekadar soal kebersihan lingkungan, dan sayangnya kita semua adalah bagian dari penyebabnya tanpa kita sadari sepenuhnya.
Lalu sebagai Gen Z, apa yang sebenarnya bisa kita lakukan?
Salah satu hal pertama yang bisa kita ubah adalah cara pandang kita terhadap aksi kecil. Banyak dari kita merasa bahwa bawa tumbler, pilah sampah, atau mengurangi penggunaan plastik sekali pakai itu terlalu sepele untuk membuat perbedaan yang berarti, padahal justru kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh banyak orang itulah yang pada akhirnya membentuk perubahan besar.
Gen Z adalah generasi yang tumbuh dengan kesadaran tinggi terhadap isu lingkungan dan terhubung satu sama lain melebihkan generasi sebelumnya dan itu adalah kekuatan luar biasa untuk menjadi penggerak perubahan yang nyata dan berdampak luas.
Di sinilah AIESEC in USU hadir denganImpact Circle 11.0, sebuah program yang bukan sekadar bicara soal isu lingkungan tapi benar-benar mengajakmu untuk bergerak dan merasakan sendiri bahwa perubahan itu bisa dimulai dari tanganmu sendiri. Mengangkat SDG nomor 12 yaitu Responsible Consumption and Production, program ini hadir dari kesadaran bahwa kita punya tanggung jawab besar atas setiap sampah yang kita hasilkan sehari-hari.
Lewat Impact Circle 11.0, kamu akan diajak mengubah bahan daur ulang menjadi karya nyata melalui crafting session yang seru dan kreatif, belajar menjadi konsumen yang lebih bijak demi masa depan yang lebih berkelanjutan, sekaligus bertemu dengan orang-orang yang punya visi yang sama dan siap bergerak bersama dan menjadi impact maker.
Selain terlibat langsung dalam program seperti ini, kita sebagai Gen Z juga punya senjata lain yang generasi sebelumnya tidak punya yaitu platform digital. Satu konten yang tepat soal isu lingkungan bisa menjangkau ribuan orang dalam hitungan jam, dan awareness yang kamu sebarkan lewat media sosial bukan hal sepele karena itu adalah edukasi yang murah, cepat, dan luas jangkauannya.
Ketika kamu memilih untuk memposting soal gaya hidup berkelanjutan, mengingatkan orang-orang di sekitarmu untuk lebih bijak dalam berkonsumsi, atau sekadar berbagi apa yang kamu pelajari dari program seperti Impact Circle, kamu sudah menjadi bagian dari solusi itu sendiri.
Untuk kamu yang ingin melangkah lebih jauh dan menciptakan global impact, Global Volunteer bisa jadi pengalaman yang benar-benar mengubah cara pandangmu. Di sana kamu tidak hanya belajar tentang masalahnya tapi juga terlibat langsung dalam project berbasis SDG nomor 15 yaitu Life on Land yang berfokus pada perlindungan dan pemulihan ekosistem daratan, sebuah isu yang kaitannya sangat erat dengan krisis sampah yang selama ini kita bahas karena kerusakan ekosistem daratan dan penumpukan sampah adalah dua sisi dari masalah yang sama.
Kamu akan bekerja bersama orang-orang dari berbagai negara yang punya kepedulian yang sama, berkontribusi secara nyata, dan pulang dengan pemahaman yang jauh lebih dalam tentang bagaimana setiap tindakan kecilmu bisa menjadi bagian dari perubahan yang berdampak jauh lebih besar dari yang kamu bayangkan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


