nenek bergaji rp600 ribu sebulan itu tak pernah menyerah kini cucunya lolos ugm dan kuliah gratis - News | Good News From Indonesia 2026

Nenek Bergaji Rp600 Ribu Sebulan Itu Tak Pernah Menyerah, Kini Cucunya Lolos UGM dan Kuliah Gratis

Nenek Bergaji Rp600 Ribu Sebulan Itu Tak Pernah Menyerah, Kini Cucunya Lolos UGM dan Kuliah Gratis
images info

Reza berhasil lolos UGM, kuliah gratis pula


Setiap kali Muhammad Novareza Sayyid Pratama pulang sekolah hingga malam, seorang perempuan lanjut usia kerap menunggunya di rumah. Perempuan itu belum memejamkan mata hanya untuk konsisten menemani cucunya belajar. Kini, perempuan itu berhasil mengantarkan cucunya ke peguruan tinggi bergengsi di Yogyakarta tanpa mengeluarkan biaya.

Berbicara pendidikan, perempuan itu hanya lulusan sekolah dasar. Usianya sudah 69 tahun. Penghasilannya sebagai asisten rumah tangga pun hanya sekitar Rp600 ribu per bulan. Meski demikian, keyakinannya terhadap sang cucu tidak pernah goyah. Ia yakin bahwa cucunya kelak akan punya riwayat pendidikan dan nasib yang jauh lebih baik

Kini, keyakinan itu terbayar. Remaja yang akrab disapa Reza tersebut berhasil diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Ia masuk Program Studi S1 Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM.

Tak hanya lolos tanpa tes, Reza juga memperoleh beasiswa UKT Pendidikan Unggul bersubsidi 100% sehingga bisa menempuh kuliah secara gratis.

baca juga

Di Rumah Kecil, Reza Simpan Mimpi Besar

Reza tumbuh di rumah sederhana yang berdiri di atas tanah kas desa seluas sekitar 80 meter persegi di kawasan Sendowo, Mlati, Sleman.

Sejak kecil, hidupnya berjalan tidak seperti kebanyakan anak seusianya. Setelah kedua orang tuanya bercerai, ia diasuh oleh kakek dan neneknya.

Sang kakek, Surono (69), bekerja sebagai tukang parkir. Sementara neneknya, Amin Juminem (69), menjadi asisten rumah tangga. Jelas, pendapatan keduanya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas itu, kakek dan nenek tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Bagi Amin, keterbatasan bukan sebuah alasan untuk menghentikan mimpi cucunya. Apalagi, ia paham betul potensi yang ada dalam Reza.

"Saya percaya karena Reza anaknya pintar, jadi pasti dia nanti akan mudah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi," ujar Amin.

Untuk pendidikan, apapun akan dilakukan. Itulah yang selalu diupayakan Amin. Ada masa ketika Amin harus mengandalkan pinjaman dari uang arisan untuk memenuhi kebutuhan sekolah sang cucu.

"Yang penting kebutuhan sekolah Reza bisa terpenuhi dulu, nanti uang pinjaman bisa dicicil," kenangnya.

baca juga

Langganan Juara Sejak SMP

Apa yang diyakini Amin bukan sekadar omong kosong. Reza, memang tergolong sebagai bibit unggul di sekolahnya. Remaja yang gemar membaca buku fiksi tersebut mengaku selalu berusaha mempertahankan prestasi akademiknya.

"Sejak SMP saya langganan masuk peringkat 1," tuturnya.

Prestasi ini merupakan hasil dari kebiasaan belajar yang konsisten selama bertahun-tahun. Di balik itu, dukungan dan perhatian sang nenek menjadi penyemangat yang membuatnya terus berusaha memberikan yang terbaik. Tidak hanya dukungan verbal, Amin juga turut hadir menemani saat Reza tengah belajar.

"Kadang kalau Reza pulang malam setelah kegiatan sekolah, saya tetap menemani Reza untuk belajar," kata Amin.

baca juga

Lolos UGM dan Kuliah Gratis

Perjuangan panjang itu akhirnya menemukan hasil yang membahagiakan. Reza diterima sebagai mahasiswa baru UGM melalui jalur SNBP. SNBP merupakan jalur seleksi nasional yang menilai prestasi akademik siswa selama sekolah. Berbeda dengan jalur ujian tulis, peserta SNBP diseleksi berdasarkan rekam jejak prestasi dan nilai rapor.

Keberhasilan masuk melalui jalur ini menjadi bukti bahwa konsistensi prestasi yang dijaga Reza sejak SMP memberikan hasil nyata. Lebih membahagiakan lagi, ia juga mendapatkan beasiswa UKT Pendidikan Unggul bersubsidi 100%.

Keberhasilan itu tak membuat Reza lupa mengingat sosok yang tidak pernah bisa dipisahkan dari perjalanan hidupnya: sang nenek.

"Nenek sosok pengganti ibu saya karena sedari kecil saya dibesarkan oleh nenek, meskipun di tengah keterbatasan nenek selalu mengusahakan kebutuhan saya," ujar Reza.

Kini, setelah berhasil melangkah ke salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, Reza tidak ingin kisahnya berhenti sebagai cerita pribadi. Ia berharap pengalamannya bisa menjadi penyemangat bagi anak-anak lain yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

"Buat teman-teman tetap semangat ya, karena rezeki tidak ada yang tahu. Mungkin di tengah keterbatasan finansial berusahalah mencari beasiswa, di luar itu ada banyak," pesannya.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.