deceptive pattern trik desain manipulatif yang diam diam menjebak dompet dan datamu - News | Good News From Indonesia 2026

Deceptive Pattern: Trik Desain Manipulatif yang Memengaruhi Data dan Finansial

Deceptive Pattern: Trik Desain Manipulatif yang Memengaruhi Data dan Finansial
images info

Ilustrasi deceptive pattern pada pop-up cookies | Foto: Ilustrasi Pribadi


Apakah Kawan GNFI pernah kesal karena saat sedang asyik membaca berita, tiba-tiba muncul iklan yang menutupi seluruh layar? Saat mencoba menutupnya, iklan tersebut justru terbuka. Atau tanpa sadar tetap berlangganan aplikasi berbayar karena tombol batalnya sulit ditemukan?

Kejadian seperti ini bukan kebetulan, tetapi ada desain yang memang dirancang untuk menjebak pengguna, yaitu deceptive pattern. Mari, mengenal deceptive pattern dan dampaknya bagi pengguna melalui contoh yang sering ditemui tanpa sadar, agar dompet dan datamu tetap aman.

Apa Itu Deceptive Pattern?

Selain bertemu iklan saat membaca berita, apakah Kawan GNFI pernah disambut pop-up menyetujui cookies? Mau ditolak, tetapi tombolnya tidak ada. Yang terlihat hanya “Terima semua cookies” yang warnanya mentereng atau “Kelola cookies” yang terlihat suram seperti tidak mau diklik.

Akhirnya Kawan GNFI memilih tombol secara acak. Di situlah tanpa sadar kamu memberi izin bagi website untuk mengambil datamu.

baca juga

Kawan GNFI baru saja terjebak deceptive pattern atau dark pattern. Istilah ini diperkenalkan pertama kali oleh Harry Brignull—seorang pakar UX—sebagai “dark pattern” pada tahun 2010.

Brignull dalam bukunya yang terbit tahun 2023 berjudul Deceptive Patterns: Exposing the Tricks Tech Companies Use to Control You menyebut bahwa deceptive pattern adalah tampilan aplikasi yang dibuat untuk menipu pengguna. Dengan kata lain, tampilan aplikasi yang Kawan GNFI pakai sehari-hari memang bisa sengaja dirancang untuk menguntungkan pelaku bisnis.

Contoh lain yang sering ditemui adalah saat berbelanja online. Seperti saat ingin belanja di Shopee, terlihat tombol “Beli Sekarang” jauh lebih besar dibandingkan ikon berbentuk keranjang.

Akhirnya, banyak pengguna langsung mengeklik beli tanpa memikirkan kembali apakah barang itu benar-benar dibutuhkan. Dompet pun terkuras untuk barang yang sebenarnya tidak diperlukan, sementara pelaku bisnis meraup keuntungan.

Dampaknya Nyata dan Merugikan

Pembuat aplikasi menggunakan trik psikologi agar pengguna melakukan apa yang mereka inginkan, entah itu mengeklik iklan, membeli produk, atau menyetujui sesuatu tanpa sadar.

Brignull dalam bukunya menjelaskan bahwa tampilan yang mencolok cenderung diartikan sebagai sinyal informasi penting untuk diperhatikan, sementara tampilan yang kurang mencolok cenderung diabaikan.

Inilah yang dimanfaatkan desainer yang tidak etis untuk membuat pengguna mengambil keputusan tanpa berpikir panjang.

Sebenarnya apa kerugian yang pengguna rasakan dari deceptive pattern? Riset yang dilakukan oleh Yuwen Lu, dkk. dalam artikelnya yang diterbitkan di Proceedings of the ACM on Human-Computer Interaction menemukan bahwa kerugian finansial, ancaman keamanan, dan pelanggaran privasi menjadi dampak nyata dari deceptive pattern.

baca juga

Dari tiga kejadian sebelumnya, ada tiga dampak yang Kawan GNFI alami tanpa sadar. Pertama, uang habis untuk barang yang tidak terpakai dan malah mubazir. Kedua, lokasi dan aktivitas browsing Kawan GNFI terekam saat tidak sengaja membuka iklan.

Ketiga, seluruh aktivitas online—dari apa yang Kawan GNFI cari sampai berapa lama membaca artikel tersebut—dilacak ketika mengeklik “Terima” cookies.

Lalu, Apa yang Dapat Pengguna Lakukan?

Untuk menghindari kerugian dan jebakan dari deceptive pattern, Kawan GNFI dapat mempelajari cara kerja dan polanya. Riset yang sama dari Yuwen Lu, dkk. juga menunjukkan bahwa pengguna yang mengetahui pola deceptive pattern menjadi lebih waspada saat menggunakan aplikasi.

Kamu dapat mencoba dengan memperhatikan tombol yang lebih mencolok seperti contoh kasus di Shopee, waspada saat menutup iklan yang tombol X-nya justru membuka iklan tersebut, atau memikirkan kembali sebelum menyetujui cookies.

Kebiasaan kecil ini nyatanya cukup ampuh untuk menghindari kerugian dari deceptive pattern. Selain itu, Kawan GNFI juga dapat membagikan pengalaman serupa ke halaman Hall of Shame di situs deceptive design yang dibuat Harry Brignull sebagai bentuk edukasi dan kewaspadaan bagi pengguna lain.

Di era digital ini, tampilan yang cantik dan mudah digunakan belum tentu berpihak pada penggunanya. Dengan mengenal deceptive pattern, Kawan GNFI bisa menjadi pengguna yang tidak mudah terjebak akibat desain yang merugikan. Jadi, sebelum mengeklik sesuatu, pikirkan kembali agar dompet dan datamu tetap aman.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NF
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.