jarang diketahui kalimantan punya semut raksasa salah satu yang terbesar di dunia - News | Good News From Indonesia 2026

Jarang Diketahui, Kalimantan Punya Semut Raksasa Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Jarang Diketahui, Kalimantan Punya Semut Raksasa Salah Satu yang Terbesar di Dunia
images info

Semut Gajah Kalimantan


Nama semut gajah mungkin membuat banyak orang mengira serangga ini memiliki hubungan dengan gajah. Padahal, nama tersebut hanya merujuk pada ukuran tubuhnya yang jauh lebih besar dibandingkan semut pada umumnya. Semut gajah merupakan salah satu serangga khas hutan hujan tropis Kalimantan yang masih banyak dijumpai, termasuk di Kalimantan Barat.

Keberadaan semut ini kembali menjadi perhatian setelah petugas menggagalkan upaya penyelundupan lima ekor semut gajah melalui Bandara Supadio. Pengiriman tersebut tidak dilengkapi dokumen resmi sehingga tidak dapat dilanjutkan. Kasus ini menunjukkan bahwa meskipun semut gajah bukan satwa yang dilindungi secara khusus, perpindahannya tetap berada di bawah pengawasan pemerintah melalui aturan karantina.

Secara ilmiah, semut gajah memiliki nama Dinomyrmex gigas, yang sebelumnya dikenal sebagai Camponotus gigas. Serangga ini juga memiliki beberapa nama lokal, seperti semut temenggung, semut lada, dan semut belinang. Spesies ini dikenal sebagai salah satu semut terbesar di dunia dan menjadi bagian penting dari keanekaragaman hayati hutan tropis Asia Tenggara.

Hidup di Hutan Tropis Kalimantan

Semut gajah merupakan penghuni alami hutan hujan tropis yang masih memiliki tutupan vegetasi baik. Mereka umumnya membuat sarang di batang pohon, lubang pohon, maupun kayu yang telah lapuk. Lingkungan hutan yang lembap dengan banyak pepohonan menjadi habitat ideal bagi koloni semut ini untuk berkembang.

Ukuran tubuh semut gajah menjadi ciri paling mudah dikenali. Semut pekerja memiliki panjang tubuh sekitar dua sentimeter, sedangkan semut prajurit dapat mencapai hampir 2,8 sentimeter. Tubuhnya berwarna hitam mengilap dengan bagian perut yang terkadang tampak kemerahan.

Sebagai serangga sosial, semut gajah hidup dalam koloni yang terdiri atas ratu, semut pekerja, dan semut prajurit. Masing-masing memiliki tugas berbeda. Semut pekerja bertanggung jawab mencari makanan dan merawat larva, sementara semut prajurit menjaga koloni dari ancaman predator maupun gangguan lain di sekitar sarang.

Meski memiliki ukuran yang besar, semut gajah bukan serangga berbisa. Namun, gigitannya cukup kuat dan dapat menimbulkan rasa sakit. Saat merasa terganggu, semut ini juga mampu mengeluarkan bau khas sebagai bagian dari mekanisme pertahanan dirinya.

Harus Melewati Prosedur Resmi

Banyak orang mengira hanya satwa yang dilindungi yang memerlukan izin ketika dipindahkan dari satu daerah ke daerah lain. Faktanya, semut gajah juga harus melalui prosedur resmi meskipun statusnya bukan satwa dilindungi.

Pengawasannya mengacu pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Aturan tersebut mengharuskan setiap pengiriman dilengkapi dokumen dan sertifikat kesehatan yang sah. Ketentuan ini bertujuan memastikan organisme yang dipindahkan tidak membawa penyakit maupun menimbulkan gangguan terhadap ekosistem di daerah tujuan.

Pemindahan tanpa dokumen resmi dapat dianggap sebagai tindakan ilegal karena berpotensi menyebabkan invasi ekologis. Ketika suatu spesies dipindahkan ke wilayah baru tanpa pengawasan, keseimbangan lingkungan setempat dapat terganggu apabila spesies tersebut mampu berkembang biak dan bersaing dengan fauna asli.

Memiliki Peran Penting di Dalam Ekosistem

Di habitat alaminya, semut gajah bukan sekadar serangga berukuran besar. Mereka berperan sebagai bagian dari rantai makanan sekaligus membantu menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Semut ini memangsa berbagai serangga kecil dan hewan tidak bertulang belakang lainnya sehingga turut mengendalikan populasi organisme di sekitarnya.

Aktivitas koloni semut juga membantu mempercepat proses penguraian bahan organik di lantai hutan. Selain itu, keberadaan semut gajah menjadi indikator bahwa habitat hutan masih memiliki kondisi yang relatif baik karena spesies ini sangat bergantung pada kawasan hutan tropis yang masih terjaga.

Kasus penyelundupan semut gajah menjadi pengingat bahwa konservasi tidak hanya ditujukan bagi satwa besar seperti orangutan atau badak. Serangga yang tampak sederhana pun memiliki nilai ekologis yang penting sehingga peredarannya perlu diawasi. Melalui kepatuhan terhadap aturan karantina dan perlindungan habitat hutan, keberadaan semut gajah di Kalimantan diharapkan tetap terjaga sebagai bagian dari kekayaan biodiversitas Indonesia.

baca juga

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.