Tahukah Kawan GNFI? Saat melihat rambut berjatuhan di kamar mandi atau menempel di sisir, kebanyakan orang langsung berpikir bahwa penyebabnya adalah sampo yang tidak cocok atau perawatan rambut yang kurang tepat. Akibatnya, tidak sedikit yang buru-buru mengganti produk perawatan dengan harapan kerontokan segera berhenti.
Padahal, rambut rontok yang terjadi terus-menerus tidak selalu berasal dari masalah di luar. Dalam beberapa kasus, kondisi ini justru bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang mengalami gangguan kesehatan, salah satunya anemia akibat kekurangan zat besi.
Selama ini, anemia lebih sering dikenal sebagai penyebab tubuh mudah lelah, mengantuk, atau kehilangan energi. Namun, gejalanya ternyata tidak berhenti di situ.
Kulit yang tampak pucat, kuku rapuh, sulit berkonsentrasi, hingga rambut rontok juga dapat menjadi tanda bahwa tubuh sedang kekurangan sel darah merah atau hemoglobin.
Sayangnya, banyak orang menganggap keluhan-keluhan tersebut sebagai dampak dari aktivitas yang padat atau kurang tidur. Akibatnya, anemia sering terlambat disadari dan baru ditangani ketika kondisinya sudah semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
Remaja dan Perempuan Lebih Rentan Mengalami Anemia
Data dari WHO menyebutkan, sekitar 40% anak (usia 6-59 bulan), 30% remaja putri dan wanita usia subur (15-49 tahun), serta 37% ibu hamil di dunia mengalami anemia. Bagaimana dengan di Indonesia?
Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa 27.7% ibu hamil dan 16,3% anak usia 5-14 tahun mengalami anemia. Artinya, hampir 1 dari 3 ibu hamil dan 1 dari 6 anak usia sekolah bisa mengalami kekurangan sel darah merah. Fakta ini tentu tidak bisa kita anggap sepele.
Mengapa anemia lebih banyak dari perempuan? Penyebabnya beragam, mulai dari kehilangan darah saat menstruasi, pola makan yang kurang mengandung zat besi, hingga kebiasaan diet yang terlalu ketat. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan zat besi yang cukup untuk membentuk hemoglobin yang dibutuhkan.
Karena itu, dr. ikhsan Qothi seorang dokter muda yang dikenal sebagai influencer kesehatan mengatakan penting untuk menjaga asupan zat besi dengan mengonsumsi makanan bergizi, seperti daging merah, hati, ikan, telur, bayam, dan kacang-kacangan.
Disarankan juga untuk mengonsumsi suplementasi zat besi, lebih bagus lagi jika di dalamnya mengandung asam folat, vitamin B6, dan vitamin B12.
Mengonsumsinya cukup satu kali sehari setelah makan, tetapi suplementasi itu hanya sebagai dukungan dan yang utama itu tetap perbaiki pola hidup.
Kondisi ini tidak hanya membuat tubuh mudah lelah, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan rambut. Pasokan oksigen dan nutrisi ke akar rambut yang berkurang membuat rambut lebih mudah rontok.
Jika dibiarkan, kerontokan yang terus-menerus tentu bisa mengganggu rasa percaya diri, terutama pada remaja dan perempuan.
Rambut Rontok Tidak Selalu Salah Sampo
Saat rambut mulai banyak rontok, kebanyakan orang langsung menyalahkan sampo atau produk perawatan yang digunakan. Akibatnya, tidak sedikit yang terus berganti produk dengan harapan kerontokan segera berhenti. Padahal, penyebab rambut rontok tidak selalu berasal dari luar.
Menurut dr. Ikhsan Qothi rambut rontok berlebihan juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan, salah satunya anemia akibat kekurangan zat besi.
Kondisi ini membuat pasokan oksigen dan nutrisi ke akar rambut berkurang sehingga siklus pertumbuhan rambut terganggu dan rambut lebih mudah rontok.
Karena itu, kesehatan rambut tidak hanya ditentukan oleh perawatan dari luar, tetapi juga kondisi tubuh dari dalam. Jika kerontokan terjadi terus-menerus, terutama disertai gejala seperti mudah lelah, pusing, atau wajah tampak pucat, sebaiknya jangan hanya fokus mengganti produk perawatan. Bisa jadi, tubuh sedang memberi sinyal bahwa ada masalah kesehatan yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Rambut rontok memang tidak selalu menjadi tanda anemia, tetapi juga tidak boleh langsung dianggap sebagai masalah perawatan rambut semata.
Jika kerontokan terjadi terus-menerus dan disertai gejala seperti mudah lelah, sering pusing, atau kulit tampak pucat, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang kekurangan zat besi.
Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya fokus mencari solusi dari luar, tetapi juga memperhatikan kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Memenuhi kebutuhan zat besi melalui pola makan bergizi, menerapkan gaya hidup sehat, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila gejala berlanjut merupakan langkah yang dapat membantu mencegah anemia sekaligus menjaga kesehatan rambut.
Pada akhirnya, rambut yang sehat bukan hanya hasil dari perawatan yang tepat, tetapi juga cerminan tubuh yang sehat dari dalam.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


