Di tengah kehidupan yang semakin kompleks, tak jarang manusia mengalami kelelahan (overwhelmed) dengan berbagai macam hal yang terjadi dalam berbagai persoalan hidup. Entah masalah dalam lingkungan rumah, lingkungan kerja, lingkungan sekolah, dan berbagai lingkungan lainnya yang menjadi fokus permasalahan terjadi.
Permasalahan ini cenderung memicu terjadinya kecemasan yang berlebih bagi setiap individu bahkan dapat menimbulkan gangguan kesehatan mental yang lebih berbahaya. Padahal, tidak semua masalah harus dipikirkan secara terus menerus.
Idealnya, hal yang harus dilakukan dalam kondisi tersebut bagi setiap individu adalah dengan mencari jalan keluar berupa problem solving supaya masalah yang terjadi dapat teratasi dengan baik dan tepat.
Banyak Orang Terpaku Dengan Functional fixedness
Functional fixedness adalah kecenderungan kognitif seseorang untuk melihat suatu objek hanya berdasarkan fungsi objek yang biasa atau berdasarkan fungsi asalnya dari benda tersebut, sehingga sulit menemukan penggunaan alternatif yang sebenarnya dapat membantu menyelesaikan masalah.
Kondisi ini cenderung menghambat kreativitas otak kita untuk bisa menciptakan fungsional alternatif dari suatu benda diluar fungsi utamanya. Sebaliknya, cognitive flexibility merupakan kondisi seseorang yang lebih menekankan terhadap penyesuaian cara berpikir, melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang, serta mengubah strategi ketika menghadapi situasi baru dan tak banyak orang memiliki ide ini (diluar dugaan) sebagai alternatif dari persoalan yang terjadi.
Pada konteks kehidupan, kita selalu memikirkan suatu jalan sebagai satu-satunya jalan keluar dari setiap permasalahan hidup yang kita alami. Namun, sering kali justru pola pikir kita sendiri yang membatasi kemungkinan solusi yang sebenarnya tersedia, bahkan pernah ada pepatah yang mengatakan, "Ada banyak jalan menuju Roma," pepatah ini bukan hanya sekadar rangkaian kata yang terdengar dari satu mulut ke satu mulut, dari satu generasi ke satu generasi, dari satu waktu ke satu waktu.
Akan tetapi pepatah ini memiliki makna mendalam yang dapat dijadikan sebagai pegangan dari setiap lika-liku perjalanan kehidupan yang kita jalankan selama ini yang mendorong kita untuk terus berinovasi, meningkatkan kreativitas dan tidak memiliki kekakuan dalam berpikir.
Pertanyaan sederhana, "Mengapa kita selalu mencari palu ketika kita butuhkan untuk memaku paku ke dinding? dan kita tidak akan pernah bisa memaku jika tidak ada palu?" Coba perhatikan lingkungan sekitar, bukankan di dapur terdapat ulekan yang bisa digunakan untuk memaku paku ke dinding?
Bukankanh di luar rumah banyak batu-batu besar yang kuat nan kokoh bisa digunakan juga? Ketika kita bisa memikirkan fungsi lain dari suatu benda maka hal itu dapat mempermudah kehidupan kita dan tak perlu menunggu waktu yang lama untuk menyelesaikan berbagai tugas atau permasalahan yang terjadi di kehidupan.
Heuristik Psikologis Berkaitan Erat Dengan Cognitive Flexibility
Heuristik membahas bagaiamana seseorang dapat mengambil informasi dari persepsi eksternal dan internal (memori) sehingga membuat keputusan berdasarkan informasi tersebut. Biasanya heuristik ini lebih berpotensi pada jalan pintas mental atau metode praktis yang digunakan untuk menemukan solusi dan mengambil keputusan secara cepat tanpa harus melalui analisis panjang.
Disinilah cognitive flexibility bersahabat dengan heuristik dalam menjawab persoalan kehidupan dan keluar dari ranah fiksasi fungsional, cognitive flexibility membantu seseorang mengevaluasi dan memodifikasi heuristik yang digunakan sehingga keputusan yang diambil tidak selalu bergantung pada pola pikir yang sama. Walaupun metode heuristik ini cepat dan praktis, terkadang pada proses ini juga terjadi percobaan "trial and error" karena mencoba memfungsikan suatu benda atau objek di luar fungsi utamanya.
Cara Meningkatkan Cognitive Flexibility
Berikut beberapa cara untuk meningkatkan cognitive flexibility yang sekaligus membantu menghindari funcional fixedness dalam sistem kerja otak dalam merespon setiap hal yang terjadi:
Biasakan mencari lebih dari satu jawaban atau solusi
Dapatkan insight dari sudut pandang yang berbeda supaya memiliki perspektif yang lebih beragam
Latihan alternative use task (pikirkan fungsi lain dari suatu benda)
Fokus pada karakteristik benda, bukan hanya namanya
Gunakan teknik SCAMPER yaitu, subtitute (ganti), combine (gabungkan), adapt (sesuaikan), modify (modifikasi), put to another use (gunakan untuk hal lain), eliminate (hilangkan), reverse (balik).
Nah, itulah beberapa cara atau metode yang dapat diterapkan supaya otak kita bekerja lebih dinamis dan tidak kaku dalam menghadapi berbagai hal yang terjadi di kehidupan. Pada akhirnya, banyak persoalan hidup tidak membutuhkan solusi yang benar-benar baru tapi sering kali membutuhkan cara pandang yang baru terhadap kondisi sekitar yang dapat menjawab semua penyelesaian masalah.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


