Legenda Yipir dan Asparat adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Papua. Legenda ini berkisah tentang dua orang pemuda yang diyakini sebagai pembuat perahu pertama yang ada di Tanah Papua.
Kedua pemuda ini berusaha keras untuk membuat perahu pertama mereka. Butuh waktu lama agar Yipir dan Asparat berhasil menyelesaikan perahu tersebut.
Perahu itu kemudian mereka gunakan untuk memulai perjalanan dan mencari daerah baru. Namun sayang, ada sebuah kejadian yang membuat mereka mesti kehilangan perahu tersebut.
Walau begitu mereka tidak menyerah begitu saja. Kedua ini tetap melanjutkan perjalanan dengan persiapan yang seadanya.
Bagaimana kisah lengkap dari legenda Yipir dan Asparat sang penemu perahu pertama di Papua tersebut? Simak cerita lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Legenda Yipir dan Asparat Sang Penemu Perahu Pertama, Cerita Rakyat dari Papua
Dikutip dari buku Cerita Rakyat Daerah Irian Jaya, alkisah pada zaman dahulu hiduplah dua orang pemuda bernama Yipir dan Asparat. Mereka berdua adalah orang pertama yang membuat perahu di tanah Papua.
Menurut ceritanya, Yipir dan Asparat membuat perahu berbulan-bulan lamanya. Setelah perahu itu mulai jadi, mereka memasukkannya ke dalam sebuah pondok.
Yipir dan Asparat memagari pondok itu dengan pohon sagu. Hal ini dilakukan agar perahu yang mereka buat tidak terlihat dari luar.
Setelah bentuk perahu mulai nampak, Yipir dan Asparat berniat untuk meresmikan perahu itu. Mereka kemudian meresmikannya dengan memukul batang perahu dengan tongkat.
Meskipun sudah diresmikan, perahu itu belum bisa digunakan. Mereka masih harus mengukir beberapa bagian lagi.
Selain itu, Yipir dan Asparat juga mesti membakar dan mengecat perahu itu. Terakhir, mereka juga menggosokkan kapur berwarna merah di badan perahu tersebut.
Setelah sekian lama, akhirnya perahu mereka jadi juga. Yipir dan Asparat kemudian pergi ke hutan untuk mengambil sagu sebagai bahan pesta yang akan mereka adakan. Pesta untuk menyambut perahu itu kemudian mereka lakukan dengan meriah.
Akhirnya tiba waktu untuk menggunakan perahu tersebut. Yipir dan Asparat menurunkan perahu itu ke Sungai Asewet.
Kedua pemuda ini memulai perjalanan mereka. Setelah berjalan cukup jauh, sampailah perahu itu di Sungai Jet.
Di sana Yipir dan Asparat menepi untuk beristirahat. Tanpa sadar, ada dua orang wanita bernama Amar dan Dafar yang mengincar perahu mereka.
Saat malam tiba, kedua wanita ini mencuri perahu itu. Keesokan harinya, Yipir dan Asparat tidak bisa menemukan perahu mereka.
Akhirnya kedua pemuda ini menggunakan perahu nibung sederhana untuk melanjutkan perjalanan. Mereka sempat sampai di beberapa daerah dan meminta izin untuk tinggal di sana.
Namun tidak ada satupun orang yang mau mengizinkan mereka menetap. Hingga akhirnya sampailah mereka di Sungai Owap.
Di sana kedua pemuda ini sempat turun di Muara Owap. Mereka kemudian membuat sebuah sumur di sana.
Sumur ini dibuat sebagai penanda mereka pernah di sana. Selain itu, sumur itu juga menjadi kenang-kenangan mereka di Sungai Owap.
Masih dengan perahu sederhana, Yipir dan Asparat melanjutkan perjalanan menuju Kokonao. Di sinilah mereka akhirnya menepi dan menetap di sana.
Yipir dan Asparat membuat rumah untuk diri mereka masing-masing. Kedua pemuda ini mengakhiri perjalannya dan memutuskan untuk menetap di sana.
Setelah sekian lama, kedua pemuda ini menghilang begitu saja. Konon Yipir dan Asparat diyakini berubah dan menjelma sebagai roh yang menetap di daerah tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


