kisah si lanur dan si ketimun dengan niat liciknya cerita rakyat dari manggarai nusa tenggara timur - News | Good News From Indonesia 2026

Kisah Si Lanur dan Si Ketimun dengan Niat Liciknya, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur

Kisah Si Lanur dan Si Ketimun dengan Niat Liciknya, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur
images info

Kisah Si Lanur dan Si Ketimun dengan Niat Liciknya, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur | Magnific AI


Kisah Si Lanur dan Si Ketimun adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Legenda ini berkisah tentang pasangan suami istri yang memiliki rencana licik untuk menjebak kawanan monyet yang tinggal di sekitarnya.

Bagaimana kisah lengkap dari kisah Kisah Si Lanur dan Si Ketimun tersebut? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini.

Kisah Si Lanur dan Si Ketimun dengan Niat Liciknya, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur

Dinukil dari buku Cerita Rakyat Manggarai, alkisah pada zaman dahulu ada sebuah kampung yang dikenal dengan nama Kampung Wudi. Di sana hiduplah sepasang suami istri yang tinggal bersama.

Pasangan suami istri ini bernama Si Lanur dan Si Ketimun. Sehari-hari mereka mengolah kebun yang ada di dekat hutan.

Dulunya lahan mereka hanya berupa tanah kosong begitu saja. Si Lanur dan Si Ketimun pun bersama-sama membersihkan lahan tersebut.

Semua rumput yang ada di sana dicabuti satu per satu. Setelah semua bersih, Si Lanur dan Si Ketimun mulai menanami hasil alam di sana.

baca juga

Banyak hasil kebun yang mereka tanam. Ada jagung, padi, hingga labu mereka tanam di kebun yang sudah dibersihkan tersebut.

Si Lanur dan Si Ketimun sangat rajin mengolah hasil kebunnya. Setiap hari mereka selalu pergi ke sana untuk merawatnya dengan baik.

Berbulan-bulan berlalu. Hasil kebun dari Si Lanur dan Si Ketimun mulai terlihat.

Mereka sadar tidak lama lagi musim panen akan tiba. Namun ada sebuah masalah yang mesti mereka hadapi.

Di hutan tersebut banyak sekali kawanan monyet yang tinggal di sana. Si Lanur dan Si Ketimun khawatir jika nanti hasil kebun mereka masak, kawanan monyet ini akan merusak dan memakan semua.

Setelah berpikir sekian lama, muncul sebuah ide di benak Si Lanur. Dia berkata jika sudah menemukan rencana untuk menjebak para monyet.

Si Lanur berkata pada istrinya jika dia akan pura-pura mati. Setelah itu, sang istri bisa memanggil semua monyet untuk mengabarkan berita sedih itu.

Para monyet ini nantinya akan masuk ke dalam rumah untuk melihat Si Lanur. Jika hal ini terjadi, maka sang istri harus menutup semua pintu rumah saat para monyet sudah ada di dalamnya.

Setelah itu, Si Ketimun mesti melepaskan semua anjing mereka yang terikat. Dengan demikian, para monyet tersebut bisa dihabisi saat itu juga.

Si Ketimun mendengarkan rencana dari Si Lanur dengan seksama. Dia pun hanya mengikuti ide dari suaminya tersebut.

Tepat pada hari yang ditentukan, Si Lanur dan Si Ketimun mulai menjalankan rencananya. Pertama-tama Si Lanur berbaring di tengah rumah seperti orang yang meninggal dunia.

Si Ketimun pun mulai pura-pura menangis dengan sejadi-jadinya. Hal ini tentu menarik perhatian para monyet yang ada di hutan.

Mereka bertanya apa yang tengah terjadi pada Si Ketimun. Dirinya pun menjawab jika Si Lanur sudah meninggal dunia.

baca juga

Kawanan monyet pun kaget mendengarkan berita itu. Mereka kemudian beramai-ramai masuk ke dalam rumah untuk melihat kondisi Si Lanur.

Saat semua monyet sudah masuk ke dalam rumah, Si Ketimun pun menjalankan rencananya. Dia pun menutup semua pintu sesuai dengan rencana sebelumnya.

Setelah itu dia melepaskan semua anjing yang mereka miliki. Alhasil anjing-anjing tersebut mulai menggigit para monyet satu per satu.

Untungnya ada beberapa monyet yang berhasil melarikan diri ke dalam hutan. Konon akibat kejadian ini, para monyet menaruh dendam mendalam bagi manusia yang ditemuinya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.