Duta Besar (Dubes) Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, berbagi cerita tentang momen yang paling berkesan baginya selama menjabat. Apa itu?
Jess Dutton telah menjabat Dubes Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste sejak Oktober 2023. Sebagai dubes, ia pun harus melakukan berbagai pekerjaan, baik itu dari kantor Kedutaan Besar Kanada yang terletak di gedung World Trade Center I, Jakarta, maupun di berbagai tempat dari Sabang hingga Merauke yang pernah dikunjunginya.
Setelah kurang lebih 2,5 tahun bertugas, ia punya banyak pengalaman dalam menjalankan tugasnya sebagai dubes. Dari sekian banyak pengalaman itu, ada satu yang paling berkesan bagi Dutton. Uniknya, momen itu justru terjadi bukan di Indonesia, melainkan di negara asalnya.
"Pengalaman paling berkesan yang saya alami sebagai duta besar di sini, sebenarnya terjadi di Kanada. Itu adalah saat saya berada di Bandara Internasional Ottawa," ujar Dutton kepada awak media di Jakarta pada Rabu (10/6/2026).
Saat itu, Dutton berada di Bandara Internasional Ottawa untuk menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pada September 2025 lalu, Prabowo menyambangi Negeri Daun Maple dalam rangka kunjungan kenegaraan.
Prabowo tiba di Bandar Udara Internasional Ottawa Macdonald-Cartier, Ottawa, Kanada, pada Rabu (24/9/2025) pukul 13.30 waktu setempat. Selain Dutton, ada pula sejumlah pejabat lain yang ikut menyambut, mulai dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, hingga Atase Pertahanan KBRI Ottawa, Marsma TNI Edwardus Wisoko Aribowo.
"Dan saya melihat pesawat Presiden Indonesia berjalan dan parkir di terminal VIP, dan saya mendapat kehormatan mengucapkan selamat datang kepada Presiden Prabowo saat dia berjalan turun," lanjut Dutton.
Di Kanada, Prabowo punya sejumlah agenda penting, termasuk pertemuan bilateral dengan Gubernur Jenderal Kanada, Mary Simon, di Rideau Hall. Selain itu, Prabowo juga punya agenda bertemu Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney, di West Block, Parliament Hall. Ada pula penandatanganan Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).
Tentu bukan tanpa alasan Dutton menganggap menyambut Prabowo di Ottawa adalah momen paling berkesan selama ia menjadi dubes. Baginya, kunjungan kenegaraan itu punya makna penting yang menyangkut hubungan antara Kanada dan Indonesia.

"Itu adalah saat yang sangat penting dalam hubungan kita, karena sudah bertahun-tahun sejak Presiden Indonesia mengunjungi Kanada dalam kunjungan luar negerinya. Dan saya tahu, bagi saya, itu adalah simbol bahwa kedua negara memiliki tujuan dan prioritas untuk mengembangkan dan membangun hubungan ini," lanjut Dutton.
Apa yang dikatakan Dutton memang benar adanya. Sebelum kedatangan Prabowo pada 2025 lalu, terakhir kali kunjungan presiden Indonesia ke Kanada terlaksana pada 2010. Kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono menyambangi Toronto untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20.
Setelah SBY mangkat dan digantikan oleh Jokowi, tidak pernah ada kunjungan kenegaraan lagi ke Kanada. Dengan demikian, perlu waktu lebih dari 15 tahun untuk menunggu Presiden Indonesia hadir lagi di Kanada.
Meski momen di Ottawa begitu berkesan, Dutton bukannya tidak punya kenangan indah di Indonesia. Ia menuturkan bahwa kunjungannya ke berbagai daerah di Indonesia dan pertemuannya dengan masyarakat lokal adalah hal yang juga jadi memori tersendiri.
"Secara pribadi sebagai duta besar, saya punya kesempatan berkunjung ke komunitas yang lebih kecil di Indonesia, misalkan kota-kota di Kalimantan, Banda Aceh, Lombok, untuk bertemu dengan masyarakat setempat, melihat beberapa proyek yang dijalankan oleh Kanada, mendengar tentang pelaksanaannya, juga untuk belajar dari banyak orang," pungkas Dutton yang kini akan segera mengakhiri masa tugasnya di Indonesia.


