Kawan GNFI, tanggal 8 Juni menjadi momentum spesial untuk merefleksikan kembali hubungan manusia dengan laut. laut telah menjadi teman dekat manusia karena laut menjadi salah satu sumber kehidupan sehari-hari Akan tetapi, terdapat ironi ketika seringkali kita tidak menyadari bahwa terdapat ‘jarak’ yang tercipta di antara manusia dengan laut.
Ancaman kerusakan ekosistem laut menjadi problematika aktual yang masih berlanjut hingga detik ini. Kendati menjadi pemasok sumber kehidupan manusia, manusia justru menjadi sumber malapetaka bagi kehidupan di laut. Aktivitas yang dilakukan oleh manusia, baik dari skala individu hingga skala industri, tak jarang memperparah kerusakan ekosistem laut yang ujung-ujungnya mempengaruhi kehidupan manusia.
Kesadaran terhadap pentingnya kelestarian ekosistem laut menjadi hal yang krusial. Peringatan Hari Laut Sedunia menjadi momen berharga untuk mengingat kembali dan meningkatkan kesadaran atas kelestarian dan keberlanjutan ekosistem laut.
Bermula 34 Tahun yang Lalu
Ide mengenai peringatan Hari Laut Sedunia bermula dari Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Lingkungan dan Pembangunan—juga dikenal sebagai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi—yang diselenggarakan di Rio de Janeiro, Brasil pada tahun 1992. Ide ini muncul dari Kanada yang menyelenggarakan acara bertajuk “Ocean Days at Global Forum–The Blue Planet” Yang menjadi panggung bagi para ilmuwan, key opinion leader, dan pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan tentang peranan laut.
Meski gagasan tentang Hari Laut Sedunia telah ada sejak 1992, tetapi penetapan secara resmi baru dilakukan pada tahun 2008. Penetapan peringatan Hari Laut Sedunia secara resmi baru dilakukan pada tahun 2008 oleh Majelis Umum PBB dengan dikeluarkannya resolusi 63/111. Sejak saat itu, tepatnya mulai 8 Juni 2009, setiap tahunnya negara di seluruh dunia melakukan sejumlah rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Laut Sedunia.
Membayangkan Kembali Hubungan Manusia dengan Laut
Kawan GNFI, tiap tahunnya peringatan Hari Laut Sedunia memiliki tema tersendiri. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Reimagine: Beyond the World We Know, A New Relationship with Our Ocean”. Penetapan tema tersebut secara resmi dipublikasikan melalui akun media sosial Instagram @unworldoceansday pada Kamis (7/5/2026).
Tema yang diusung memiliki pesan dan misi yang penting untuk dipahami. Sebagaimana didapatkan dari situs unworldoceansday.org, tema tahun ini mengajak kita semua untuk membayangkan kembali hubungan kita dengan laut. Kawan semua diajak untuk merefleksikan bagaimana hubungan kita dengan laut selama ini.
Fakta menunjukkan bahwa 90% populasi ikan besar telah menurun dan 50% terumbu karang telah rusak. Kondisi ini membuat kita perlu menaruh perhatian besar terhadap kelestarian ekosistem lautan. Tema ini mengajak untuk memandang ulang hubungan aktivitas manusia dengan laut. Laut telah memberikan sumber kehidupan manusia sejak lama, seperti oksigen, sumber pangan, hingga menjadi penopang keseimbangan iklim. Oleh karena itu, perlu untuk memikirkan kembali relasi antara aktivitas manusia dengan kehidupan ekosistem lautan.
Relasi Indonesia dengan Laut
Indonesia sebagai negara kepulauan menjadikan laut bukan sebagai pemisah, tetapi justru menjadi penghubung tiap-tiap wilayah. Kondisi ini membuat laut menjadi salah satu sumber pembentuk identitas bangsa. Banyak kebudayaan dari berbagai suku bangsa di Indonesia yang lahir dari aktivitas melaut. Aktivitas tersebut melahirkan berbagai pengetahuan, nilai dan norma sosial, tradisi, hingga budaya fisik yang beragam.
Kekayaan biodiversitas laut Indonesia tidak kalah menakjubkan. Kawan GNFI perlu mengetahui bahwa Indonesia menjadi salah satu wilayah di dunia yang memiliki keragaman ekosistem lautan yang tinggi, seperti mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Selain itu, lautan Indonesia juga menjadi rumah bagi berbagai jenis spesies biota laut maupun sebagai jalur migrasi.
Posisi Indonesia yang strategis dalam perdagangan global turut membuat laut Indonesia memiliki nilai ekonomis yang tinggi dengan daya tawar yang menjanjikan. Pertumbuhan industri sektor maritim di Indonesia juga berperan penting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi negara. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Tahun 2025–2029, kontribusi PDB Maritim diperkirakan akan mencapai 15% pada tahun 2045. Angka tersebut menekankan betapa pentingnya kontribusi sektor maritim bagi perekonomian negara.
Aksi Indonesia dalam Hari Laut Sedunia 2026
Kawan GNFI, mengingat betapa berharganya keberadaan laut bagi keberlangsungan hidup Indonesia, sudah sepatutnya kita semua menjaga kelestarian ekosistem lautan. Momentum peringatan Hari Laut Sedunia sekaligus Coral Triangle Day—yang jatuh esok hari—menjadi momen berharga bagi Indonesia untuk memperkuat komitmen dalam menjaga dan melestarikan ekosistem laut.
Aksi Indonesia dalam Hari Laut Sedunia 2026 mengangkat tema khusus, yaitu “Kenali Lautmu, Wujudkan Aksimu”. Berdasarkan siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, tema ini memiliki urgensi untuk mengajak partisipasi masyarakat terlebih generasi muda untuk meningkatkan pengetahuan tentang laut dan ikut andil dalam upaya pelestarian.
Rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Laut Sedunia di Indonesia dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif juga inklusif. Tempo mewartakan bahwa rangkaian acara dalam peringatan ini telah berlangsung sejak pertengahan bulan Mei di 17 wilayah di Indonesia dan mencapai puncaknya pada 7–8 Juni 2026 bertempat di Peninsula Island, ITDC Nusa Dua, Bali.
Adapun sejumlah acara yang berlangsung dalam peringatan ini adalah: (1) program Laut Sehat Bebas Sampah (Laut SEBASAH), (2) Penanaman mangrove, (3) Sekolah Pantai Indonesia, dan sejumlah kegiatan edukatif lainnya. Sejumlah rangkaian ini menjadi ruang kolektif, inklusif, dan berkelanjutan bagi masa depan laut Indonesia.
Melalui peringatan ini, seperti yang tertuang dalam situs resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan menguatkan komitmen dalam mengupayakan pendekatan ekonomi biru. Pendekatan ini memungkinkan pemerintah Indonesia untuk melakukan pemanfaatan ekonomi sekaligus melakukan konservasi sumber daya laut secara seimbang. Sehingga, kondisi ekosistem laut Indonesia dapat terus terjaga dan lestari sekaligus mendapatkan manfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Kawan GNFI, peringatan Hari Laut Sedunia ini dapat menjadi titik di mana kita semua dapat menata ulang dan merapikan kembali alur berpikir dan bertindak kita terhadap ekosistem laut. Ketergantungan kita terhadap hasil laut sudah sepatutnya disertai dengan penguatan komitmen dalam menjaga dan melestarikan ekosistem laut baik dari skala individu hingga skala industri. Dengan demikian, generasi yang akan datang tetap dapat merasakan manfaat yang berharga dari lautan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

