Kelompok 9 Mata Kuliah Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan, Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, UNY melalui Pusat Studi SDGs menggelar kegiatan bertema “Latihan Kelincahan Pada Siswa Sekolah Dasar Dalam Mendukung Kesehatan dan Kebugaran”.
Aktivitas tersebut dilakukan pada Senin, 11 Mei 2026, bertempat di SD Muhammadiyah Pandeyan, Dusun Pandeyan, Kelurahan Bangunharjo, Kabupaten Bantul, DIY.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya latihan kelincahan pada siswa sekolah dasar, meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani siswa serta melatih kemampuan gerak dan koordinasi tubuh siswa.
Sebanyak 13 siswa dari satu kelas SD tersebut mengikuti latihan kelincahan yang dipandu oleh mahasiswa dari Prodi PJKR UNY. Mereka juga dibersamai oleh guru olahraga.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat agar siswa lebih aktif bergerak, selain itu dapat mengajak siswa mengurangi penggunaan gadget berlebihan sehingga kesehatan dan kebugaran siswa dapat meningkat”, ujar Akhmad Dzaki Mahardika, ketua kelompok.
Selain meningkatkan kebugaran jasmani, latihan kelincahan pada siswa sekolah dasar juga memiliki dampak positif terhadap perkembangan kemampuan motorik dasar anak. Pada usia sekolah dasar, anak berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan yang sangat penting sehingga membutuhkan gerak fisik yang cukup dan terarah.
Melalui latihan kelincahan, siswa tidak hanya belajar bergerak lebih cepat, tetapi juga melatih keseimbangan tubuh, koordinasi gerak, serta kemampuan merespons instruksi dengan tepat.
Hal tersebut menjadi penting karena perkembangan motorik yang baik dapat mendukung aktivitas belajar siswa sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Dalam pelaksanaannya, siswa diberikan beberapa bentuk permainan dan latihan sederhana yang menyesuaikan dengan usia anak sekolah dasar. Bentuk latihan yang dilakukan meliputi lari zig-zag, perpindahan arah secara cepat, permainan keseimbangan, serta aktivitas koordinasi tubuh yang dikemas dalam suasana menyenangkan.
Pendekatan latihan yang bersifat bermain dipilih agar siswa merasa lebih antusias mengikuti kegiatan tanpa merasa terbebani. Selain itu, metode ini juga dinilai efektif untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam bergerak aktif.
Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh mahasiswa pendamping.
Banyak siswa yang terlihat senang karena latihan dilakukan dengan pendekatan permainan yang interaktif sehingga suasana menjadi lebih menyenangkan.
Interaksi yang baik antara mahasiswa dan siswa juga membantu membangun rasa percaya diri anak untuk mencoba berbagai gerakan tanpa rasa takut melakukan kesalahan.
Guru olahraga yang mendampingi kegiatan menyampaikan bahwa aktivitas fisik seperti latihan kelincahan sangat penting diterapkan secara rutin di lingkungan sekolah dasar. Menurutnya, perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan perangkat digital pada anak sering kali menyebabkan berkurangnya aktivitas fisik sehari-hari.
Anak-anak cenderung lebih banyak menghabiskan waktu bermain gawai dibandingkan melakukan aktivitas di luar ruangan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi tingkat kebugaran jasmani serta menyebabkan menurunnya minat siswa terhadap olahraga.
Oleh karena itu, latihan kelincahan ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran jasmani yang menarik dan menyenangkan. Tidak hanya berfokus pada hasil akhir, latihan ini juga memberikan pengalaman belajar mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh sejak usia dini.
Kebiasaan melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat membantu membentuk pola hidup sehat yang nantinya terbawa hingga usia dewasa. Dengan demikian, siswa dapat tumbuh menjadi individu yang lebih aktif, sehat, dan produktif.
Aktivitas ini juga menjadi bentuk implementasi nyata dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ketiga yaitu kehidupan sehat dan sejahtera.
SDG 3 menekankan pentingnya memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua usia. Dalam konteks pendidikan dasar, penerapan tujuan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mendorong peningkatan kesehatan fisik dan mental siswa.
Latihan kelincahan menjadi salah satu bentuk implementasi sederhana, tetapi berdampak cukup besar terhadap kualitas kesehatan peserta didik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman secara langsung dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat. Interaksi dengan siswa sekolah dasar memberikan pemahaman mengenai bagaimana menyampaikan materi olahraga yang mudah dipahami serta menarik bagi anak-anak.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa, khususnya yang berasal dari Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, untuk meningkatkan kompetensi profesional mereka di masa mendatang.
Di sisi lain, acara ini turut memperkuat hubungan kerja sama antara perguruan tinggi dengan sekolah dasar sebagai mitra pendidikan. Kehadiran mahasiswa di lingkungan sekolah memberikan suasana pembelajaran yang berbeda bagi siswa.
Mereka tidak hanya memperoleh materi baru, tetapi juga mendapatkan motivasi untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan olahraga.
Bagi pihak sekolah, kegiatan seperti ini dapat menjadi tambahan referensi dalam mengembangkan metode pembelajaran pendidikan jasmani yang lebih kreatif dan inovatif.
Hasil pengamatan selama pelaksanaan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu mengikuti latihan dengan baik meskipun memiliki tingkat kemampuan fisik yang berbeda-beda. Beberapa siswa tampak lebih cepat dalam melakukan gerakan, sementara siswa lainnya membutuhkan arahan tambahan agar dapat mengikuti ritme latihan.
Namun demikian, seluruh siswa tetap diberikan kesempatan yang sama untuk mencoba setiap bentuk latihan. Pendekatan tersebut dilakukan agar tidak ada siswa yang merasa tertinggal atau kurang percaya diri dalam mengikuti kegiatan.
Selain manfaat fisik, latihan kelincahan juga memberikan dampak positif terhadap aspek sosial siswa. Selama kegiatan berlangsung, siswa diajak bekerja sama dalam kelompok kecil dan belajar menghargai teman-temannya.
Situasi tersebut melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, serta membangun rasa sportivitas sejak dini. Sikap seperti saling mendukung dan memberi semangat antarteman menjadi nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan peserta yang lebih luas.
Program latihan kebugaran dan kesehatan di sekolah dasar perlu mendapatkan perhatian lebih agar siswa memiliki kesempatan untuk berkembang secara optimal, baik dari segi fisik maupun mental.
Dengan adanya dukungan dari sekolah, guru, mahasiswa, serta masyarakat sekitar, upaya meningkatkan kesehatan dan kebugaran siswa sekolah dasar dapat berjalan secara maksimal sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


