catatan perjalanan dari empat bulan yang berharga - News | Good News From Indonesia 2026

Magang di GNFI, Catatan Perjalanan dari 4 Bulan yang Berharga

Magang di GNFI, Catatan Perjalanan dari 4 Bulan yang Berharga
images info

Catatan Perjalanan dari Empat Bulan yang Berharga | Andy Apriyono


Perjalananku di GNFI berawal dari satu pesan di grup magang yang berisi informasi mengenai lowongan magang yang dibuka oleh GNFI. Saat itu, aku melihat posisi Local Contributor Writer sedang dibutuhkan untuk beberapa orang. Melihat kata "writer", aku langsung tertarik untuk mendaftar.

Menjadi penulis adalah salah satu hal yang ingin aku geluti selama menjalani program magang. Menulis merupakan bidang yang paling dekat denganku karena selama kurang lebih dua tahun aku aktif di organisasi kampus yang banyak berkaitan dengan dunia kepenulisan dan jurnalistik.

Saat melihat nama GNFI, aku langsung merasa tertarik sekaligus gugup. Bagiku, GNFI adalah media yang besar dan memiliki reputasi yang baik. Dengan perasaan campur aduk, aku memberanikan diri untuk mendaftar. Proses seleksinya berlangsung cukup cepat. Setelah lolos seleksi berkas, aku langsung menjalani wawancara dan keesokan harinya menerima kabar bahwa aku diterima.

Tentu saja aku sangat senang. Bisa diterima di posisi yang aku inginkan sekaligus di media yang selama ini aku kagumi menjadi awal perjalanan yang sangat berkesan.

Beradaptasi dengan Lingkungan Baru

Tim Local Contributor Writer Intern | Dokumentasi Pribadi
info gambar

Tim Local Contributor Writer Intern | Dokumentasi Pribadi


Meski sangat antusias, masa-masa awal magang ternyata tidak semudah yang kubayangkan. Di minggu-minggu pertama, untuk sekadar membalas pesan di grup kerja saja aku sering merasa ragu. Aku dipenuhi berbagai ketakutan dan kekhawatiran yang sebenarnya tidak perlu.

Namun, seiring berjalannya waktu, rasa canggung itu perlahan menghilang. Setelah beberapa minggu, aku mulai merasa lebih nyaman dengan lingkungan kerja di timku. Proses adaptasi ini terasa jauh lebih mudah berkat teman-teman magang dan kakak mentor yang selalu mendampingi kami.

Walaupun bekerja secara daring dan berada di lokasi yang berbeda-beda, suasana kerja di GNFI terasa hangat dan suportif. Hal inilah yang membuatku bisa beradaptasi lebih cepat dan mulai menikmati setiap proses yang ada.

Menulis Sambil Mengenal Indonesia

Sebagai seorang writer, tugas utamaku tentu saja menulis. Setiap hari kami diberikan berbagai topik untuk dikembangkan menjadi artikel.

Sesuai dengan semangat GNFI yang banyak mengangkat berita baik dari Indonesia dan untuk Indonesia, aku jadi menemukan banyak hal baru yang sebelumnya belum pernah kuketahui. Dari proses menulis tersebut, aku semakin mengenal Indonesia dari berbagai sisi.

Aku membaca dan menulis tentang budaya, prestasi anak bangsa, inovasi, potensi daerah, hingga berbagai cerita inspiratif yang terjadi di berbagai penjuru Indonesia. Tanpa sadar, kegiatan menulis yang kulakukan setiap hari tidak hanya meningkatkan kemampuanku sebagai penulis, tetapi juga memperluas wawasanku tentang negeri ini.

baca juga

Ternyata Jauh dari Kata Membosankan

Sebelum memulai magang, aku sempat berpikir bahwa aktivitas sehari-hariku hanya akan diisi dengan menulis dan menatap layar laptop. Namun, kenyataannya jauh berbeda.

Di GNFI, banyak kegiatan yang membuat pengalaman magang terasa lebih menyenangkan. Sebelum mulai bekerja, kami mendapatkan berbagai pembekalan mengenai kepenulisan, SEO, dan pedoman penulisan yang digunakan di GNFI. Materi-materi tersebut sangat membantu kami untuk beradaptasi dan meningkatkan kualitas tulisan.

Kelas Bonding
info gambar

Kelas Bonding | Dokumentasi Pribadi


Selain itu, ada pula berbagai kegiatan lain seperti mini class, sesi permainan, karaoke session, hingga kegiatan bonding bersama. Kegiatan-kegiatan ini membuat hubungan antaranggota tim menjadi lebih dekat meskipun kami bekerja secara daring.

Tidak hanya bekerja dari rumah, aku juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan berbagai peliputan secara langsung.

Selama magang, aku beberapa kali meliput berbagai acara seperti press conference, media screening film, hingga kegiatan yang diselenggarakan oleh kedutaan besar. Pengalaman ini menjadi salah satu bagian yang paling aku nikmati karena memberiku kesempatan untuk melihat langsung bagaimana dunia media bekerja di lapangan.

Dari berbagai jenis peliputan tersebut, media screening dan press conference film menjadi kegiatan yang paling kusukai. Sebagai seseorang yang menyukai dunia film, kesempatan ini membuatku merasa lebih dekat dengan industri sinema Indonesia.

Belajar Banyak Hal di Luar Dunia Menulis

Hal lain yang membuat pengalaman magang ini semakin menarik adalah kesempatan untuk belajar di berbagai divisi lain di GNFI.

Aku sempat merasakan pengalaman bekerja bersama tim redaksi, Jogjastats, dan Goodstats. Dari tim redaksi, aku belajar bagaimana proses kerja sebuah media profesional berjalan dari belakang layar. Sementara itu, di Jogjastats dan Goodstats aku berkesempatan mengenal dunia data journalism yang sebelumnya masih terasa asing bagiku.

Tidak hanya itu, aku juga mendapat kesempatan menjadi content creator melalui program GNFI Jalan-Jalan. Dari kegiatan ini aku belajar banyak hal baru, mulai dari menyusun naskah, mengambil gambar, hingga melakukan proses editing video.

Pengalaman yang Paling Berkesan

Foto Bersama Wregas Bhanuteja | Dokumentasi Pribadi
info gambar

Foto Bersama Wregas Bhanuteja | Dokumentasi Pribadi


Salah satu pengalaman yang paling berkesan selama magang adalah ketika melakukan peliputan film Para Perasuk. Film tersebut merupakan salah satu film yang paling kutunggu karena disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, sutradara Indonesia favoritku. Setelah sesi press conference dan doorstop selesai, aku memberanikan diri untuk meminta foto dan tanda tangan dari beliau.

Bagi sebagian orang mungkin itu adalah hal sederhana, tetapi bagiku momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga.

International Tea Day 2026 | Dokumentasi Pribadi
info gambar

International Tea Day 2026 | Dokumentasi Pribadi


Pengalaman menarik lainnya adalah saat menghadiri perayaan International Tea Day di Kedutaan Besar Sri Lanka pada Mei lalu. Di sana aku bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara dan latar belakang budaya.

Selain mendapatkan pengalaman baru, aku juga berkesempatan mencicipi berbagai varian teh asli Sri Lanka yang memiliki cita rasa berbeda-beda. Pengalaman tersebut menjadi salah satu peliputan yang paling kuingat selama menjalani magang.

baca juga

Empat Bulan yang Sangat Bermakna

Jika mengingat kembali diriku di awal magang, aku sempat berpikir bahwa empat bulan akan terasa panjang dan membosankan. Namun, ternyata yang kutemukan justru sebaliknya. Empat bulan berjalan begitu cepat. Selama waktu tersebut, aku mendapatkan banyak pengalaman, pelajaran, dan kesempatan yang mungkin tidak akan kudapatkan di tempat lain.

Aku belajar tentang menulis, jurnalistik, data, produksi konten, hingga cara bekerja sama dalam sebuah tim. Di luar kemampuan teknis, aku juga belajar tentang menghargai orang lain, bersikap profesional, dan terus terbuka terhadap proses belajar.

Karena itu, ketika sampai di penghujung masa magang, yang kurasakan bukanlah rasa lega karena telah selesai, melainkan rasa syukur karena pernah menjadi bagian dari perjalanan ini.

Aku sangat berterima kasih kepada GNFI yang telah memberikan kesempatan untuk belajar dan berkembang. Terima kasih juga kepada teman-teman seperjuangan, kakak mentor, serta seluruh tim Local Contributor Writer yang telah membersamai dan membimbingku dari awal hingga akhir. Mari kita berjumpa lagi di kesempatan lainnya!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Amanda Jingga Rambadani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Amanda Jingga Rambadani.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.