penolakan jadi perang kisah dalam legenda asal usul bukit batara cerita rakyat dari sumatera utara - News | Good News From Indonesia 2026

Penolakan Jadi Perang, Kisah dalam Legenda Asal Usul Bukit Batara, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara

Penolakan Jadi Perang, Kisah dalam Legenda Asal Usul Bukit Batara, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara
images info

Penolakan Jadi Perang, Kisah dalam Legenda Asal Usul Bukit Batara, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara | Pexels/Tom Fisk


Legenda asal usul Bukit Batara adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Sumatera Utara. Legenda ini berkisah tentang pertempuran besar yang pernah terjadi di masa lalu antara Kerajaan Situngkus dan Kerajaan Batara.

Pertempuran ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika Kerajaan Batara tidak memberikan persyaratan tidak masuk akal pada pangeran Kerajaan Situngkus. Sang pangeran yang jatuh hati pada putri Raja Batara berniat untuk melamar dan menikahinya.

Namun sang putri tidak merasakan rasa cinta pada pangeran tersebut. Alhasil dia pun memberikan mahar yang tidak masuk akal, hingga akhirnya memicu peperangan antara dua kerajaan tersebut.

Bagaimana kisah lengkap dari legenda asal usul Bukit Batara tersebut? Simak ceritanya dalam artikel berikut ini.

Legenda Asal Usul Bukit Batara, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara

Dikutip dari buku Bunga Rampai Cerita Rakyat Tapanuli Tengah, alkisah pada zaman dahulu terdapat sebuah daratan di antara Teluk Tapanuli dan Pulau Situngkus. Di sana berdiri sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja.

Raja ini memiliki seorang pangeran yang mulai tumbuh dewasa. Saat itu juga, sang raja meminta putranya untuk menemukan calon istri dan menikah.

Di seberang Pulau Situngkus terdapat sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Batara. Banyak penduduk berparas cantik yang menghuni kerajaan tersebut.

baca juga

Pangeran ini kemudian pergi ke Kerajaan Batara. Di sana dia berhenti di sebuah tempat pancuran mandi untuk beristirahat.

Di pancuran itu ada beberapa orang gadis cantik yang sedang mencuci. Namun mata sang pangeran tertuju pada seorang gadis yang paling cantik di sana.

Sang pangeran pun mengintai area pancuran itu. Usut punya usut, ternyata gadis yang dia sukai itu adalah putri dari Raja Kerajaan Batara.

Alangkah senangnya hati sang pangeran mendapatkan informasi ini. Dia merasa jika ini adalah kesempatan untuknya untuk menikahi sang putri.

Pangeran tersebut kemudian kembali ke kerajaannya. Sesampainya di sana, dia menceritakan pada sang ayah bahwa sudah menemukan gadis yang disukainya.

Dirinya berkata jika sudah jatuh hati pada putri Raja Batara. Dia pun meminta orang tuanya untuk pergi melamar sang putri.

Alangkah bahagianya hati sang raja mendengarkan perkataan putranya itu. Dia pun mengutus utusan untuk pergi ke Kerajaan Batara.

Utusan ini menyampaikan lamaran pangeran untuk menikahi putri Kerajaan Batara. Namun sang putri ternyata tidak menyukai pangeran tersebut.

Dia pun meminta mahar besar agar bisa menolak dengan halus. Sang putri meminta agar Pulau Sumatera disatukan dengan Batu Situngkus.

baca juga

Sementara itu, dia meminta agar mengembangkan daerah hutan gersang yang ada di Kerajaan Batara. Utusan tersebut kemudian kembali dan menyampaikan permintaan mahar dari sang putri.

Permintaan ini ternyata membuat rakyat Situngkus marah. Dia merasa jika Kerajaan Batara meremehkan mereka dengan memberikan syarat tidak masuk akal untuk sang pangeran.

Perang pun akhirnya pecah dan tidak terelakkan. Pasukan dari Kerajaan Situngkus berbondong-bondong datang dan menyerbu Kerajaan Batara.

Kekuatan antara kedua kerajaan tidak berimbang. Kerajaan Situngkus memiliki persenjataan yang jauh lebih lengkap dan kuat.

Alhasil Kerajaan Situngkus berhasil menang dengan mudah. Kerajaan Batara akhirnya hancur porak poranda dan kalah dalam peperangan tersebut.

Konon bekas Kerajaan Batara inilah yang menjadi asal usul Bukit Batara. Tempat ini dikenal angker karena kisah kehancuran kelam yang pernah dialami di masa lalu.

Menurut keyakinan masyarakat, sering kali ada makhluk halus yang terlihat di Bukit Batara tersebut. Hal ini membuat tidak banyak masyarakat yang berani mendekatinya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.